Ok, saya mau mencoba menganalisa dan memilih...
-----Original Message-----
From: Sigit Widodo <[EMAIL PROTECTED]>
Kasus 1:
A adalah seorang cowo yang sudah mempunyai cewe. A mencintai cewenya dan
sudah melakukan hubungan seksual dengan cewenya. Pada suatu ketika A jatuh
cinta pada cewe lain dan mereka melakukan hubungan seksual. Hubungan
seksual yang dilakukan A semuanya dilakukan atas dasar cinta.
Kasus 2:
B adalah seorang cowo yang sudah mempunyai cewe. B mencintai cewenya dan
sudah melakukan hubungan seksual dengan cewenya. B adalah seorang cowo yang
suka melakukan hubungan seksual secara bebas, berganti-ganti dengan beberapa
cewe. Namun B tidak pernah mencintai cewe lain selain cewenya. B melakukan
hubgnan seksual dengan cewe-cewe yang lain tanpa dasar cinta.
-----------------------------------------------
Fakta :
Dalam kasus 1 dan 2 ada banyak persamaan. Salah satu yang cukup menarik
perhatian adalah bahwa mereka keduanya sudah biasa berhubungan seksual
dengan ceweknya. Satu persamaan yang lain adalah selain dengan ceweknya
mereka juga berhubungan seksual dengan cewek lain.
Seandainya mau dilihat dari sudut moral dan agama, keduanya sudah jelas2
tidak memenuhi syarat. Keduanya telah dengan bebasnya berhubungan seks
dengan wanita yang bukan istrinya.
Seandainya dilihat dari sudut kesetiaan, keduanya juga sudah tidak memenuhi
syarat. Keduanya telah dengan *sengaja* berkhianat pada ceweknya dengan
berhubungan seks dengan cewek lain, apapun alasannya.
Oleh karena itu, sudut pandang yang bisa dipakai untuk membedakan mereka
adalah Cinta, karena si A selalu hanya berhubungan seks dengan cewek yang ia
cintai, dan B berhubungan seks dengan cewek yang tidak ia cintai.
Analisa :
Saya selalu punya pendapat bahwa seseorang yang menganggap bahwa seks dan
cinta itu 2 hal yang berbeda adalah salah kaprah. Berdasarkan pengalaman
saya sendiri, segala perilaku antara sepasang pria dan wanita yang mengarah
ke sesuatu yang berbau seksual selalu didasari dengan cinta dan kasih
sayang.
Apabila terjadi suatu kondisi dimana suatu hubungan seksual dilakukan tanpa
rasa cinta dan hanya semata2 pemenuhan nafsu belaka, IMHO itu merupakan
pelecehan terhadap Cinta dan tidak sepantasnya terjadi. Karena inti dari
hubungan seksual itu sendiri adalah implentasi dari rasa cinta yang
diaplikasikan dalam bentuk kontak fisik, maka kondisi dimana ada Seks tanpa
ada Cinta merupakan kondisi Seks yang 'semu' dan tidak murni.
Berangkat dari sini-lah saya 'terpaksa' (karena dipaksa untuk memilih yang
terbaik diantara yang terburuk) untuk memilih A sebagai yang lebih baik.
Karena setidak-tidaknya dia tidak melecehkan Cinta dengan Seks yang semu.
Jadi saya memilih A.
terima kasih,
emilr
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com