At 8/23/99 02:54 PM, Atrinov wrote:

>Oh iya, kisah ini berasal dri guru biologi saya wkt di SMA dulu. Saat itu
>kebetulan membahas ttg repro pd mahluk hidup :), dan entah kenapa bisa belok
>membicarakan pernikahan (baca: perjodohan).
>Guru saya ini bercerita bahwa pernikahannya dulu krn perjodohan ortunya
>(padahal beliau udah punya sang arjuna). Ttp karena adat yg kuat serta latar
>belakang pendidikan agama yang kuat maka beliau menerima perjodohan
>tersebut.

ibu guru ini dijodohin dan menikah tahun berapa?

>Sekilas info, ortunya telah memberikannya hak menolak ttp karena
>tanda baktinya (dan didikan agama yg kuat), maka diterimanya perjodohan tsb.

apakah diagama dianjurkan untuk jodoh? atau agama melarang pacaran?
sorry, ini saya asli nanya karena bego, bukannya mau nantang lho...

kalau sebagai tanda bakti ke ortu, it's oke... bisa gue terima.
ohya, bukannya diagama juga disebutkan, bahwa anak itu adalah "titipan" Tuhan?
saya sering dengar, dan sampe sekarang saya percaya dengan kalimat satu ini:
"Jodoh itu berada ditangan Tuhan...."
apakah Tuhan bekerja melalui tangan ayah dan ibu?

>Singkat cerita, pihak keluarga bersibuk2, sedangkan calon mempelai ini belum
>pernah bertemu sekalipun (baru fotonya saja). 2 minggu sebelum pernikahan
>tsb, kedua calon dipertemukan dan dberi kesempatan berbicara secara pribadi
>dari hati kehati. Inti pembicaraan tsb bahwa keduanya menerima dgn ikhlas
>perjodohyan tsb dan jika memang kelak tdk ada kecocokan harus bersedia
>berpisah secara baik2. Dan mereka pun sepakat utk pacaran setelah menikah
>(maksudnya berlaku spt org pacaran)

haha....
sebenernya ibu guru kamu itu sudah pacaran sebelum menikah.
mereka khan sempet ketemu 2 minggu khan?
nah, masa 2 minggu mereka ngobrol dari hati-kehati itu adalah MASA PACARAN 
mereka.
terserah mau disebut apa juga, tapi kata gue sih itu orang pacaran lagi.

>Singkat cerita lagi, mereka pun menikah dan menjalankan apa2 yg telah
>disepakati sebelumnya. Ternyata komentar mereka (spt yg diceritakan oleh
>guru saya tsb), bahwa pacaran setelah menikah tsb sangat indah, dan sangat
>lain dibandingkan dgn pacaran sebelum menikah.

jelas terasa lain, kita menikah dengan stranger bho...
perasaan yang paling dominan yang dialami mereka adalah malu2 :)

>Selain itu ada rasa
>ketentraman tersendiri di hati, tdk ada rasa was2, takut atau perasaan
>khawatir lainnya dan tdk tajkut kalo melampaui batas. Toh, mereka sudah sah
>sbg suami-istri..............Pkoknya : "Asyik dech..... (kata guru saya).

kalau saja mereka pacaran barang setahun dulu kek, saya yakin pasti 
jaauuhhhh lebih asyiiikkk dech...
(no offense)

sebab ada rasa ketentraman tersendiri dihati, tidak ada rasa was2, takut 
atau perasaan kuatir lainnya dan tidak takut kalau melampaui batas. toh 
sudah pacaran duluan, jadi sudah saling kenal, apa yang ditakuti?

>Alhamdulillah sampai sekarang rumahtangga beliau2 tsb aman2 saja...........
>Bagaimana rekan2 lovers, tertarik ? Silahkan saja (bukan provokasi lho)
>Maaaf kalau kepanjangan

begini, saya juga punya cerita, ini kisah nyata, terserah percaya atau enggak:

gua punya temen cewek, bukan temen deket sih. dia ini cakep, yang ngincer 
baaanyak skalee
tapi semua inceran ditolak dengan halus, degnan alasan, sudah ada jodohnya.
iya betul, jodoh dari ortunya sejak masih kecil.
padahal, temen cewek ini sempet akrab dengan ada cowok, yang suka sama dia.
mereka ini akrab banget kemana2 bedua dan kompak, tapi hanya sebatas temen, 
sebab si cewek sudah punya jodoh.
sejujurnya, temen gue ini juga suka sama cowok tsb, tapi khan sudah ada 
jodoh, jadi gak bisa lah, jadi mereka hanya bisa sebatas temen akrab (gue 
yakin pasti bete banget tu cowok hehe).

akhirnya, temen gue itu menikah, rame lho...
diadain di hotel horizon bandung, dan gue di undang juga lho.
kalau ngeliat kedua mempelai, bener2 pasangan serasi, senyumannya aja 
sekilas mirip.
semua ibu2 yang hadir dipesta pada kasak kusuk memuji keserasian tsb.

pasangan ini pun terlihat sangat bahagia, kompak deh dan selalu mesra.
kemana2 bedua dan sang suami pun terlihat sangat Siaga (siap-antar-jaga).
bahkan nonton Persib main pun, mereka terlihat berdua, kompak sama2 
nyorakin team Persib.
kalau kita pada bikin acara dan main bareng, si suami pun ikutan dan sangat 
baiik sekali (sering nraktir, hehe). temen cowoknya yang ngeceng dan deket 
tempo hari ini, udah ngilang deh entah kemana hehe...
sampe kita anak2 cowok pada mikir,  duhh... coba yaa gua ini dijodohin kek 
ama ortu gue ama cewek cakep gitu, kan asik juga tuh....

tapi belakangan ketahuan belang si suaminya ini. ternyata dia ini banyak 
cewek simpanan diluar.
udah gitu mafia juga, dan suka mukul istrinya.
temen saya itu curhat ke temen yang lain (gue dengernya dari temen yang 
lain ini) kalau dia sudah rencana cerai sama suaminya ini, dia bilang 
nyesel seumur2, tau gitu dia kawin lari aja ama cowok yang tempo hari, 
ternyata cowok tempo hari itu sudah ngajak kawin lari, tapi ditolak khan 
sudah ada jodoh dan berbakti sama ortu.

demikian ceritanya, gua gak tau kelanjutannya gimana, tapi konon... denger2 
cowok yang dulu itu, udah nongol lagi tuh...


nah, meninjau dari kisah diatas,

dan baanyak kisah2 sejenis yang gua pernah denger dan nonton, contohnya 
Siti Nurbaya dan Datuk Maringgih yang ternyata gagal total untuk pacaran 
setelah menikah.
makanya gua ambil kesimpulan, sebaiknya kenalilah dahulu calon 
suami/istrimu sebelum kamu menikahinya.

jangan beranggapan buruk dengan apa yang disebut "pacaran".
kok seolah2 konotasi pacaran itu adalah Sex sebelum Nikah? apa ini maksudnya?
astagaaa yaa ini sih kembali lagi ke orangnya masing2.
pacaran itu ada batas2nya dan sudah kewajiban tiap orang beragama untuk gak 
melampaui batas2 tsb.

menurut gua, arti kata pacaran itu adalah: mengenal lebih dekat sebelum ke 
perkawinan.
pasangan yang telah saling mengenal lebih dahulu pasti akan solid 
keluarganya dan lebih solid untuk membina anak2nya.


perjodohan itu tradisi yang sudah sepantasnya dihapus.



|ID| DESperado

Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke