At 01:04 AM 1/31/99 +0700, you wrote:
>kaya'nya menurut saya berbicara sebagai kapasitas pribadi
>mengarah ke agama nggak apa-apa
mungkin ada yang nganggap diskusi agama itu 'beurat' yah :))
tapi gue nganggap yang disini itu ringan2 jadinya malah asik.
membikin kita memikirkan kembali hal2 yang gak kepikirkan sebelumnya.
kadang2 pendekatan orang ke Tuhan nya itu berbeda2 (pendekatan tiap agama
ke Tuhan sih kalo kata gue dimana2 juga sama,sih) jadi kalo bertukar
pikiran mengenai hal tersebut malah jadi pembahasan menarik, apalagi kalo
masing2 gak terbelenggu (ugh...) dengan apa yang didapat/didengar/diterima
oleh orang lain (guru ngaji, pastor, alim ulama, ortu, dll).
terlepas dari agama apa yang kita anut, sebagai pribadi, sebagai manusia,
kita _pasti_ punya pandangan sendiri ttg arti Tuhan itu dalam hidup kita,
iya khan?
cuman, kalo udah ngomong agama/Tuhan, orang biasanya langsung mengacu
dengan apa yang dia dapat selama ini, bukan dari dirinya sendiri.
menggali arti Tuhan bagi diri kita itu sendiri sangat sulit, untuk
memulainya pun sulit, orang cenderung untuk menjauhinya, dan menerima,
menjadikan patokan dengan apa yang sudah ada selama ini (agama).
Disini gue berusaha ngomong dengan kapasitas gue sebagai manusia ciptaan
Tuhan, dan berusaha melepas atribut keagamaan gue, kalaupun mentok,
terpaksa gue mengacu ke agama yang gue kenal dekat (dalam hal ini Islam dan
Kristen secara luas).
sangaaat susahhh (!!!) untuk mengenal arti Tuhan itu sendiri kalau
dipandang dari pribadi kita sebagai manusia, kita pasti mau dan gak mau
selalu kembali dan kembali lagi ke agama yang kita anut.
karena kita sebagai manusai biasa terlalu begok untuk mengenal arti itu.
hei, orang2 begog dan polos kalo berdiskusi bukankah akan menghasilkan
sesuatu yang menarik?
sama aja dengan cinta itu sendiri.
setiap orang punya definisi sendiri2, semua orang bisa mengambil kesimpulan
tanpa terbelenggu dengan apa yang dia terima selama ini (pengalaman dll)
cinta itu gak akan ditemukan 'readme' nya di agama mana pun, karena itu
adalah proses mistik yang hanya diketahui Tuhan semata, manusia cuman
terima langsung jadi.
manusia bisa dihasut untuk memeluk agama ini, dan membenci agama itu.
manusia juga bisa dihasut pandangannya mengenai Tuhan.
tapi hal itu sama sekali gak berlaku ke yang namanya cinta.
gue pribadi lebih bisa ngebahas Tuhan sebagai orang begog, sama seperti
dulu waktu kita kecil, nanya ke nyokap sebelum tidur, "mam, Tuhan itu siapa
sih... rumahnya dimana?"
dan jawabannya itu akan berjalan terus seiring agama yang gue anut.
kalo cinta? waduh ini berat, karena gua gak pernah nanyain itu ke nyokap.
kita dapetnya dari pengalaman bukan? dan pengalaman orang beda2.
tapi rasanya sama kok, dan gak bisa dijelaskan dengan awalan kalimat "cinta
itu adalah...."
cinta itu cuman bisa diutarakan oleh bahasa hati, yang kalo mau
didiskusikan bukan menggunakan bahasa manusia, melainkan bahasa hati, yang
gak keluar lewat mulut dan pikiran, melainkan melalui perasaan dan
perbuatan. (gile beneeer....)
(anggep aja ini curhat dari gue)
>karena diliat dari diskusinya, setiap pihak 'bisa & capable ;)' untuk
>mengendalikan dirinya dengan sangat baik
heh-heh-heh-heh ]=)
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com