-----Original Message-----
From: Sigit Widodo <[EMAIL PROTECTED]>
>Agak susah juga memberikan definisi "memanfaatkan", apalagi kalo cewenya
>sendiri welcome..
Setuju, walaupun disini definisi saya untuk "tidak memanfaatkan" adalah
"serius dalam membina hubungan lebih lanjut" dan bukan hanya sekedar
"bersenang-senang" saja. Walaupun sebenarnya ini menjadi 'ok' apabila
ternyata si cewek juga punya niat yang sama.
>Hem.. saya kira wajar saja curhat dengan seorang teman, apalagi seorang
>sahabat. Apakah Anda sendiri mengetahui secara pasti bagaimana hubungan si
>cowok tersebut dengan pacarnya selama ini? Saya kira fair-fair saja,
>apalagi kalau seorang sahabat bisa memberikan dukungan di "masa krisis"
>tersebut, kalau bisa memberikan solusi kepada sahabatnya itu (wah, kayak
>Jepang ama Indonesia aja, yah! :)
Curhat dengan seorang teman itu wajar. Yang saya permasalahkan adalah
kelihatannya (ini memang subyektif) dia sama sekali tidak berniat untuk
memperpanjang hubungan dengan pacarnya, sementara dia tidak memperlihatkan
sama sekali hal tsb (ke pacarnya tentu saja). Malahan dia pdkt ke sahabat
saya (dan who knows other girls juga - sorry ini udah pake sentimen sedikit)
dan mencari2 pengganti dengan diam2. Sementara itu pacarnya tidak tahu sama
sekali bahwa dia akan diputuskan. Jadi dalam kalimat ini saya in favour of
pacarnya, bukan in favour of sahabat saya... gitu lho...
Tapi awas, subyektifitas saya di atas (yang didukung dengan intuisi juga),
ternyata menjadi kenyataan di Cowok buaya (II)
>>Ini yang saya *sangat* ragukan... walaupun yang bersangkutan dan mengalami
>>sendiri pasti lebih mengerti tentang ini...
>
>Jadi saya kira Anda konfirmasikan dulu pada cewek teman Anda itu, mungkin
>Anda bisa mengambil prinsip dasar ASEAN, tidak mencampuri urusan dalam
>negeri orang, he.. he.. he.. (sorry, becanda.. saya hargai perhatian Anda
>terhadap teman Anda itu).
Ok.... ok... saya kan bilang 'sangat ragukan' itu cuma ke milis ini, bukan
ngomong ke sahabat saya.. iya kan..? :-) Ini hanya implementasi 'mentah'
dari kekhawatiran saya yang sangat dalam.
Masalah prinsip saya dalam urusan dalam negeri sahabat saya, anda bisa lihat
di jawaban saya untuk sdr Arief, mungkin di situ bisa lebih jelas.
>Saya belum bisa menerima pendapat bahwa mentalitas cowo ini buruk.
>Parameter-parameter yang Anda berikan terlalu sedikit dan terlalu luas
>sehingga sulit diambil kesimpulan. Tapi mengapa kita tidak berpikiran
>positif dahulu. Toh selama ini sahabat Anda itu tidak atau belum mempunyai
>masalah dengan cowo itu selain sekedar rasa tidak enak dengan pacar si
cowok
>ini. Saya kira kalau hal itu membuat sahabat Anda bahagia, Anda sebagai
>sahabatnya pasti ikut berbahagia bukan?
Saya setuju bahwa parameter yang saya berikan memang terlalu sedikit bagi
anda untuk menilainya seperti saya menilainya (ada beberapa detail yang
mungkin terlewat saya ceritakan), namun sebenarnya kalau anda bisa setuju
bahwa "He's cheating on his girlfriend" , saya rasa itu merupakan satu
faktor yang cukup membuat saya khawatir... karena bagi saya kesetiaan dan
kejujuran menempati posisi yang *sangat* penting (kalau tidak *paling*
penting) dalam suatu hubungan yang serius. Dan dalam hal ini cowok tersebut
telah 'deliberately' melanggar kedua persyaratan utama tersebut... dari
sinilah saya menilai bahwa mentalitasnya tidak begitu baik.
>Saya sendiri mempunyai beberapa prinsip dasar dalam bersahabat:
>
>1. Saya sangat menyayangi sahabat saya dan menginginkan yang terbaik
terjadi
>padanya. Karena itu saya mempunyai konsekuensi untuk terus berusaha dan
>melakukan upaya-upaya yang dapat membuat sahabat saya menjadi bahagia.
Setuju. Memang inilah dasar dari semuanya mengapa saya mempermasalahkan hal
ini in the first place. Lebih jelasnya silahkan refer kembali reply saya
untuk Sdr Arief
>2. Rasa sayang pada seorang sahabat tidak boleh terkontaminasi rasa
>posesif. Mencintai dengan posesif hanya berhak dilakukan pada seorang
>kekasih.
Setuju.
>3. Sebagai seorang sahabat saya tidak akan mencampuri urusan pribadinya
jika
>tidak diminta.
Lagi2 setuju. Dalam prosesnya saya berulangkali bertanya pada sahabat saya
apakah dia perlu mendengar segala keberatan saya..? Dan saya juga
berulangkali mendapat konfirmasi dari dia "silahkan Mil..." karena saya tahu
dia juga butuh pertimbangan orang ketiga.
Satu hal lagi yang perlu saya tekankan di sini. Jangan keliru dengan
anggapan bahwa saya sudah 'biasa' melakukan ini pada sahabat saya.
Sebaliknya, saya melakukannya baru kali ini, itupun dengan sangat berat
hati. Bahkan sejauh cerita yang sudah saya sampaikan, sebenarnya waktu itu
saya belum protes apapun ke sahabat saya. Saya cuma mendengar curhat-nya
dia, dan memendam semua untuk diri saya sendiri. Saya tetap menganggap diri
saya tidak pantas untuk mengatur2 hidup orang lain. Yang saya pesankan sama
dia cuma "Hati-hati..."
Segala pendapat pribadi yang subyektif di tulisan2 saya sebelum ini dia
nggak pernah dengar dari mulut saya... Sampai akhirnya terjadi hal2 seperti
pada thread yang berikut : Cowok buaya (II)
>4. Saya akan menjadi tempat mengadu jika diperlukan dan sahabat saya harus
>mau menjadi tempat mengadu jika saya perlukan. Saya akan memberikan
nasehat
>pada sahabat saya, baik diminta maupun tidak (Kok gue kayak DPA, ya? :) dan
>saya akan menerima nasehat-nasehat dari sahabat saya, baik yang saya minta
>maupun yang tidak. Saya akan selalu memberikan support kepada sahabat saya
>dan saya selalu mengharapkan adanya support dari sahabat saya.
Setuju. Walaupun mungkin agak kontradiktif yah dengan no 3 di atas..? Tapi
saya mengerti maksud anda, dan sekali lagi saya setuju.
>5. Persahabatan akan bersifat abadi, kecuali dirusak oleh sahabat kita.
>Jika seorang sahabat merusak persahabatan, saya siap dan akan
>memperlakukannya sepuluh kali lebih buruk dari musuh terbesar saya, karena
>sahabat yang merusak persahabatan adalah seorang penghianat sejati.
Nah.. khusus yang ini saya nggak setuju. Kontradiksinya benar2 hebat... No 1
anda bilang "...melakukan upaya-upaya yang dapat membuat sahabat saya
menjadi bahagia..." . Saya menyetujui kalimat ini dan tanpa batas waktu
sampai kapanpun, apapun yang dilakukannya pada saya... Hanya satu yang bisa
membuat saya menghentikan segala perhatian dan dukungan padanya, adalah
ketika dia dengan spesifik menginstruksikan agar saya jangan lagi memberi
perhatian dan dukungan pada dia. Itupun tetap tidak akan membuat saya tega
untuk memperlakukan dia dengan buruk... Se-penghianat apapun kelakuannya...
Terima kasih atas tanggapan anda,
emilr
** Jadual puasa Ramadhan @ http://www.indoglobal.com/puasa.html **
Layanan Informasi Iklan Baris Internet * http://www.iklan-25.co.id
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com