Salam,

On Nov 27, 2008, at 7:13 PM, Rusmanto wrote:

Untuk jaga-jaga panitia lupa atau tidak siap dg ongkos transport,
jika Anda bertugas menjadi pembicara atau pendemo Linux,
selalu siapkan uang cadangan untuk transport secukupnya. :)

Pak Rus, terus terang saya kurang sepakat kalau seperti ini. Khawatirnya, ketulusan dan niat baik itu disalahgunakan atau paling tidak disalahartikan dan dalam jangka panjang, ini tidak mendidik. Mental dan kultur rendah hati seperti ini memang baik, saya juga berharap para aktivis Linux tetap mempertahankan style low profile semacam ini terutama ketika tampil di lingkungan komunitas. Tetapi, dunia Linux/FOSS tidak melulu komunitas. Sekarang ini dunia bisnis dan profesional juga sedang tumbuh mekar dimana-mana. Aktivis Linux juga harus bisa merepresentasikan seorang profesional, bahwa Linux/FOSS juga memiliki sisi profesional yang juga memiliki kelas dan gengsi. Sehingga tidak seharusnya selalu dihargai ala kadarnya.

Panitia, penyelenggara kegiatan boleh saja masih amatiran, volunteer ala komunitas belum seperti EO profesional dan bisa jadi sering kurang dana, tetapi itu bukan alasan permakluman untuk serba ala kadarnya. Meskipun yang menyelenggarakan ini sekolah, kampus, mahasiswa, komunitas umum, itu juga bukan alasan untuk mengemas kegiatan Linux/ FOSS secara serampangan. Justru suatu event, bisa menjadi kesempatan belajar bagaimana untuk pu merepresentasikan suatu kegiatan Linux/FOSS yang profesional dan keren, tidak kalah dengan acara produk proprietary misalnya.

Saya rasa ini bisa jadi kecenderungan yang kontra produktif, sterotipe, sehingga menjadi diskriminasi di dalam penyelenggaraan suatu event. Kalau ada aktivis Linux/FOSS tampil diperlakukan tidak setara dengan pembicara lainnya karena dianggap amatiran. Karena citra komunitas Linux/FOSS seperti itu, dianggap memang kurang menghargai diri sendiri. Panitia atau penyelenggara seolah bisa menggampangkan "ah, pembicaranya kan orang Linux, komunitas, pasti ikhlas, dibayar kurang juga nggak masalah, kalau perlu disuruh tidur di sekretariat aja ...". Sementara pembicara lain diberikan akomodasi bintang lima. Wah ...

Saya yakin, para aktivis Linux/FOSS pasti bisa menerima kekurangan atau sambutan yang ala kadarnya. Tetapi kalau dihargai dengan pantas (bukan mewah), tentu juga ikut senang dan panitia, penyelenggara juga bisa merasa bangga. Saya pikir, justru di bidang itu perlu juga dilakukan pemberdayaan, pembelajaran. Dimulai dengan menghargai diri sendiri secara pantas.

_______
Regards,

Pataka


--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke