At 11:09 PM 3/20/99 -0800, buyung fr [tm] at home wrote:

>jadi aku jengah banget ngebaca email gontok2an antara beberapa rekan di
>sini.
>kalo gontok2an di milis lain sih, no problemo.
>tapi ini? namanya aja milis love =)
>udah deh, dibikin 'adem' aja ini milis.

>mohon maaf banget kalo ada kalimat2ku yg ngga layak.

Nggak kok, semua orang berhak atas pendapat mereka sendiri.
Yang bikin gue "gontok2an" dengan orang2 lain adalah, cara mereka
mengungkapkan pendapat yang membuat sebuah diskusi menjadi tidak enak
diteruskan.

Seperti kata Asterix, memang benar ada dua main stream dalam cara berpikir,
yaitu liberal dan konservatif. Tapi sebenarnya harus dibagi lagi menjadi
cara mengemukakan pendapat, yaitu dengan memperhatikan etika dan yang
tidak. Yang sering menjadi masalah di sini justru bukan gara2 liberal vs
konservatif, tapi dari yang beretika vs yang tidak peduli etika.

Contoh yang sangat jelas, adalah ketika kita sedang asik2 berdiskusi
tentang First Kiss, tahu2 ada yang deklarasi bahwa kissing itu dosa, bahwa
orang2 kok bangga cerita aib, dlsb. Kamu tahu kan efeknya? Langsung topik
pembicaraan tentang first kiss tidak ada kelanjutannya kembali. Apa ini
yang kita mau dari sebuah milis? Yang lucu, orang yang saya tegur itu malah
mencap saya tidak tahu aturan milis, hal yang membuat saya tertawa
terbahak-bahak. 

Yang bisa menjadi lebih lucu lagi, bayangkan jika seorang psikiater
menganut prinsip di atas, seperti kiss adalah dosa, jalan bukan dengan
muhrim itu nggak boleh, dlsb. Bisa2 pasien yang lagi curhat ke dia bukannya
sembuh, tapi mempercepat proses bunuh diri. Kenapa? Karena sikap seperti
itu akan membunuh rasa percaya diri yang mengembangkan perasaan bersalah. 

Dan yang paling lucu adalah, melihat hipokrisi dari orang2 yang
mengedepankan agama mereka dalam berdiskusi. Jika memang iya mereka segitu
taat-nya dalam hal agama, bukankah itu berarti mereka tidak kenal sama yang
namanya "pacaran"? Kalau mereka tidak kenal, lantas, ngapain mereka ikut
diskusi soal pacaran di sini? (sorry guys, hanya ngungkapin uneg2 diskusi
"agama" jaman dulu yang nggak jelas itu).

Maaf kalau pendapat saya menyinggung orang lain. Tapi itulah saya, gemar
melogikakan sesuatu, sehingga muncul pendapat saya ini.

Buat menenangkan, mungkin perlu direnungkan dua karya Kahlil Gibran yang
saya kirim dalam mail saya yang lain.

I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR

  Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke