On Fri, Mar 23, 2001 at 03:08:49PM +0700, Adinda-Praditya wrote:
> Siang semuanya,....
>
> Gini, (lagi-lagi) karena nggak dapet jawaban, untuk
> gampangnya aku install ulang (lagi). Dan yang ini
> memperburuk, pertama aku pake mandrake 7.2, yang kebaca
> partisi linux dan reiser FS. karena nggak ke baca semua,
> saya coba pake suse 7, yang kebaca malah cuman partisi FAT
> 32 sama NTFS. Lalu aku abort install. dan coba TM, nggak
> kebaca partisinya (corupt katanya) jadi dianggep free space.
> Akhirnya saya harus merelakan partisi FAT saya yang nggak
> kebaca itu, lalu mencoba "hidup baru" dengan Mandra 7.2
> kesayangan saya. Eh,... mandra nggak baca partisi HD,
> criiing!! (di sulap sama mandra) Jadi akhirnya saya harus
> kehilangan 30Gb data2 saya dan yang lain.
>
> Yang menjadi pertanyaan.
> Mengapa bisa begitu? saya belum memerintahkan 'setup'
> apapun, tapi dia udah menghapus partisi saya!
IMO, solusi dari persoalannya yang kurang tepat. Ganti-ganti pasang OS untuk
membaca partisi bukanlah langkah yang baik untuk problem di atas. Apalagi
kalau mengandalkan program installer dari masing-masing OS. Masalahnya,
"kelakuan" mereka bisa berbeda-beda; misal, saya pernah menginstall Win95 di
komputer dengan 2 SCSI HD, disk ke dua filesystemnya UFS. Saat diinstall,
disk ke dua itu diformat begitu saja tanpa bilang-bilang atau tanya-tanya.
Kalau masalah tak bisa baca data di partisi tertentu, idealnya sih pasang OS
yang paling minimum dan punya support buat membaca partisi tersebut; dan
lakukan manual saja, misal, pasang Slackware (3.x). OS itu kan nggak
aneh-aneh installernya (nggak ada otomatisnya, maksudnya). Setelah itu, baru
dicoba untuk membaca partisi yang tidak kebaca itu.
> Mungkinkah ini salah satu contoh dari tidak adanya support
> di linux? Jadi, mailinglist atau komunitas juga merasa
> "free" dalam menjawab, membantu teman anggotanya yang
> mendapatkan kendala di linux. Saya ikut 4 milis sekaligus,
> hampir tidak ada yang menjawab bahkan hanya komentar pun
> juga hampir tidak ada. Haruskah ini dimaklumi mengingat
> ke-"free"-an itu tadi?
Tergantung juga sih. Orang bisa menjawab kan karena setidaknya yang
bersangkutan pernah mengalami apa yang ditanyakan. Kalau belum pernah, ya
agak susah kan; menjawab juga paling-paling kedengarannya hanya sekedar
"teori".
> Mungkinkah kalo aku install linux dengan distro lain partisi
> itu akan kebaca? (mengingat aku coba install dengan distro
> yang aku punya, partisi yang kebaca juga beda)
Saat instalasi, IMHO, yang penting adalah seberapa banyak program
pempartisinya itu (misal: fdisk) mengenal jenis partisi yang ada di
partition table di harddisk. Kalau tahunya cuma MSDOS, ya yang lain tidak
akan kebaca. Kalau sudah tidak kebaca, maka program installer dari OSnya ya
main timpa saja.
Jadi, yang mesti duluan adalah fdisk, seberapa banyak dia mengenal jenis
partisi. Setelah itu, support untuk filesystem tertentu dari OSnya. Baru,
setelah itu, sebuah partisi bisa kebaca.
> Menurutku sih, memang kita harus mengerti arti luas dari
> 'free' itu. Jangan kesel, tapi coba mengambil manfaatnya,
> mencari-cari lagi jawabannya dan mengingatkan ke yang lain
> jangan melakukan apa yang kita lakukan (yang nggak ada
> bimbingannya itu). Gimana yang lain?
Tergantung sih, dimana mau meletakkan diri sendiri; "avant-garde" atau
melihat dulu apa yang pernah dilakukan orang lain. Kalau yang pertama, ya
siap-siap saja buat "kesandung". Kalau yang ke dua, ya bisa saja selalu
tidur nyenyak, tapi ya itu, scope bisa saja terbatas (dibatasi lingkungan,
yang dalam hal ini berarti "support" itu tadi).
> Walaupun (mungkin saya pikir) ini kelemahan linux
> (sebagaimana dulu pernah dibahas pro-kontra-nya di milis
> KPLI, tapi masih tetep nggak sebanding dengan kehebatan
> linux,... ya nggak?! DCMIIW = don't CMIIW)
Support kan tak ada kaitannya dengan "kelemahan" atau "kekuatan" OS; itu kan
kelakuan dari orang-orang.
Oki
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]