Hello,
On Mon, May 27, 2002 at 04:34:17PM +0700, Handoko wrote:
> Bp. Arief Sartono dan rekan-rekan Linuxer,
>
> Saya sudah cek motherboard (SIS 496/497) dan manual book: motherboard tsb
> tidak bermerk.
> Saya cek di internet (http://www.wimsbios.com/) motherboard tersebut merknya
> Lucky Star (http://www.lucky-star.com.tw/english/technical/bios/Default.htm)
> Namun, di website lucky star, hanya mendukung update bios untuk motherboard
> socket 7 keatas, sementara motherboard 486 tersebut adalah socket 3. Jadi,
> upgrade bios sama sekali tidak mungkin.
Ya sudahlah. Sayang sekali data tentang (format) penanggalan disimpan di
ROM BIOS, yang anda alami MUNGKIN batu baterainya sudah lemah jadi data
di ROM berubah-ubah. hei jangan tertawa ;-) saya pernah ngalami, coba deh
ganti baterainya.
Berani tidak begini:
- Liat konfigurasi MB-nya, terutama chipset dan bus PCI/ISA/VL
- Liat kapasitas ROM BIOS kamu
- Cari BIOS untuk MB yang konfigurasi MB-nya sama/similar dengan punya kamu.
Asus punya koleksi BIOS yang cukup lengkap.
- Upgrade, pake BIOS yang itu ;-)
Berani terima tantangan ini?
Kalau kamu berani, kamu akan tau bahwa BIOS itu adalah:
1. produk massal
2. bisa dituker-tuker antar MB
3. bus driver
4. chipset driver
5. OS bootstrapper
Ini kan sesuai dengan yang kamu bilang di bawah, bahwa BIOS tidak dibutuhkan
oleh Linux, so you got nothing to lose ;-).
Cmon, hackers are smartly brave ;-).
> Saya baru membaca di linux tutorial
> (http://www.linux-tutorial.info/cgi-bin/display.pl?107&0&106&0&3) yang
> menjelaskan bahwa Bios adalah software yang dibuat khusus untuk DOS sebagai
> penghubung antara OS dan hardware. Dalam hal ini Linux, sama sekali tidak
> memerlukan Bios. Untuk mendeteksi hardware, Linux menggunakan "device
> Driver" untuk mendeteksi hardware dan menggantikan secara total fungsi bios.
> Jadi disini, upgrade bios untuk OS linux sama sekali tidak diperlukan.
Mungkin salah ngerti maksudnya si penulis essay ;-)
"Except for the first few moments of the boot process
and the last moment of a shutdown, Linux may never use it again."
(Paragraf 6).
BIOS jelas dibutuhkan oleh OS, semua OS, setidaknya pada saat awal untuk
melakukan proses yang dinamakan bootstrapping, dan pada saat akhir dimana
informasi seperti waktu disinkronisasi antara system dan BIOS untuk
dipergunakan lagi saat boot berikutnya.
Fungsi BIOS (yang biasa disebut BIOS function call) dioverride oleh OS
SETELAH booting process, tapi pada saat booting banyak info diberikan
oleh BIOS kepada OS.
Jadi peran upgrade BIOS untuk kamu saat ini adalah untuk mendapatkan
data penanggalan yang benar sebelum OS dijalankan.
> Nah, kebanyakan OS linux mendukung processor mulai dari i386, sehingga
> mendukung semua permasalahan hardware tersebut. Di dalam website Suse
> (www.suse.com) disebutkan bahwa sistim minimal yang diperlukan Suse 8.0
> adalah 486 dengan co-processor yang telah terintegrasi. Maka tentu saja
> sistim komputer saya sudah didukung oleh suse linux, apalagi saat instalasi
> processor, motherboad beserta chipsetnya "dikenal baik" oleh linux, kecuali
> -- tentu saja -- tahun 2000-nya.
Hmm, nampaknya justru lingkungan 32 bit Linux secara natural tidak
terpengaruh oleh tahun 2000, masalahnya adalah untuk mendapatkan
waktu "saat ini" pada saat booting Linux mengandalkan BIOS.
> Mungkin ada rekan lain yang bisa memberikan penjelasan atau jalan keluar.
> Terima kasih sebelumnya.
Just my 2 cents.
CMIIW
--
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3