Assalamualaikum wr wb
Saya fwd msg ini karena rasanya terlau sayang kalo hanya saya atau beberapa
gelintir saja yg baca. Spt kata Sd.r. Budiyono Silahkan renungkan sendiri.
Untuk Sdr. Budiyono maaf kalo saya fwd msg anda. Mudah2an anda bisa mengerti
alasan saya

wassalam
atrinov

===============================
-----Original Message-----
From: Budiyono <[EMAIL PROTECTED]>
To: 'Ariella K' <[EMAIL PROTECTED]>; 'Atrinov' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, August 02, 1999 11:14 AM
Subject: Surat dari Ayah


>
>
> Cobalah renungkan karena isinya sangat dalam
>dan hanya bisa diterjemahkan oleh nurani kita sendiri....
>
>----------------------------------------------------------------
>
>SURAT AYAH PADA ANAKNYA
>
>Sepucuk surat dari seorang ayah
>
>Aku tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah
>yang tahu. Sebelum kulanjutkan, bacalah surat ini sebagai surat
>seorang laki-laki kepada seorang laki-laki; surat seorang ayah
>kepada seorang ayah.
>
>Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti
>kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat ini. Kecemasan yang
>indah karena ia didasari sebuah cinta. Sebuah cinta yang telah
>terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun kutemui.
>Nak, menjadi ayah itu mulia. Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul
>dan temukanlah betapa nasehat yang terbaik itu dicatat dari dialog
>seorang ayah dengan anak-anaknya.
>
>Meskipun demikian, ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat
>dan sulit. Tapi kuakui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di
>sisiku, aku seperti menemui keberadaanku, makna keberadaanmu, dan
>makna tugas kebapakanku terhadapmu. Sepanjang masa keberadaanmu
>adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan di depan
>siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku duduk berduaan
>berhadapan dengan Nya, hingga saat usia senja ini.
>
>Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai
>buah cintaku dan ibumu. Sebagai bukti, bahwa aku dan ibumu tak
>lagi terpisahkan oleh apapun jua.
>
>Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata:
>"TIDAK", timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya. Engkau
> bukan milikku, atau milik ibumu Nak. Engkau lahir bukan karena
> cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku
> menuntut pengabdian darimu. Karena pengabdianmu semata-mata
> seharusnya hanya untuk Tuhan.
>
>Nak, sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa
>sebenarnya aku dan siapa engkau. Dan dalam waktu panjang di
>malam-malam sepi,kusesali kesalahanku itu sepenuh -penuh air mata
>dihadapan Tuhan. Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.
>
>Sejak saat itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu
>kepada pemilikmu yang sebenarnya. Membuatmu senantiasa berusaha
>memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan segala sesuatu karena Nya,
>bukan karena kau dan ibumu. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang
>lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan.
>
>Inilah usaha terberatku Nak, karena artinya aku harus lebih dulu
>memberi contoh kepadamu dekat dengan Tuhan. Keinginanku harus
>lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan. Agar perjalananmu
>mendekati Nya tak lagi terlalu sulit.
>
>Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau
>kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma
>menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar
>dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya.
>
>Saat engkau mengeluh letih berjalan, kukuatkan engkau karena kita
>memang tak boleh berhenti. Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal
>letih dan berhenti, Nak. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku
>tiap kali memeluk dan menghapus air matamu, ketika engkau hampir
>putus asa.
>
>Akhirnya Nak, kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan di
>hadapan Tuhan, dan kudapati jarakku amat jauh dari Nya, aku akan
>ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia. Tapi, kalau boleh
>aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan.
>Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa
>kita kembalikan kepada pemiliknya.
>
>Dari ayah yang senantiasa merindukanmu.
>
>Salam
>Budi
>
>-----Original Message-----
>From: Ariella K <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Friday, July 30, 1999 5:34 PM
>Subject: [love] dukun yang bertindak ?
>
>
>>dear all,
>>
>>Apa ada di antara kalian yang percaya dan ngerti masalah 'perdukunan'?
>
>
>emang ada apa sebenarnya sih... apa hub,. temen kamu itu diganggu oleh
>dukun
>atau sejenisnya..?
>Boleh juga tuh kamu kontak saya soalnya saya pernah dapetin seperti ni.
>Dan
>kita bisa menolaknya dengan keyakinan kita sendiri. Tdk perlu pakai
>dukun
>juga
>
>wassalam
>
>atrinov
>
>
>Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
>
>-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
>To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
>Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
>UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
>


Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke