Wah pendapat dari temen kali ini bener-bener bagus dan gua setuju banget.... Gua setuju banget bahwa setiap orang berhak mencari yang terbaik tapi dalam konteks pacaran harus dong dijunjung tinggi sikap fair, terbuka, setia dan bertanggung jawab. Gua paling gak senang dengan sikap penyelewengan karena sikap ini menujukkan sikap yang tidak sportif sama sekali..dan juga gua paling gak suka melihat sikap asal serobot pacar orang lain (alias gua benci banget). Seharusnya sebagai sesama cowok ataupun cewek harus menjunjung tinggi nilai persahabatan dong....jangan main serobot aja. > Send reply to: [EMAIL PROTECTED] > From: "Emil Rezandi Juni" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]> > Date sent: Tue, 29 Jun 1999 09:33:27 +0700 > Subject: Re: [love] Problem... > ----- Original Message ----- > From: okidsw <[EMAIL PROTECTED]> > > > Ya itu memang betul, karena cewek itu memang sangat suka perhatian dan > > suka > > digoda (asal digodain dengan bener oleh orang lain yang masuk > > kategorinya). > > Tapi selain cewek juga berhak menentukan siapakah orang yang tepat dan > > terbaik untuknya > > Betul, dengan catatan dia tidak sedang terikat dengan seseorang. > > > Jadi dalam hal memilih orang yang tepat (He's the one) faktor kesetiaan > > dalam berpacaran memang dapat dikesampingkan. Karena menikah cuma sekali, > > jadi harus dipastikan bahwa ia orang yang tepat bagi kita. > > Apa sih memangnya tujuan pacaran ? Kalau memang tidak yakin dan belum pasti > bahwa dia orang yang tepat buat kita, kenapa nggak putus dulu, baru pilih > yang lain. Fair buat semuanya kan ? > > > Setiap orang berhak untuk mendapatkan yang terbaik bagi dirinya sendiri, > > karena dialah yang akan ia ajak hidup bersama seumur hidup. Tanyakan pada > > dirimu sendiri apakah he/she (pasanganmu) layak menjadi ayah/ibu dari > > anak-anakmu ???? > > Exactly, oleh karena itu kalau kita diberi kesempatan untuk pacaran, gunakan > sebaik2nya untuk menjajaki sifat, kebiasaan dan kecocokan masing2, akan > tetapi harus fair and square dong, seandainya ada yang lain yang lebih > 'menarik' dan lebih 'reliable' -katakan... yang sekarang silahkan diputus > dulu, start all over again dengan yang baru ini.... > > > Jadi kalau sudah pacaran, dan tak yakin pacar itu adalah "he is the one", > > ada orang lain yang mengejar, dan merasa orang baru ini lebih baik > > kepribadian, kedewasaan, kualitas mental, perilaku, serta yakin yang baru > > adalah 'he is the one' , jangan ragu-ragu tinggalkan yang lama dan > > beralih ke yang baru. > > Nah, kalau 'tinggalkan' dan 'putuskan' nggak apa2... akan tetapi > 'tinggalkan' ini harus sama sekali bersih dari unsur 'selingkuh' , 'mendua' > dan semacamnya, kenapa ...? karena kalau tidak kita akan seenaknya saja > terhadap orang lain yang menjadi pasangan kita. Kita akan melalaikan tugas > kita dalam pacaran untuk belajar 'bertanggung jawab' terhadap pasangan kita, > kita akan 'cari enak' saja terus... bayangkan betapa rapuhnya pernikahan > yang dilandasi dengan pikiran bahwa 'setiap saat ada yang lebih baik saya > akan pindah ke lain hati'... belum lagi kalau masalah subyektifitas sudah > bicara... saya kira 50 % (nggak ada data nih, asal tembak aja) pasangan yang > menikah, setelah 10 tahun akan bercerai kalau prinsipnya seperti ini... > begitu pernikahan sudah monoton, membosankan, ada teman kantor yang lebih > oke... kalau nggak punya rasa tanggung jawab, pasti akan tergoda... > > > (faktor lain sebagai sebab yang dapat ditolerir adalah tampang dan body > > yang > > lebih bagus, otak yang lebih cerdas. Tetapi faktor keuangan yang lebih > > baik tak dapat ditolerir, karena itu berarti matre) > > Faktor apapun tidak bisa mentolerir perselingkuhan, seperti yang sudah saya > sebutkan, seandainya ada yang lebih baik, bagus, cerdas, dll.. kenapa tidak > diputus saja dulu ? > > > Lain halnya dengan kesetiaan dalam pernikahan itu harus, soalnya kita > > harus > > setia sama pasangan yang sudah kita yakini he/she is the one. > > Kalau kita sudah biasa selingkuh, bagaimana caranya kita bisa setia ? Ingat > lho, pacaran itu adalah sarana untuk belajar berpikir menghadapi suatu > masalah dengan ada seseorang di sisi kita, yang ikut terpengaruh dengan apa > keputusan yang kita ambil. Belajar hidup dengan tidak 'selfish' dan hanya > memikirkan diri sendiri. Jadi apapun perilaku yang biasa kita lakukan pada > saat pacaran akan terbawa hingga menikah secara otomatis... Nggak bisa kita > berharap bahwa "gue pas pacaran aja nih kayak gini, nanti kalau menikah sih > lain..." > > > Itu mungkin pendapat dari sisi orang yang punya pengalaman pacarnya > > direbut. > > Hak seorang untuk mengejar orang yang udah punya pacar, malah ada juga lho > > cowok yang berani mengejar cewek yang sudah menikah. > > Heheh.. :-) mungkin begitu, walaupun saya rasa lebih ke arah 'etika' , > 'harga diri' , dan 'saling menghargai sesama pria'... Gue sih malu kalau > nyodok2 punya orang... :-) lagian gue menghargai cowok tsb, dan juga > hubungan yang mereka punyai. I respect the guy, and their relationship. > Seandainya kita benar2 beranggapan bahwa hubungan tersebut 'salah' dan > 'lebih baik sama gue' (ini secara obyektif lho), kenapa nggak kita tunggu > sampai putus aja ? Kalau kita nggak sabar sampai mereka putus sendiri, kita > bisa kasih masukan ke cewek itu bahwa hubungannya nggak bener dan sebaiknya > diakhiri aja, tapi kita nggak perlu 'mencuri' punya orang lain, apalagi > dengan sadar mengajak 'selingkuh' dan sembunyi2.... > > > Sekarang sebagai pihak cowok yang diserang cowok lain, yang harus > > dilakukan > > adalah bagaimana tindakan anda untuk memperbaiki kepribadian, kedewasaan, > > kualitas mental, perilaku anda agar lebih baik, serta lebih memperhatikan, > > menyayangi, memanjakan dan mebahagiakan cewek anda. > > Kalau ini sih udah jelas, tanpa adanya kondisi 'diserang' juga semua orang > wajib untuk memperbaiki kepribadian, kedewasaan dll tsb... Tapi kalau > seandainya ada 'doubt' dari pasangan kita, terhadap kejujuran kita, terhadap > niat kita, terhadap perasaan kita... saya sih lebih baik putus aja... "One > little doubt is more than enough..." > > Oh iya, tentunya prinsip di atas adalah karena saya berpendapat bahwa "I'm > trustworthy, I never lied to you, so don't ever doubt me.." > > > (perbandingan/ memilih yang lebih baik ini berlaku di semua sektor kecuali > > di sektor keuangan) > > He-he-he... lucu juga, padahal saya justru pikir ini sebagai sebagai faktor > yang harus *sangat* dipikirkan untuk memasuki jenjang pernikahan. Kenapa > seseorang tidak berhak memilih yang lebih baik berdasarkan materi ? Boleh2 > saja, tapi yang lama diputus dulu dong... nggak ada masalah dengan memilih > yang terbaik, semua orang mempunyai hak yang sama.... junjung tinggi > fairness dalam sebuah hubungan... itu penting.. percaya lah.... > > > emilr > > > Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/ > > -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- > To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] > To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] > Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED] > UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com > > > Bambang Veriansyah 13097012 [EMAIL PROTECTED] ********************************** AMICITIA NOSTRA MONEAT IN AETERNAM ********************************** =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= "The Lord's hand is not shortened, that it cannot save; neither his ear heavy, that it cannot hear" Isaiah 59:1 =-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/ -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED] UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
