Quoting Dudi Gurnadi on Tuesday, 13 March 2001 :
> Kalo kita masang mail server sendiri, sementara kita dial up apakah gak
> nambah ongkos tuh ?..lha kan butuh waktu lebih panjang untuk meresolve
> nama smtp yang menerima. CMIIW (waktu lama=pulsa lama=duit tambah :P)
Makanya pasang dns-caching (djbdns: dnscache), dan, entah bagaimana
caranya, jangan sampai reboot/dimatikan .. 8P
Tapi, yang paling lama kalau smtp server tujuan sibuk.
Analoginya begini:
Misalkan pada hari raya kita kirim kartu ucapan ke beberapa teman,
mendingan kita kirim sendiri, dengan perhitungan:
1. Kalau duit Rp 1000 untuk satu prangko --> satu alamat pengirim,
mendingan buat beli bensin. Muter2 dalam kota sudah lebih dari cukup.
Berarti, duit Rp 1000 bisa buat kirim > 1 kartu ucapan.
2. Kantor pos pasti sibuk berat. Daripada kartu ucapan kita sukses terkirim
2 bulan kemudian, atau yg lebih parah, hilang entah kemana (dalam kasus
email, kemungkinan besar mental kembali), mendingan kita kirim
sendiri.
Jadi yg diperhitungkan cost-effective nya. Ini yg saya maksud dg "ngirit
ongkos". Mendingan keluar duit Rp 1000 tapi 100% berguna, daripada
ngeluarin Rp 500 tapi 50% tidak berguna.
BTW, kalau malam/subuh cepet banget proses kirim/terima email dari sini.
FYI, modem saya masih 14.4 K.
> BTW, Mas Detta...pake qmail utk dial up ?
> Untuk SOHO kira-kira yang bagus pake apa ya ? (5-10 user)
> qmail, postfix, sendmail or else ?
Untuk dial(ing)-up saya pakai modem+wvdial .. hehe.
BTW, menurut seorang pakar MTA, u/ SOHO (asumsi: b/w kemungkinan relatif
kecil) lebih baik pakai postfix. Kalau saya sih, u/ user yg lebih
sedikit, pakai qmail nggak masalah.
/.detta
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]