On Wed, 27 Feb 2002, Sobari Tanuwijaya wrote:

> Saya bukan ahli tapi saya ingin share aja dari apa yang pernah saya
> baca dan alami.
>
> 1. secara teknis saya nggak tahu penggunaan memory di linux dan
>    windows, tapi katanya ( dari yang saya baca ) windows tuh sering
>    tidak melepas resource secara bersih itu sebabnya makin lama di
>    pakai dia akan makin lambat, baru bener lagi kalo di restart (
>    sekali lagi ini katanya :-) )

masalah ini juga dipengaruhi oleh aplikasi, kalo aplikasinya *tertib* --
selalu mengembalikan memory yang telah dialokasikan, maka _kebocoran_
memory bisa diperkecil. sayangnya karena NT/Windows begitu rumit/kompleks
maka penanganan memori menjadi lebih sulit sehingga kemungkinan memori
bocor sangat besar.

sementara pada linux, walaupun rumit/kompleks, masih bisa dipisahkan mana
bagian memory management module, sehingga koreksi atas kesalahan
algoritma/metode relatif *lebih mudah* (tidak berarti gampang).

saya sendiri bukan ahli pemrograman, jadi koreksi bila ada yang salah.


> 2. Menurut saya sih bukan karena linux lebih kebal dibandingkan
>    windows, tapi kayaknya sih karena pengguna windows itu lebih banyak
>    (at least sampai saat ini), buktinya sekarang sudah mulai ada kok
>    virus yang nyerang linux. Hal lainnya mungkin lingkungan linux itu
[hapus]

virus/attack lebih sulit berkembang pada linux/unix karena ada pembedaan
hak yang tegas antara user biasa dan superuser. program/aplikasi/proses
yang dijalankan oleh user biasa, tidak mudah mengakses resource komputer
apabila tidak diijinkan oleh OS, sehingga virus/attack hanya mempengaruhi
user yang bersangkutan.

pada windows/dos tidak ada pembedaan user dan semua user mendapatkan akses
penuh atas resource sehingga virus/attack mempengaruhi sistem secara
keseluruhan. pada NT, masalah ini sedikit lebih baik.

> 3. Technical support gimana nih ? Kalau yang dimaksud adalah bantuan
>    dari lembaga atau orang dari siapa kita beli, nah kalau kamu
[hapus]
>
pada prinsipnya, technical support microsoft (vendor asing) untuk kita di
indonesia boleh dikatakan bullsh*t, bahkan di negara lain pun
sepengetahuan saya (dari milis/news) sama, mereka (para vendor) tidak
begitu memperhatikan individual customer.

dengan kenyataan seperti ini, apakah argumentasi bahwa software commercial
memberikan dukungan teknis lebih baik? menurut saya tidak. jadi, apa yang
kita (individu) dapat dengan membeli lisensi hak pemakaian software?
nothing. bahkan dalam klausul EULA jelas tertulis NO WARANTY kecuali
medianya, itupun hanya untuk sekian hari setelah pembelian.

bagi perusahaan/company, untuk mendapatkan technical support masih harus
mengadakan support contract tersendiri diluar pembelian diatas.

salam

-- 
Yudhi Kusnanto (yudhi.akakom.ac.id) <-- change first . with @
STMIK Akakom Yogyakarta



-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke