At 09:51 AM 10/13/00 -0700, you wrote:

>Hi linuxers,
>
>Saya punya warnet dengan server suse6.3 kernel 2.2.15, menggunakan ipmasq 
>untuk
>7 client win98, juga menggunakan squid. Baru-baru ini saya coba menjalankan
>perintah 'nmap 202.155.69.132' yaitu ip-address saya sewaktu login internet
>(dial-up), lalu muncullah daftar port-port yang state-nya open, sbb (semua 
>protocolnya
>tcp):
>Port - service
>22 - ssh
>37 - time
>79 - finger
>80 - http
>110 - pop-3
>113 - auth
>139 - netbios-ssn
>443 - https
>513 - login
>514 - shell
>515 - printer
>3128 - squid-http
>6000 - X11
>Semua port tersebut statusnya terbuka.
>Pertanyaan saya adalah:
>1. Apakah port-port yang terbuka itu sangat berbahaya bagi server saya? Apakah
>server saya mudah dihack? Bisakah komputer saya didisconnect atau bahkan 
>diobok-obok
>dari luar? Bisakah komputer saya dishutdown dari luar, dengan terbukanya port
>tersebut?

Suatu port yang terbuka ibaratnya seperti memasang jendela di rumah dan 
membiarkannya terbuka. Untuk menyatakan bahaya atau tidak-nya adalah suatu 
hal yang relatif. Dengan kondisi di atas, rumah sederhana yang letaknya 
terpencil akan berbeda resikonya dibandingkan rumah mewah di keramaian.

Sebuah server yang terus-menerus online dan digunakan untuk layanan web 
hosting akan mengandung resiko yang lebih tinggi dibanding dengan server 
warnet dengan koneksi dial up, dengan kondisi port2 yang sama-sama terbuka. 
Biasanya orang iseng juga memilih-milih server apa yang mau dia bikin ising.

Tapi apapun penggunaannya, akan lebih baik tidak membiarkan port-port 
tersebut ada dan terbuka jika kita tidak memerlukannya. Masalah bisa 
diobok-obok dari luar atau tidak, port yang terbuka akan memberikan peluang 
lebih besar, tetapi bagi kebanyakan orang, tidak semudah membalik telapak 
tangan untuk melakukannya.


>2. Port-port apa saja yang seharusnya tidak terbuka? Apakah semua port harus
>tidak terbuka? Jadi seharusnya kalo saya nmap lagi maka nggak ada port yang
>state-nya open?

Port yang tidak Anda perlukan seharusnya tidak terbuka, dengan mematikan 
service yang berkaitan dengan port tersebut, maka port menjadi tidak ada 
lagi (bukan tertutup).

Jika dilihat penggunaannya untuk warnet, kelihatannya Anda hanya memerlukan 
port 3128 untuk proxy client-client Anda. Atau ditambah port 22 (ssh) jika 
ingin secure remote login. Untuk mematikannya tergantung service itu 
dijalankan sebagai daemon sendiri atau melalui inetd.

Lihat di /etc/inetd.conf dan berikan comment (#) untuk port-port yang 
terbuka tadi., lalu berikan comment juga pada /etc/services pada port terkait.

Untuk port-port yang tidak ada di /etc/services , misalnya port 22, harus 
dimatikan melalui servicenya / daemon. Maaf saya belom pernah coba SuSE, 
silakan pelajari init script untuk start - stop suatu daemon.


>3. Gimana caranya nutupin port-port tersebut? Teman saya mengajarkan untuk 
>mengetikkan
>perintah berikut (CMIIW):
>"ipchains -A input -p tcp -i ppp0 -s 0/0 -d 192.168.10.1/32 22 -j DENY", 
>dimana
>192.168.10.1 adalah ip-local server dan 22 adalah port yang pengen ditutup??

Perintah ini adalah firewall yang melindungi access dari luar (melalui 
ppp0) terhadap port 22, ini diperlukan jika memang Anda masih memerlukan 
port 22 tersebut untuk tetap dapat diakses dari dalam.

Menghalangi akses port dengan cara ini sama halnya dengan membangun pagar 
tembok di sekeliling rumah, tetapi tetap membiarkan jendela-jendela terbuka.

Jika suatu port tidak diperlukan, lebih baik dimatikan daemon-nya.

>4. Bisakah service seperti: shell, time, finger, time saya disable (diberi #)
>pada /etc/inetd.conf??

Bisa, sekalian di /etc/services di comment juga.


Thanks


Didit



--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke