Tahun 1999 Diramalkan Banyak Kejadian Buruk

Soeharto Meninggal sebelum Kasusnya Tuntas

JAKARTA - Sudah banyak tersiar ramalan, mantan presiden
Soeharto akan ditembak mati tahun depan. Ramalan senada
diungkapkan paranormal muda Yogyakarta, Ki Agung
Pranoto. Menurut dia, mantan presiden Soeharto akan meninggal
sebelum kasusnya terungkap tuntas, paling lambat tahun 2000.

"Karena sudah keburu meninggal sebelum kasusnya terungkap
maka Pak Harto tidak pernah diadili apalagi masuk
penjara,'' kata paranormal yang pernah meramalkan kejatuhan Meksiko dan
bencana Kobe itu.

Di sebuah majalah yang terbit November 1994, Ki Agung
Pranoto meramalkan, sebuah negara berkembang akan jatuh karena
utang luar negeri. Tahun berikutnya, Meksiko ambruk karena
persoalan utang. Januari 1995, di majalah yang sama, ia meramalkan
bakal terjadi bencana dahsyat di Jepang. Beberapa bulan
kemudian bencana Kobe mengguncangkan dunia.

Begitu pula, di sebuah media terbitan Surabaya, ia bahkan
meramalkan Soeharto bakal lengser. Setelah ramalannya
dimuat 12 Januari 1997, beberapa bulan kemudian istilah lengser
mulai populer, dan Mei 1998 Soeharto benar-benar meletakkan
jabatan.

Dalam ramalannya, Ki Agung Pranoto juga menyebut soal
nilai tukar dolar AS tahun depan. Menurutnya, tahun depan nilai
tukar dolar akan naik tak terkendali. Puncaknya pada September
1999, nilai dolar AS akan mencapai Rp 23.000.

Kenaikan itu, menurutnya, disebabkan oleh kondisi sosial
politik yang tidak dapat diprediksi sehingga menimbulkan keraguan
bagi investor asing dan timbulnya inflasi di dalam negeri. Di
samping itu revolusi sosial akan meletus, dimulai bulan Maret 1999
yang dibarengi dengan perusakan massal di berbagai provinsi di
Indonesia, menimbulkan rasa tidak aman untuk
berinvestasi.

"Kalaupun selama SI MPR 1998 dolar tidak naik, itu
disebabkan oleh melemahnya nilai tukar dolar dan yen di pasaran
internasional. Di samping kabar ada yang melakukan intervensi terhadap
dolar, sementara demonstrasi mahasiswa yang marak tidak disertai
perusakan,'' jelasnya.

Bendungan Jebol

Mengenai demonstrasi mahasiswa yang belakangan makin
marak, Ki Agung mengatakan, aksi itu jangan dianggap sebagai
gerakan yang mendikte Pemerintah. "Sebaiknya Pemerintah jangan
memandang gerakan mahasiswa mendikte kebijaksanaan
mereka, sebab apa yang disuarakan mahasiswa mewakili aspirasi
masyarakat secara keseluruhan,'' tambahnya.

Kondisi tahun depan yang penuh silang sengkarut itu,
lanjutnya, sulit ditolak dan dihindari, sebab sudah merupakan kehendak
alam. Mundurnya Soeharto pada Mei 1998 hanya merupakan awal
bekerjanya hukum alam dan dapat diibaratkan sebuah waduk
besar yang jebol bendungannya.

"Air bah dari waduk itu menerjang segala yang dilaluinya
dan menghanyutkan berbagai macam benda, dari kerikil sampai
pohon besar. Air waduk itu belum mengering sampai tahun 2001,''
demikian ia mengibaratkan.

Ki Agung juga meramalkan, Presiden Habibie akan
mengundurkan diri secara demokratis dan bijaksana. Sayang,
penggantinya tidak seperti yang diprediksikan oleh Habibie.

Di awal pemerintahannya, Habibie mengatakan, Presiden
setelah dirinya akan menerapkan 80% demokrasi dan 20%
kesejahteraan. Tetapi hal itu tidak terwujud.

"Satriya Piningit''

Dijelaskan, hal itu terjadi karena pada saat negara
dipimpin pengganti Habibie, justru saat itulah revolusi sosial
mencapai titik kulminasinya sehingga tindakan represif harus diambil.

"Presiden pengganti Habibie bukan satriya piningit
seperti dimaksudkan orang selama ini karena memegang jabatan
dalam keadaan darurat dan mau tidak mau harus diambil alih
meski keadaan sebetulnya sudah berat,'' tambahnya. Ia
meramalkan pengganti Habibie adalah seorang militer.

Sampai 17 tahun ke depan, satriya piningit tidak pernah
muncul di Indonesia. Megawati pun bukan satriya piningit, ia akan
duduk di tempat terhormat di DPR/MPR. Amien Rais akan menarik diri
dan kembali ke posisi semula sebagai cendekiawan politik.

"Misi Amien Rais untuk memberikan pendidikan politik
kepada rakyat Indonesia sukses luar biasa dan kita wajib angkat
topi untuk hal tersebut. Ambisi Amien untuk jadi presiden memang
biasa-biasa saja. Ia hanya ingin menumbuhkan kesadaran berpolitik
secara massal. Pemikiran-pemikirannya tetap dihormati oleh
Presiden RI selanjutnya,'' tegas Ki Agung.

Ia juga melihat Kaster ABRI Susilo Bambang Yudhoyono akan
menjadi the rising star sebagaimana mantan Pangkostrad
Prabowo Subianto di masa lalu.

Sementara itu, Sultan Hamengkubuwono X akan muncul
sebagai seorang tokoh nasional yang dipertimbangkan
kebijaksanaannya.
"Kalau tidak ada aral melintang dan kalau Presiden
bersedia maka Sultan HB X akan menjadi wakil presiden. Paling tidak ia
akan menjadi legenda sejajar dengan Megawati, Gus Dur, dan
Amien Rais,'' katanya.

Indonesia tahun 1999 adalah Indonesia yang berlinang air
mata, terjadi kebakaran di sana-sini karena gerakan massa dan
pertumpahan darah, tidak peduli terhadap golongan yang
sama ataupun berbeda.

"Padha sedulure perang, dudu sedulur ya perang,'' tambah
Ki Agung mengakhiri ramalannya. (tn-24c)

Copyright� 1996 SUARA MERDEKA




-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 


Kirim email ke