On Sat, 4 Mar 2000, Arief Rakhmatsyah wrote:
->Ini hasil percobaan loh, teori dicocok-cocokin belakangan ajah :-)

:) ngga pa kok.. siapa tahu mlah bener kn bisa buat nambah ilmu :)

->Gini ya, waktu di start-up setelah mati si pinguin nggak bisa jalan normal
->maunya ke maintenance mode. Di maintenance mode ini yang jalan kan cuma
->partisi / doang. Lha disuruh ngemount diri sendiri yang kondisinya kacau
->karena enggak dimounting apa enggak bingung dia?

ngga kok.. inget model bootdisk/rootdisk? Kan yg dipakai sementara RAM,
bukn drive nya langsung? Sekedar buat fsck .. well, cuman pakai disket pun
bisa kan.. ngga harus manfatin drive itu sendiri? lagipula kernel udah
booking beberapa tempat di RAM saat inisialisasi kan?

->Kalo /usr dipisah (maklum isinya paling vital) 'kan enak, jadi dari
->maintenance mode kita bisa fsck ke dev tempatnya si /usr berada.

apa bukannya /sbin yng paling vital?
AFAIK dari manual:
/usr -- this directory holds many other user-oriented directories (such as
        docs, man, games)
/usr/sbin -- this directory holds system administration files 
             (you must be the owner, root, to run these command)
/sbin -- This directory holds system files that are ussually run
         automatically by the Linux system

Karena di /sbin disebutin "ussually" .. pertanyaan gua jadi gini: disitu
fsck nya ada dimana? di /usr/sbin atau /sbin? Beda lho... :)

->Eh, 2 pinguin yang berenang paling2 juga dipisah tuh /usr -nya. Iya nggak?

sumprit samber gledek ... ngga dipisah tuh.. utuh satu harddrive, yg dua
ini emang buat testing-testing en develop.. bisa dengan santainya mau
testing power fail tanpa perlu was-was soal data.. :)


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke