Quoting S. Detta Harvianto on Tue, Oct 24, 2000 at 09:11:49PM +0700:
> dnscache --> localhost cache
> dnscachex --> network cache
> Kalau menurut saya, itu hanya istilah kan ? Yang penting dimana dnscache
> bind, localhost atau IP address server ? Juga isi dari
betul, buat saya dnscache untuk local cache dan dnscachex untuk network cache
lebih enak didengar dan dipahami
> /var/djbdns/dnscache/root/servers root saja atau ada 0.168.192.in-addr.arpa
> (isinya kosong, karena misalkan tinydns tidak terpasang)
ini gunanya untuk mengarahkan local cache untuk bertanya ke host mana
(biar tidak usah nanya ke root server dulu)
> 1. Permintaan dari client untuk dns tertentu (misal via web,
> www.linux.or.id), akan diteruskan oleh squid menuju ke dnscache
> (192.168.0.1). Jika tidak ada maka ditanya ke tinydns (127.0.0.1). Karena
nggak, ketika squid meresolve dia nanya ke 192.168.0.1, karena tidak
authoritative maka dnscache akan nyari ns linux.or.id langsung
> tinydns tidak berhak menjawab query dari client, maka query diteruskan ke
> ns 202.134.0.155
ini hanya prioritas tempat mana yang harus didahulukan untuk bertanya
jika prioritas pertama timeout, maka akan nanya ke dns yang kedua
> 2. Permintaan dari clien untuk dns linux.detta.net (akses via ftp), maka
> akan dilihat dnscache, ada atau tidak. Jika tidak ada maka, query
nggak, dia nyari dulu ke authoritative ns dulu, kecuali anda menambahkan
entri domain/ip di dnscachex
> diteruskan ke tinydns. Tinydns ternyata berhak menjawab query ini,
> detta.net, dan menjawabnya ke client. Tentu saja melalui 192.168.0.1 yang
> otomatis di cache oleh dnscache.
>
> Nah .. berarti tinydns eksis dong di network.
nggak, jika ada komputer lain yang memasang dnscache (local cache)
bagaimana dia bisa nanya ke '127.0.0.1' yang ada di server anda?
> # echo "127.0.0.1" > /var/djbdns/dnscache/root/servers/detta.net
> # cp /var/djbdns/dnscache/root/servers/detta.net
> /var/djbdns/dnscache/root/servers/0.168.192.in-addr.arpa
anda memasang tinydns tapi tidak dengan tinydns-conf
jika dengan tinydns-conf nggak ada direktori servers/ip
jay@pintu:~$ ls /service/tinydns/root/
Makefile add-alias* add-childns* add-host* add-mx* add-ns* data data.cdb
> Ini masih asumsi dari logika saya .. entah bagaimana implementasi nantinya
> di network saya (baru akan saya coba malam ini)
saran saya, ikuti manual (manualnya step by step kok)
> Soalnya kalau saya set di localhost, maka tinydns yang cache dnsnya,
> padahal sudah diterangkan di artikel tsb. kalau "... tinydns never caches
> any information ..."
betul, tinydns tidak mengcache apa pun, dia hanya dns server
yang menyimpan cache itu dnscache dan dnscachex
> Lalu tinydns ? Apakah tinydns bertindak sebagai secondary ns dari ISP dan
> memakai axfrdns untuk zone transfer ? Lalu bagaimana setting tinydns di ns
> 100.100.100.3 ? disesuaikan atau independent ?
bisa,
axfrdns itu dns server yang melayani transfer domain untuk ns secondarynya
memakai protokol tcp
untuk mentransfernya gunakan axfrget yang nantinya isi axfrget itu akan
dimasukkan ke tinydns
> Semisal dnscache (katakanlah nameserver) sudah diset ulang .. apakah perlu
> saya bangun squid mulai dari awal ? Jadi disesuaikan konfigurasi waktu
> compile dan menghapus direktory cache dan membuat lagi yang baru (squid -z) ?
saya kira tidak, sepertinya option tsb tidak terlalu banyak mempengaruhi
kinerja squid
--
"Could you be a bit more precise?" -- Quake 3 Arena
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]