----Original Message-----
From: [DoNi] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, July 01, 1999 9:04 PM
<deleted>
Gue udah saranin... cerita aja ama temen kalo lagi punya masalah, jangan
dipendam sendiri. Dia bilang udah.. malah terlalu sering.. dan itu gak
ngefek
apa-apa ama dia. Dia juga gak enak terus2an gitu ama temennya.
Gue tau bahwa dia sakit.. tapi gue gak berani bilang gitu, takut dia
tersinggung. Dia keliatan pasrah banget ama semuanya.. dia bilang, ini semua
udah takdir dia..
Nah, dia udah cerita ama gue... terus gue mesti gimana?
--------------------------------
My Reply:
Saya sangat terharu membaca cerita teman anda itu. Memang sangat tragis
sekali. Tetapi saya menilai dia melakukan semua itu karena dia tidak
mempercayai orang. Dan bisa saya katakan dia tidak mempunyai A Friend to
Rely On, A Shoulder to Cry On--yang tidak mutlak orang itu pacar kita
sendiri.
Sebenarnya cara anda sendiri untuk mendengar--menjadi pendengar yang
baik--cerita dia, itu sudah membantu dia sebenarnya. Tapi, masing-masing
orang punya karakter yang berbeda. Ada yang bisa hilang--at least
berkurang--setelah menceritakan apa yang dialami ke seorang real friend dan
ada juga yang tidak. Untuk orang yang tidak puas, biasanya dia selalu
memendam deritanya sendiri. Disini saya masukan teman anda itu dalam
kategori orang yang tidak puas walaupun dia sudah curhat ke seseorang.
Mungkin tempat dia curhat itu bukan real friend. Karena seorang real friend
akan mengerti dan selalu membantu dalam suka dan duka.
Masalah dia tidak mau balik lagi ke cowo-nya itu mungkin dia punya alasan
tersendiri. Mungkin saja alasan itu seperti yang dia ceritakan ke
anda--karena cowo-nya punya kebiasaan mukul, keluarganya tidak mengizinkan
dia cari cowo lain, capek harus mulai pacaran dari nol dsb.
Anda bisa menjelaskan ke dia bahwa seharusnya dia tidak melakukan seperti
kebiasaan melukai diri dengan cara mengiris anggota tubuh, membenturkan
kepala ke dinding dan lainnya yang sifatnya merusak diri kita sendiri jika
dia punya masalah/tertekan. Memang saran anda--jangan memendam masalah
tetapi cerita ke teman--itu sudah bagus. Tetapi untuk jawaban dia--malah
terlalu sering dan tidak ada pengaruh apa-apa sama dia--, anda bisa
memberikan saran dia harus mencari seorang teman--real friend, dimana real
friend itu bisa menjadi someone to rely on and to cry on. Bisa saja orang
itu ANDA sendiri.
Dan saya sarankan jangan pernah mengatakan dia itu 'sakit'. Karena itu akan
membuat dia terluka lagi dan tidak akan mempercayai anda. Kata 'sakit' itu
anda ucapkan ke dia, apabila dia masih tidak mau mengerti. Itu adalah kata
yang terakhir. Jangan pernah takut dia akan tersinggung akan ucapan anda.
Karena menurut saya, teman anda itu sudah cukup dewasa.
Yang terakhir, saran saya untuk teman anda. Manusia itu dilahirkan karena
orang tua yang menginginkannya. Tidak ada seorang anak yang lahir itu tidak
diharapkan oleh orang tuanya. Memang kadang sikap orang tua yang terlalu
over protective thd anaknya, membuat si anak merasa dia tidak diharapkan.
Tapi, jangan pernah kita mengatakan kita lahir ke dunia ini tidak diinginkan
oleh orang tua. Karena dengan ucapan itu saya menilai kita tidak berterima
kasih kepada Tuhan yang telah memberikan kita kesempatan untuk hidup.
Rgds,
Eisenhower
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com