Dear Lovers, Salaam sayang :) Mas Dani, saya suka kamu punya ... :) Artikel kamu bagus-2 yah.... Keep on the good work ! Here's a little story untuk menambahi sedikit postingnya mas Dani. ******** Fithrah (asal) manusia adalah suci dan akan tetap suci selama manusia tidak melakukan dosa. Tapi seiring dengan perjalanan hidupnya, nampaknya kesucian ini akan susah dijaga. Benarkah demikian ? Bisa ya, bisa tidak. Ya, kalau kita tetap asyik masyuk dalam dosa, tidak, kalau kita mau menyadari kesalahan kita dan bertaubat kemudian. Pacaran adalah salah satu hal sensitif yang bisa menimbulkan dosa bagi manusia, dosa bagi yang melakukan 'hal-2 yang hil-2" :) dosa bagi orangtua yang membiarkan "hal-2 yang hil-2" itu terjadi, dosa bagi sekitarnya yang membiarkan, atau dosa bagi sekitarnya yang menyebabkan/mengajarkan. Sekarang mari kita kaji secara logis dulu, mengapa ada orang-2 yang senang berpacaran (sambil ber hal-2 yang hil-2 itu :) dan mari kita coba cari solusinya. Mengacu pada postingnya mas Dani, mungkin bisa kita kelompokkan sbb : 1. Mereka ingin menikmati masa mudanya. Wah, kalo alasannya seperti ini sih, lucu bagi saya (no hard feeling, ok :) Mau menikmati masa muda dengan melakukan perbuatan-2 yang mendekati zina ? Weleh-weleh...., hey boys and girls, apa kalian tidak tahu, kiamat itu bisa aja terjadi 5 menit lagi ! Kalo kalian maunya senang-2 kayak gitu, apa yang mau kalian bawa ke alam sana nanti ? Solusi yang saya tawarkan, belajarlah, timbalah ilmu, selagi muda kemampuan dan minat kita untuk mempelajari sesuatu itu sangatlah tinggi (saya tahu, karena saya juga masih muda lho :). Carilah ilmu yang baik, yang cocok bagi kamu. [Jangan malah mendalami ilmu "hal-2 yang hil-2" itu yah :) ] 2. Asalkan nggak bersebadan. Alasan ini agak lucu juga, apa kamu bisa yakin kalo kamu itu nggak akan terjerumus kedalam jerat setan nantinya ? Pertama waktu suka, dengan memandangnya aja kita udah senengggg buanget, kan ? Terus setelah bisa "megang-2" dia, rasanya pandangan aja nggak cukup. Terus abis "pegang-2" beranjak ke rangkulan, ciuman, yang terus akan kamu rasakan tidak cukup. Lalu mau sampai kapan ? Nanti kalo udah terjerumus baru rasa. Enak ? Sesaat mungkin, setelahnya ? Berraatt.... man. Terus apa kamu kira nggak bersebadan itu, bukan zinah ? Seorang yang amat bijak pernah berkata (kurang lebih), "Tiap-2 bagian tubuh itu ada zinahnya, mata zinahnya memandang, kuping zinahnya mendengar, tangan zinahnya memegang, hidung zinahnya mencium, kaki zinahnya melangkah, yang kesemuanya itu akan dibenarkan atau didustakan oleh kemaluan (maaf -red)" Makanya, kita itu kalau melakukan sesuatu itu lebih baik punya dasar yang kuat deh. Untuk itu selagi muda, mari kita nikmati hidup ini dengan menimba ilmu dulu sebanyak-2nya. Apa kalian nggak tertarik sama matahari ? Bumi ? Bulan ? Bintang ? Tari Piring ? $$$ ? Laut ? Kanguru ? Ikan mas Koki ? Perangko ? Amien Rais (oops, not supposed to mention any name, here) yang saya maksud politik ? Cara-2 menebar kasih ? :) :) :) dll, dlll, dll...... Berpacaran-lah dengan yang ini. Tentu saja dengan cara yang benar dan tujuan yang benar. 3. Belum sanggup untuk menikah. Here's another, jadi kalau belum sanggup untuk nikah, yang enak-2nya itu tetep mau ? Belum sanggup nikah, pacaran gonta-ganti sanggup ? Oalah mas-2, mbak-2, jangan mau enaknya sendiri dong. Kasihanin juga diri kita sendiri itu, kalau nggak bisa kasihan sama orang lain, diri kita yang suci bersih itu masa tega-2nya kita kotorin sama dosa-2 yang notabene kita lakukan dengan sadar. Sebetulnya kalau niat kita untuk menikah itu benar-2 bersih dan ikhlas, kucuran rezeki itu akan muncul dengan sendirinya. Pernah ada kisah (nyata, yah) seseorang yang mau menikah tetapi tidak diijinkan oleh ortu-nya, karena dia belum bekerja walau sudah kasak-kusuk kesana kemari mencari pekerjaan. Akhirnya beliau membuat perjanjian untuk meminjam uang ortu-nya untuk menikah, yang pembayarannya dia akan cicil kemudian. Eh, ternyata, seminggu setelah menikah dia mendapat panggilan kerja di sebuah perkebunan. Jadi kalau memang ada niat untuk menikah, terus merasa belum sanggup, coba periksa dulu niat kita, sudah bersih apa belum ? Ikhlaskah ? Kalau memang sudah yakin, go for it, Insya Allah bakal ada aja yang bantuin kita. Itu tadi sedikit dari sebab-2 yang bisa saya tanggapi, walaupun mungkin pendapat saya ini masih banyak salahnya dan banyak kurangnya :) Well, sekedar bahan pertimbangan lah ... Terus kalau udah terlanjur pacaran bagaimana ? Bedanya manusia yang baik dengan yang tidak itu, kalau dia sudah berbuat dosa, dia akan menyadari bahwa dia itu telah mengotori fithrahnya yang suci, untuk itu dia kemudian akan bertaubat dan berusaha untuk menjaga dirinya lagi. Bukan malah tetap tinggal dalam kekotorannya tanpa sedikitpun usaha untuk memperbaikinya. Jadi kalau sudah terlanjur pacaran, menikahlah ! Kalau tidak mau, jaga jarak ! Kurangi aktivitas yang lebih banyak "hal-2 yang hil-2" itu :) Dan kita yang ada disekitarnya juga berkewajiban untuk membantunya menikah, kita bisa bantu dari segi menguatkan keyakinannya, memantapkan rencananya, atau menguatkan duitnya :) Maaf, Provokasi .... Salam hangat :) arief muLya ------------- "There's always a light in the heart of ones who Love" [Laa haula walaa quwwata illaa billaah] Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/ -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED] UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
