Cinta Ibu Erich Fromm, dalam bukunya "Seni Bercinta" (The Art Of Loving) membedakan "cinta ibu," yang bersifat tanpa syarat dengan "cinta ayah," yang bersyarat. "Cinta ibu" adalah suatu bentuk dan cinta yang tidak hanya diekspresikan oleh ibu. Istilah itu hanya menyatakan bahwa bentuk cinta ini adalah untuk memelihara, menerima keadaan yang dicintai, dan tanpa syarat. Tak ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk menghilangkan itu jika anda sudah mempunyai itu, dan barangkali lebih penting, tak ada sesuatu yang dapat anda lakukan untuk memperoleh itu, jika anda tidak mempunyainya. Cinta jenis itu adalah mutlak tidak bersyarat. Itu adalah suatu bentuk cinta yang digunakan untuk mengkomunikasikan bahwa kenyataannya anda berada (that the very fact you exist), sudah cukup bagi anda untuk dicintai. Anda tidak perlu melakukan sesuatu, memperoleh atau mencapai sesuatu, atau menjadi sesuatu untuk menerima jenis cinta mi. Karena anda ada, anda dicintai. Seorang anak yang mengalami jenis cinta ini diberi suatu alternatif dan mana dia memperoleh kegembiraan hidup dan suatu perasaan berharga, yang sudah berada dalam diri sendiri. Dinukil dari buku 4 Teori Kepribadian Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/ -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED] UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
