Dayan wrote:
> >pilih mana :
> > 1 . Cewek/cowok oke tapi hatinya/pribadinya nggak oke atau pilih
> > 2. Cewek/cowok biasa2 aja tapi hatinya/pribadinya bagus .....
> Untuk Dayan, keduanya sama nilainya. Bahkan mungkin 1 lebih bernilai, karena
> kita "diberi" kesempatan untuk "mengukir" sesuatu yang masih "mentah".
Setuju, Yan... tapi kalo kita berusaha "mengukir" yang masih "mentah"
itu, bukankah berarti kita mencoba merubah sesuatu (dalam hal ini:
kepribadian) dari pasangan kita ? Apakah nanti "I love you just the way
you are (Saya menyukaimu apa adanya)" masih berlaku lagi? Karena kalo
kita udah berusaha menjadikan pasangan kita seperti apa yang kita
inginkan, berarti itu udah "I love him/her for what he/she's supposed to
be (saya menyukai dia seperti apa yang saya inginkan)", bukan "Saya suka
kamu apa adanya"
> Tidak semua yang kita temui sudah "matang". Ingat saja iklan De Beers:
> Diamonds are forever. Ia menjadi demikian memesonakan setelah melalui proses
> pengasahan.
Kalo menurut gue, orang baik itu ditemukan, bukan dibentuk. Misalnya
kamu suka ceweq yang lincah, bukankah lebih mudah nemuin cewek yang
memang tipe lincah, daripada kita mencoba mengubah ceweq yang tipe kalem
supaya lebih lincah ? Atau ekstrimnya deh, cowoq kamu tipe yang suka
selingkuh, apa kamu yakin bisa berusaha ngerubah dia ? Bisa sih, dengan
catatan doi memang MAU berubah dan kamu memang sabar nunggu dia berubah.
-Celia-
Submit to 1000 search engines only 40rb http://www.submit-url.ml.org
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com