----- Original Message ----- 
From: D.E.S. <[EMAIL PROTECTED]>
> gue udah liat obrolan ttg 'kesepian' ini.
> mungkin yang dimaksud sepi itu jenuh kali... atau saya salah?
> jenuh itu ntar bawaannya jadi bosen dan bete, gak tau mau ngapa-ngapain lagi.

Bisa jadi iya. Saya juga mengalami kejenuhan itu karena pekerjaan yang
sama terus menerus. Sementara kalau saya break dari situ saya nggak
menemukan seorang pun.
 
> soalnya menurut gue yang namanya 'kesepian' itu kalo gak punya teman.
> misalnya orang pindahan, terus jadi penduduk baru disatu kota, nah diawal2 
> dia pasti bakal kesepian.

Ah, ini betul sekali. Memang saya pindahan. Saya dari kota kecil lalu dapat
beasiswa dari sebuah perusahaan asing. Setelah selesai sekolah saya
diwajibkan untuk kerja di perusahaan yang memberi saya beasiswa.
Teman-teman dekat saya dulu di sekolah nggak ada di kota ini.

> kalo misalnya bukan ini yang dimaksud, tolong lagi dong jelasin ke gua apa 
> yang dimaksud dengan "kesepian dihati" spt yang kalian maksud, soalnya hati 
> gua sih perasaan gak pernah ngerasa kesepian tuh (mungkin dulu pernah, 
> waktu pertama kali pindahan sekolah, sekitar 10thn lalu).
> kalo misalnya gak punya pacar terus ngerasa sepi... khan tinggal cari temen.
> sulit cari temen cewek? gua pikir itu banyak caranya.
> jadi yang kalian maksudkan ini kesepian yang seperti bagaimana?

Kesepian karena nggak ada temen juga kesepian karena kalau pun saya
punya temen selalu saya merasa ada jarak yang jauh dengan diri saya.
Bukan sombong tapi di lingkungan rumah saya saja, pendidikan saya paling
tinggi meskipun saya masih muda. Kalau ngobrol dengan orang-orang
yang dekat sini, rasanya ada jarak karena saya menilai kalau mereka
berpendapat tentang sesuatu suka terlalu naif, kalau membahas sesuatu
apa yang dibahas itu adalah sesuatu yang terlalu trivial buat saya. 
Jadi, saya kesepian karena nggak punya teman, tapi begitu saya memaksakan
diri untuk bergaul dengan orang-orang saya seperti hanya bersandiwara.
Rasanya kalau sudah gitu pengen balik lagi ke luar negeri. Orang-orang
sana pada umumnya lebih passionate. Memang kadang individualis, tapi
begitu kita bisa akrab rasanya orang-orang di sana bisa menempatkan
diri pada posisi orang lain. Malah sepertinya itu sudah standar pergaulan.
 
> intinya itu, menjauhkan diri dari hal2 yang dilakukan sehari-hari, liburan 
> lah. tapi paling oke itu sih ajak temen2 (baca: nyulik) untuk maen2 ke luar 
> kota misalnya, nah ini pasti menyenangkan, soalnya pasti fun.
> ini aja sekarang gua mulai memasuki masa2 jenuh lagi nih...

Rasanya di sini jarak antara orang-orang di jalan dari stranger ke no stranger
tebal sekali. Kalau kita pergi ke restoran atau cafe, orang cenderung duduk-
duduk dengan sesama teman aja. Nggak ada bar yang public atau untuk
umum di mana orang yang tadinya nggak kenal jadi kenal.
Orang bilang kalau ke luar negeri akan culture shock. Rasanya saya balik
lagi ke sini malah culture shock.

Thanks DES.

Bim



Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke