Rekans yth,

Saya baru dapat email ttg Kabel PLN yang bisa akses ke
Internet. Apakah benar? Kalau benar, kita tidak perlu
pusing dng pulsa telpon? Berarti makin banyak org
Indonesia yang bisa akses ke Internet ... disini Linux
perlu berperan agar makin banyak pula org Indonesia
yang menggunakan Linux. Atau berita ini hanya hoax?

-db-

********************************
HEBOH: Kabel PLN bisa Internet ?

Nah, aliran listrik itu sesungguhnya dapat digunakan
untuk menjadi "carrier" (pembawa) sinyal informasi
dan data. Karena data itu sendiri dapat dikonversi
dari format digital menjadi analog.
Itulah yang kemudian dikenal sebagai PLC (Power Line
Communication), yaitu menggunakan jaringan kabel
listrik untuk komunikasi dan transmisi data.

Saat ini PLN sudah berhasil menerapkan teknologi ini
untuk melakukan koneksi internet di 20 rumah di
Jakarta, hasilnya...wuushh...sekali klik..langsung
muncul deh web-nya... mau surfing atau browsing 24 jam
sehari juga nggak masalah.. dan nggak perlu pusing
dengan tagihan telpon lagi.. Dan PLN akan punya bisnis
baru sebagai ISP dengan teknologi ini. Dalam waktu
akan dibangun 400 sambungan via PLC, ayo buruan
daftar....

Berikut dibawah ini saya sertakan info dari rekan di
PLN Jakarta mengenai hasil eksperimen di 20 rumah di
daerah Duren Tiga Jakarta..

Internet via Saluran Listrik itu benar, dimana salah
satu anak perusahaan PT PLN mengelola ISP dan jaringan
fiber optik yang tergelar sepanjang pulau Jawa (dari
Banten sampai Jatim).

Silahkan cek di : http://www.iconpln.net.id
Silahkan cek di : http://rudyachmad.cjb.net
-------------------------------------------

"Kabel Listrik Fungsinya Bukan Hanya untuk Menyetrum"

TIDAK terbayang kenyamanan yang dirasakan Ratna
Paramitha (15), pelajar kelas tiga SMA III Jakarta
yang dipanggil Mira, dia bisa mengakses Internet
dengan cepat dan bebas hambatan. Selain itu, dengan
teknologi jaringan telepon kabel tersebut, dia bebas
mengakses Internet tanpa menutup peluang jika ada
telepon yang akan masuk.

Apa yang dirasakan Mira, merupakan kelebihan yang
nyata dari jaringan telepon melalui kabel listrik yang
dimiliki PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang
menghubungan dari rumah yang satu ke rumah yang lain.
Sayangnya sambungan tersebut baru dirasakan 20
keluarga karyawan PLN di Perumahan Karyawan PLN Duren
Tiga Jakarta.

"Pokoknya selamat tinggal Telkom deh untuk berinternet
ria," ujar Mira singkat ketika ditemui sedang aset di
depan komputer. Bagi pelajar putri itu, sejak tahun
lalu dia bebas mengakses Internet, tanpa melalui
saluran telepon yang disediakan PT Telkom.

Padahal, semula teknologi tersebut kurang ditanggapi
karena banyak peminat yang ragu-ragu, takut kesetrum
dan merasa belum aman. Namun, kini para pengguna jasa
yang diselenggarakan anak perusahaan PLN, PT Indonesia
Comnets Plus (Icon+), dapat dinikmati benar kemudahan
yang tersedia.

Icon+ adalah perusahaan yang sejak awal didirikan
untuk mendukung perkembangan teknologi telekomunikasi
dan informasi mutakhir. Icon+ dapat menyediakan
kelebihan kapasitasnya untuk memenuhi permintaan akan
jasa jaringan atau bandwidth yang lebih besar dan
cakupan area lebih luas dengan memanfaatkan right of
ways.

Kehadiran Icon+ khususnya bagi keluarga besar PLN
terutama yang tinggal di Jawa-Bali, dapat menekan
penggunaan pulsa telepon dari Telkom. Keluarga
PLN yang tinggal di Jakarta tidak perlu memikirkan
pembengkakan rekening tagihan telepon setiap bulan,
meski harus berbicara ngalor ngidul interlokal.

"Mau ngobrol 24 jam juga tidak masalah, yang penting
lampu tidak padam. Anak saya meski sekarang main
Internet tidak pernah berhenti, ya tidak masalah
wong cuma menambah beban listrik yang nilainya paling
maksimal Rp 10.000 setiap bulannya, dibanding sebelum
ada saluran telepon dengan memanfaatkan arus listrik,"
kata Ny Adi, penghuni perumahan PLN itu mempromosikan
kecanggihan teknologi alat komunikasi via arus listrik
itu .

Ny Adi menuturkan, sejak dioperasikannya telepon dari
aliran listrik itu tahun lalu, anak-anaknya makin
sering chatting (ngobrol via Internet) dan
surfing (menjelajah situs Internet) dengan leluasa.

"Sebelumnya, menggunakan Internet sangat dibatasi
karena di rumah ini hanya tersedia satu line telepon
yang dipasang Telkom. Sekarang dengan kehadiran
Icon+, penggunaan Internet dibebaskan saja, toh tidak
membebani pulsa telepon dan tidak mengganggu telepon
yang masuk atau keluar," kata perempuan asal
Yogyakarta itu.

Menurut ibu dari empat anak remaja itu, penggunaan
Internet oleh putra dan putrinya untuk mencari
informasi sekolah, baik di dalam maupun di luar
negeri serta mencari katalog buku dan barang-barang
yang diproduksi di luar negeri.

Pemakaian Internet melalui arus listrik mempunyai
keunggulan yakni lebih cepat diakses dibanding jika
melalui konvensional dan jelas lebih murah karena
hanya mengandalkan arus listrik. Fasilitas itu dapat
dipakai di seluruh ruangan selama ada jaringan listrik
milik PLN. Pengguna cukup mencolokkan kabel telepon ke
stop kontak listrik menggunakan powerline
communication (PLC).

Selain untuk Internet, mereka biasanya mengunakan
bercakap dengan keluarganya di luar Jakarta, tetapi
masih komunitas keluarga besar PT PLN. Jika PLN
membuka sambungan di kota-kota lain, maka pengguna
yang berada di Jakarta akan bisa saling berhubungan
dengan pengguna di kota lainnya.

Enaknya, percakapan itu juga bebas pulsa dan jernih.
Nomor telepon yang dipakai pun hanya tiga sampai lima
digit. Jika sudah terbuka di kota lain, bahkan untuk
bercakap keluar kota atau interlokal tidak perlu
menggunakan kode area sebagai tanda bayarannya lebih
mahal karena interlokal.

Adanya teknologi via kabel listrik juga membuat
pengguna tidak takut dengan ribut-ribut kenaikan tarif
telepon. Untuk Internet, pengguna cukup membayar
biaya langganan per bulan ke provider, sedangkan biaya
pulsa, tidak perlu pusing-pusing lagi.

Selama setahun digunakan, pengguna di Perumahan PLN
belum pernah mengalami alat bermasalah. Semua lancar,
kecuali jika listrik padam yang berarti terputus pula
jaringan telepon. Dalam memanfaatkan Internet, tidak
perlu takut putus di tengah jalan saat asyik chatting
atau surfing.

Adanya alat itu membuat seluruh anggota keluarga yang
lain tetap dapat menggunakan saluran telepon dari
Telkom meski ada anggota keluarga yang tengah
berinternet. Selain itu, tidak perlu ada tambahan
kabel yang artinya mengurangi keruwetan kabel di
rumah.

Jadi, kalau pemerintah mengizinkan Icon+ melebarkan
sayap untuk menggarap pelanggan umum, bukan hanya
keluarga besar PLN, bukan mustahil suatu saat
masyarakat terutama yang kesulitan menjadi pelanggan
Telkom, ramai-ramai memasang peralatan telekomunikasi
sendiri di rumahnya. Apalagi dengan memanfaatkan
aliran listrik dalam berkomunikasi, tidak ada istilah
biaya pulsa telepon membengkak karena terlalu banyak
penggunaan telepon.

Paling banter pengguna Internet secara terus-menerus
hanya mengalami peningkatan penggunaan arus listrik.
Meskipun menurut Icon+ kenaikan daya listrik yang
dipakai pelanggannya tidak terlau signifikan, karena 
memang relatif kecil.

Kini 20 keluarga yang sudah menikmati jaringan telepon
ini, sdah tidak sabar menunggu rencana PLN untuk
mencoba membuka 400 sabungan baru tahun ini. Sebab
dengan tambahan sambunan baru sebanyak 400 unit,
berarti berhubungan tidak perlu hanya di antara 20 
keluarga itu.

Lucunya, banyak ibu-ibu di Perumahan Duren III yang 
sudah bertanya-taya dan tidak sabar menunggu, kapan
di derah lain dapat disambung jaringan telepon serupa.
Maklum, mereka punya banyak kerabat di daerah lain,
karyawan PLN sering berpindah-pindah kota atau
keluarga yang lain masih ada hubungan keluarga yang
dekat. (TIA/BOY/ETA)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Sign up for SBC Yahoo! Dial - First Month Free
http://sbc.yahoo.com

-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke