Mungkin harus dicermati berita sebelumnya, bayi-bayi itu saat ini sudah
berusia enam sampai tujuh bulan. Yang agak mengherankan bagi saya adalah
mengapa baru sekarang berita-berita itu disiarkan? another story for our
political conflicts? apa maksud dibelakang penyebaran berita ini?
Hendaklah concern kita terhadap hal ini tidak mengurangi kewaspadaan kita
.....
dave
----------
From: ayu putri
To: [EMAIL PROTECTED]; okidsw
Subject: Re: [love] SiaR---BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA MEI SUDAH
LAHIR
Date: Monday, September 06, 1999 1:35PM
Ada sesuatu yang aneh pada informasi ini, Bila kejadian perkosaan
terjadi pada Mei 1998, mengapa baru melahirkan bulan ini (sept atau
Agustus 1999)? Mengapa cukup lama mengandungnya? Meski demikian, saya
tetap merasa prihatin dan sangat sedih dengan adanya kabar ini.
Putri Ayu
--- okidsw <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Forward this letter to All of your Indonesian Friend
> To show that you care for all of the victim.
> Juga untuk bayi tak berdosa yang telah lahir, Mereka
> tak tahu apa-apa,
> Tetapi mereka Lahir ke dunia yang kejam ini dengan
> beban yang sangat besar,
> hasil dari kekejian manusia.
> Mereka juga menanggung setumpuk 'dosa' yang
> diwariskan dari 'ayah-ayah'
> mereka yang keji dan berideologi "perikebinatangan"
> Mereka harus siap mental, Menjadi aib bagi seluruh
> bangsa, ditolak oleh
> semua pihak karena mereka adalah hasil dari
> kebinatangan sekelompok manusia.
> Menjadi Yatim Piatu, Tumbuh dewasa tanpa Kasih
> sayang Ibu kandung.
> Akan dihindari oleh Ibu yang melahirkannya dan
> keluarganya sendiri, karena
> akan menjadi aib yang akan mengingatkan ibunya akan
> tragedi yang telah
> terjadi.
> Berdoa untuk mereka, Agar Tuhan memberi kekuatan,
> memulihkan Semangat yang
> patah dan jiwa yang terluka, membangitkan harapan
> dan kekuatan mereka untuk
> meneruskan hidup, Sekejam apapun hidup
> ini.
>
> #Bagi yang ingin memberikan bantuan :
> *Sekretariat Tim Relewan Untuk Kemanusiaan
> Ph. (021) - 8094531
> *Tim Relawan Divisi Kekerasan Terhadap Perempuan
> Ph. (021) - 7902109, 7902109, 8298421
>
> 4 Sept 99 ,OGH/O/DS
>
>
>
> REFERENSI :
> http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/msg03484.html
>
>
> SiaR---BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA MEI
> SUDAH LAHIR
>
>
----------------------------------------------------------------------------
> ----
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: SiaR---BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA
> MEI SUDAH LAHIR
> From: SiaR News Service <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Fri, 03 Sep 1999 18:00:02 -0700
> Delivered-To: [EMAIL PROTECTED]
> Delivered-To: [EMAIL PROTECTED]
> Sender: [EMAIL PROTECTED]
>
----------------------------------------------------------------------------
> ----
>
> Precedence: bulk
>
>
> BAYI-BAYI KORBAN PERKOSAAN PERISTIWA MEI SUDAH LAHIR
>
> JAKARTA, (SiaR, 3/9/99). Para korban
> perkosaan dalam kerusuhan Mei
> 1998 di Jakarta lalu sudah melahirkan bayinya. Dua
> bayi hasil perkosaan
> massal itu telah berusia enam dan tujuh bulan saat
> ini dirawat di sebuah
> yayasan sosial. Menurut informasi yang dihimpun
> SiaR, dua remaja kakak
> beradik berusia 18 dan 16 tahun dari etnis Tionghoa
> itu melahirkan bayi
> mereka dengan bedah caesar. Dua kakak beradik ini
> melahirkan di salah satu
> rumah sakit di sekitar Jakarta. Demi keamanan ibu
> dan bayinya, tim relawan
> merahasiakan tempat pastinya.
> Korban yang berusia 18 tahun itu melahirkan bayi
> wanita sekitar bulan
> Januari lalu. Sedangkan adiknya melahirkan bayi
> laki-laki sebulan kemudian.
>
> "Bayi-bayi yang mereka lahirkan pun normal
> dan sehat. Kini,
> bayi-bayi lucu itu sengaja
> dititipkan di salah satu yayasan demi kebaikan
> ibunya," ujar Ita F. Nadia,
> koordinator Tim Relawan untuk Kemanusiaan Divisi
> Kekerasan terhadap
> Perempuan.
>
> Ibu muda yang baru saja melahirkan itu
> adalah dua korban di antara
> puluhan wanita keturunan Tionghoa yang menjadi
> sasaran tindak kekerasan
> seksual saat meletusnya kerusuhan Mei 1998 lalu.
>
> Menurut Ita, kondisi kedua ibu muda tersebut
> sehat-sehat saja.
> Mereka, seperti umumnya remaja lain, juga punya
> cita-cita dan kembali ke
> bangku sekolah seperti semula. Meski demikian,
> mereka masih membatasi diri
> dalam bergaul karena trauma belum begitu saja
> terhapus. Jika ada ramai-ramai
> sedikit saja atau masyarakat berkumpul terlalu
> banyak, korban seperti
> ketakutan. "Kami tidak sebutkan lokasinya demi masa
> depan mereka sendiri,"
> tambah Ita.
>
> Memang, seperti cerita Ita, di antara
> beberapa korban perkosaan Mei,
> kini sudah ada yang bekerja kembali. Namun, tidak
> semua korban bisa dan
> bernasib baik, serta tegar menghadapi cobaan itu.
> Seorang ibu dan putrinya,
> misalnya, terpaksa mengungsi ke Australia. Tapi,
> karena tidak kuat, mereka
> pun akhirnya bunuh diri. "Bahkan, ada yang nekat ke
> luar negeri karena tidak
> ingin nasibnya diketahui orang lain. Kami merasa
> kecolongan," tambah Ita.
>
> Menurut cerita Ita, saat kerusuhan Mei lalu,
> keluarga gadis itu
> didatangi serombongan orang. Seingat korban, dia
> diseret ke kamar mandi,
> sedangkan adiknya dibawa ke gudang. Mereka berdua
> tidak ingat berapa orang
> yang memperkosa mereka. Sejak itu, kedua gadis ini
> stres berat. Bahkan,
> keluarga korban pun panik lalu mengurung mereka di
> kamar.
>
> Begitu Tim Relawan untuk Kemanusiaan Divisi
> Kekerasan terhadap
> Perempuan mendengar itu, mereka langsung melacaknya.
> Tapi, baru saja bertemu
> dengan orang tua korban, tak lama kemudian korban
> langsung menghilangkan
> jejak. Tim tersebut dengan gigih mencari keberadaan
> korban. Baru setengah
> bulan kemudian, korban ditemukan. Saat itu kondisi
> korban cukup mengenaskan.
> Mereka dikurung dalam satu kamar, mandi-berak di
> satu tempat. Kalau ada
> lelaki, selalu berteriak-teriak dan ingin bunuh
> diri. "Makanya, segala
> barang yang membahayakan di kamar disingkirkan,"
> tutur Ita.
>
> Saat diperiksakan ke dokter, usia kandungan
> kedua korban sudah
> berwujud manusia atau jabang bayi. Jadi, tidak
> mungkin digugurkan. Akhirnya,
> diputuskan tetap dibiarkan sampai cukup untuk
> dilakukan operasi caesar.
> Selama masa mengandung pun kedua ibu muda itu tidak
> menunjukkan kelainan.
> Hanya, mereka sulit makan hingga perlu ditambah
> vitamin. "Maunya mereka
> makan bakso, seperti layaknya ibu hamil yang
> ngidam."
>
> Repotnya, orang tua korban tidak mau mereka
> tinggal bersama.
> Bukannya tidak kasihan, tapi mereka takut karena
> keluarga mereka akan lebih
> menderita. Sebab, secara perlahan usaha keluarga itu
> mulai bangkit kembali.
> Kalau mereka berkumpul, dikhawatirkan banyak teror
> baru yang menghunjam
> mereka.
>
> Akhirnya Tim Relawan untuk Kemanusiaan
> Divisi Kekerasan terhadap
> Perempuan mengambil alih semua masalah keluarga itu.
> Mulai menyiapkan
> kelahiran, mencari dokter, sampai mau dikemanakan
> anak yang dilahirkan para
> korban itu. Semuanya kemudian dipersiapkan dengan
> baik oleh tim itu. Sampai
> akhirnya, kedua korban melahirkan bayinya lewat
> operasi caesar. "Kini, bayi
> itu dititipkan di sebuah yayasan tanpa tahu siapa
> ibu dan bapak mereka,"
> ujar Ita. ***
>
>
> ----------
> SiaR WEBSITE:
> http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html
>
>
>
>
>
>
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com