Sapa yang bilang cinta itu buta????  Yang buta itu kan orangnya!!!


-----Original Message-----
From: Corrazy_Guy <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 08 September 1999 23:29
Subject: [love] Fwd: Cinta Itu Tidak Buta, Tapi Menerima


>This is a forwarded message
>
>>================Original message text===============<
>"When two people love each other, nothing is more imperative and
>delightful than giving." -- Guy de Maupassant
>
>Suatu ketika dalam hidup,  kita terdorong mencari tahu definisi dan makna
>cinta.  Henry A. Bowman dalam buku Marriage for Moderns (1960) memberi
>penerangan komprehensif atas pertanyaan itu.  Menurut  Bowman, cinta
berarti
>satu hal bagi seseorang, dan hal lain bagi orang berbeda.
>
>Pemaknaan cinta ditentukan latar belakang  dan pengalaman masing-masing si
>pemberi makna. Bahkan seseorang bisa memberi makna berbeda pada periode
>hidup berlainan.  Keragaman pemaknaan itu disebabkan tidak adanya formula
>sederhana untuk menentukan apa yang termasuk dan tidak termasuk cinta.
>
>Dari sekian banyak makna cinta yang telah diketahui luas, beberapa
>dinyatakan tidak tepat oleh Bowman. "Ada sejumlah konsep cinta yang
>menyesatkan, namun telanjur dipercaya sebagai kebenaran," ungkap Bowman.
>Akibatnya, individu yang coba menentukan apakah perasaan di hatinya
>benar-benar cinta atau hal lain, makin bingung.
>
>Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat
>=======================================
>Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan
>menggunakan perasaan belaka.  Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi
agar
>tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga
>menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan
>begitu saja tanpa bisa mengelak.Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh
>cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan ideal kelompok
>dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat
>apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan jawab bila
>perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti.
>Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal
>kebodohan.
>
>Cinta membutuhkan proses
>=====================
>Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama.
>"Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,"
>katanya. Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang
>tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya
>dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga
jatuh
>dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil
melakukan
>orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain
>sebagai titik fokus baru.  Yang mungkin terjadi dalam fenomena "cinta pada
>pandangan pertama" adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang
>sangat kuat -- bahkan sampai tergila-gila.
>
>Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa
>jeda. Dalam kasus "cinta pada pandangan pertama", banyak orang tidak
>benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta
>itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar- benar mencinta. Mereka
>mencintai pasangan sebagai persolinatas yang utuh.
>
>Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi
>=======================================
>Bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan
>cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang
mencinta
>tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan
>untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan
>menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas
positif,
>mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila
>kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita
belum
>siap memberi dan menerima cinta.
>
>Cinta itu konstruktif
>===============
>Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri
>sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi
>konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh
cinta
>impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan
>ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang
dipikirkan
>hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan
>impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.
>
>Cinta tidak melenyapkan semua masalah
>================================
>Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan
>cinta itu obat bagi segala penyakit ( panacea ). Kemiskinan dan banyak
>problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya,
>cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih
berani
>menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan
>jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk
kepayang --
>berarti tidak benar-benar mencinta -- cenderung membutakan mata saat
>tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia
>mengenyampingkan problem.
>
>Cinta cenderung konstan
>===================
>Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan
>kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa
>kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita
>mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat
kembali
>bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala
>bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih
>hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama
>saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik
>fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita
>menyukainya dalam kadar sebanding.
>
>Cinta tidak bertumpu pada daya tarik fisik
>================================
>Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita
>menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor
>lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi
>setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan
>bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka
>bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik
>hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi
>terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut
pemuasan
>fisik sedari permulaan.
>
>Cinta tidak buta, tapi menerima.
>=========================
>Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan
menyadari
>sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan
>mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun
keinginan
>itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik
>kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik.
>
>Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin
>hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga
>meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan
>punya secuil keburukan yang sangat mungkin diperbaiki.
>
>Cinta memperhatikan kelanjutan hubungan
>=================================
>Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan
>kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa
>mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan
>memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha
>keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar
>kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang
>mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.
>
>Cinta berani melakukan hal menyakitkan
>===============================
>Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh- sungguh mencinta
>memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk
melakukan
>hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang
>berkata "tidak" saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu. Begitulah
>kita semua seharusnya bersikap pada pasangan.
>
>-= Mohon hapus dan edit pesan yang tidak perlu, Save Bandwitdh ! =-
>
>
>To Be Or Not To Be Continued,
>Yanes Rezki Abadi < [EMAIL PROTECTED] >
>ICQ No. 28068517
>||[ Make Life Not Just Living ]||
>"Keberanian  yang  sejati  bagaikan layang-layang: sentakan angin yang
menentangnya  bukan  melemparkannya ke bawah, bahkan justru sebaliknya
menaikkannya ke atas"---John Petit Senn(1790-1870)
>
>
>
>Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
>
>-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
>To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
>Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
>UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com
>
>
>


Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke