On Tue, 21 Nov 2000, Issotyo P.B.S wrote:
> Hehehehe kenyataannya sih begitu, hampir semua evolusi aplikasinya hasil
> dari keroyokan orang-orang yang nggak puas sama unjuk kerjanya.
> Contoh.... development kernel ^_^ AFAIK
Setahu saya, Linus Torvalds pada awalnya mengembangkan Linux kernel karena
tidak puas pada unjuk kerja MS-DOS yang ada di mesin 386nya. Sekarang
(setelah Linux teramat sangat jauh sekali lebih powerful dari MS-DOS),
memang dikembangkan bebarengan, dengan Linus sebagai maintainer utamanya.
> Habis capek, selalu didebat kalau belajar linux nggak ada skill yang
> bisa diduitin (lihat awal-awal thread ini deh). Ya udah.... shoot the
> weak spot ;-)
Dengan semakin berkembangnya pengguna Internet di Indonesia, informasi
yang didapat akan lebih banyak dari berbagai penjuru dan berbagai
perspektif. Sejalan dengan itu, Linux juga bisa diharapkan ikut
berkembang, dan dengan itu, kalau keperluannya sudah semakin banyak, skill
di bidang itu tentu semakin diperlukan.
> Unsur manusia membuat ilmu komputer nggak cuma sains lagi, tapi art juga.
Seingat saya, Danny Hillis pernah bilang bahwa cabang ilmu lainnya
bekerja dengan melihat alam sekitar dan lalu "mengambil kesimpulan" dalam
bentuk rumus-rumus, sedangkan sains komputer bekerja dengan menciptakan
rumus-rumus dan lalu membuat alamnya (sendiri). Contoh gampangnya, Toy
Story. Itu kan termasuk kategori art, kalau kita mau melihatnya demikian.
Oki
--
Stroustrup himself has said in his retrospective book "The Design
and Evolution of C++" (p. 207), "Within C++, there is a much
smaller and cleaner language struggling to get out."
[Many hackers would now add "Yes, and it's called Java" --ESR]
-The Jargon File on C++
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]