....gue ikutan yah =)
>From: "puja" <[EMAIL PROTECTED]>
>Negara kita negar timur dan religius mungkin sangat tidak mungkin
>kehidupan gay dan lesbian bisa diterima karena tidak ada satu agamapun
>yang membenarkan hal ini.
betul, mudah2an hal tersebut karena agama, bukan karena 'belum terbiasa' :)
(soalnya banyak juga hal2 yang bertentangan dengan agama dinegara ini, tapi
lama2 keliatan spt biasa, hehe).
>Tapi bagaimanapun berdasarkan nilai kemanusiaan saya bersedia menerima
>mereka kalau ada disekitar lingkungan saya asal tidak mengganggu kehidupan
>sosial saya. Karena saya pikir mereka mahluk ciptaan Tuhan juga...
>Siapa yang ingin dilahirkan menjadi gay dan lesbi....Orang tua mana yang
>ingin anaknya gay atau lesbi....tapi jalan hidup mereka memaksa mereka
>menjadi gay atau lesbi. Oleh sebab itu mereka pasti menyembunyikan
>identitas mereka.
setuju...
saya juga gak keberatan kok temenan dengan gay/lesbi/bisex, asal ada saling
pengertian.
toh hubungan manusia (non-sex) bukan ditentukan oleh hal-hal tsb (misalnya
suku-agama-ras-budaya-tingkahlaku-kebiasaanburuk/baik-dll dst....)
At 8/14/99 10:25 AM, dani rahmat wrote:
>Benarkah cinta sesama jenis tidak bisa kita hindarkan? Benarkah bila kita
>terlahir sebagai pencinta sesama jenis maka itulah "kodrat" kita?
dulu pernah baca di Intisari, katanya dari dalam kandungan, sudah bisa
ketahuan anak tsb homosexual atau bukan.
gue gak tau kelanjutannya gimana, apa itu hanya teori atau emang betul demikian
>Bila kita terlahir sebagai laki-laki maka dengan cara apapun tidaklah
>mungkin kita menjadi perempuan. Bisa saja kita menghias diri memakai baju,
>"make up" dan minyak wangi bahkan juga bisa memakai hormon-hormon tertentu
>sehingga sifat kewanitaan akan lebih menonjol pada tubuh kita. Namun
>bagaimanapun juga semua usaha itu tidak akan bisa menumbuhkan rahim dan
>indung telur di tubuh kita. Dari luar bisa saja seorang pria terlihat
>lebih seperti wanita. Namun bagaimanapun juga semua tadi palsu belaka.
>Demikian juga sebaliknya seorang wanita yang ingin tampil sebagai pria tak
>akan pernah dapat sepenuhnya menjadi pria.
betul, tapi perlu diingat juga, bahwa mereka yang mengadakan 'perubahan
wujud' tersebut, melakukannya demi usaha bisa diterima lingkungan.
jadi mungkin (mungkin...) dari pada bentuk gue cowok, sedangkan gue 'yakin'
gue ini cewek, mendingan gue keliatan spt cewek, biar lebih pas keliatannya
berdasarkan tingkah laku, dan gaya ngomong misalnya.
>Itulah kodrat kita. Menjadi perempuan atau menjadi laki-laki. Tak akan
>pernah bisa kita rubah lagi.
sejak kapan kira2 kodrat ini kita peroleh? apa sejak lahir dan melihat
'anu' kita berbentuk seperti apa?
apa kalau ada bayi lahir dengan penis maka dia kodratnya sbg laki-laki?
>Menjadi pencinta sesama jenis, apakah juga suatu kodrat yang tak bisa dirubah?
nah ini mungkin ada hubungannya dengan pertanyaan saya diatas itu.
orang mulai jadi pecinta sesama jenis setelah akil balik bukan?
disini gue melihat ada 2 jenis loh...
jadi ada yang dari sononya memang sudah 'beda', tapi ada yang berubah
karena lingkungan.
nah yang berubah karena lingkungan ini ynag salah, gimana setuju gak...
soalnya saya juga pernah liat/dengar/baca, ada orang yang terlahir dengan
kelamin lelaki, tapi sisanya dia itu perempuan, misalnya bentuk wajah,
suara, payudaranya gede (sorry), pinggulnya juga gede, pokoknya kayak cewek
lah, tapi... kelaminnya itu cowok, kalau gak salah yang beginian ada
istilah medisnya deh.
malah pernah baca juga, ada yang punya kelamin sampe 2.
well, tapi saya yakin yang jadi pembahasan disini bukan yang seperti itu khan?
mungkin yang dibahas itu yang berubah karena lingkungan?
>Segala sesuatu di muka bumi ini berlaku hukum tarik menarik. Kutub negatif
>menarik kutub positif. Rusa jantan mengejar rusa betina. Burung dara
>jantan pun terbang merayu si betina.
>Mengapa demikian? Mengapa tak ada rusa homo demikian pula tak ada burung homo?
>Karena itulah kodrat makluk hidup. Punya naluri untuk meneruskan
>kelangsungan hidup jenisnya. Dan kelangsungan hidup jenis ini hanya bisa
>dilakukan dengan bersatunya sel telur dan sperma. Bukan sperma dan sperma
>atau sel telur dan sel telur.
konon, kera dan monyet pun bisa jadi homosex, kalo hewan lain mungkin belum
diteliti.
>Maka cinta sesama jenis itu bukan kodrat. Bahkan sama sekali tidak sesuai
>dengan kodrat alamiah manusia. Bayangkan kalau setengah umat manusia
>melakukannya maka populasi manusia akan berkurang secara drastis dalam
>satu generasi saja. Bisa dibayangkan bagaimana cepatnya kehancuran umat
>manusia bila memang cinta sesama jenis ini adalah kodrat yang harus
>diterima begitu saja.
apa bom atom dan reaksi nuklir itu kodrat manusia juga?
>Namun para pencinta sesama jenis inipun tentu tidak harus kita singkiri.
>Tak harus kita kucilkan, walaupun tentu tak bisa kita terima begitu saja
>mereka mengumbar kelainan mereka. Mereka adalah orang-orang yang perlu
>pertolongan untuk bisa kembali hidup normal sesuai dengan kodratnya
>sebagai laki-laki atau sebagai perempuan.
>Ibarat orang sakit badaniah mereka harus kita tolong untuk bisa sembuh
>dari sakitnya.
>Dan sebagaimana juga dengan penyakit lain maka kita harus pula mencari
>cara pencegahannya untuk melindungi diri, keluarga dan masyarakat kita
>supaya tidak terkena "wabah homo" ini.
mungkin lebih oke nih, kalo kita juga tau kira2 apa penyebab orang jadi homo
kira2 apa penyebabnya? ambil contoh cowok deh, gimana caranya sampe seorang
cowok bisa jadi homo.
apa karena dari kecil dididik untuk suka sama cowok juga?
atau karena adanya kesadaran dari dalam diri, kalau pacaran dengan sesama
cowok itu ternyata jauh lebih yummi..?
|ID| DESperado
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com