On Wed, 13 Oct 1999, odysseus wrote:
>
>kadang2 manusia memang suka lupa bahwa hidup ini seperti roda yang berputar,
hm... pingin ngomentarin yang ini... prinsip hidup itu roda bisa di
interpretasikan dari dua sisi Bung Odyseus... yang 'normal' (hehe, debat
normal lagi gue), orang akan berkata : jadi toleran lah ama yang sekarang
lagi di bawah... merasalah bahwa mungkin suatu saat kita juag di bawah,
kita jauh dari ce kita, karena tuntutan kerjaan, ato yang lain.
tapi ada satu sisi yang kadang di lupakan, prinsip ini juga bisa di
derivat ke prinsip (bahasanya susah ya ? heheh) : karena hidup ini
berputar, jadi tidak selamanya kita akan di atas. tidak selamanya kita
akan dalam posisi menguntungkan. kalau pada saat kita sedang dalam posisi
beruntung, kita sedang dalam posisi di atas, kita tidak mau menggunakan
kesempatan itu, lalu kita berempati dan menempatkan diri kita sebagai
orang yang di bawah... kapan kita akan mempunyai kesempatan ? kapan kita
akan *benar-benar* menjadi orang 'dia atas'. kita tak tahu, mungkin besok
kita akan menjadi orang di bawah. dan pada saat itu, akankah kita berharap
orang-orang yang 'dia atas' akan berempati terhadap kita ? kalau pada saat
kita diatas kita bisa bangga berempati menjadi orang bawah, tapi pada saat
menjadi orang bawah, bersiaplah SAKIT HATI apabila kita memimpikan orang
lain akan ber empati kepada kita.
the point is :
egoisme itu natural, 'normal', jangan menafikannya dengan 'terlalu'
berempati terhadap orang lain, itu hanya akan membuat kita kecewa dan
sakit hati pada saat kita mengharap orang lain berbuat yang sama. kalau
kita bisa menjadi 'baik', tanpa pernah terlintas pikiran sedikitpun orang
lain akan berbuat baik pula, mestinya saat ini kita tidak di sini,baca
email,karena kita mestinya bukan lagi manusia, tapi malaikat di surga
sana.
>makanya mereka suka seenaknya saja pada orang lain... *sigh*.... tolonglah
>kawan... buat dunia ini jadi lebih baik, jangan jadi makin kacau... pasangan
buat dunia lebih baik khan ? brarti kita berharap orang lain akan berbuat
baik pula khan ? bukan cuma kita ? hm..., sayang, dunia ini isinya
manusia, bukan malaikat.
back to hunting :
kalau nurut gue, legal aja loe nembak dia. kalau si ce emang mau, ya
mestinya si co yang jauh itu mesti menyadari donk, kalau loe ama ce yang
loe tembak itu 'jadi', 'jadi' itu kan proses transaksional, mesti ada dua
pihak, jadi bukan hanya elo, tapi ce nya juga 'salah'. artinya, si ce
emang bukan yang terbaik bagi si co yang jauh itu. cuman, inget aja,
dengan keberhasilan elo, brarti elo juga tahu gimana tingkat 'kesetiaan'
ce tersebut. jadi, kalau loe lagi pergi jauh dan lama, kasus yang sama
'sangat mungkin' terjadi lagi, dengan loe berganti peran. So ? bersiaplah
untuk setiap peran yang mungkin akan loe mainkan, dan nikmati aja peran
loe sekarang. Oceh ?
>> Gini aja, kalo loe memang nggak sabar banget nunggu dia putus..loe temuin
>> aja cowoknya yang di luar kota itu, terus minta ijin sama dia, boleh nggak
>> loe nembak ceweknya...
>> Gue rasa itu yang paling fair.... (dan paling nggak mungkiiin...he..he...)
>
>nah... ini baru lelaki sejati... mau gimana2 juga fair, jelas di depan
>mata...
jangan lupa siap-siap dengan segala kemungkinan. kalau si co di luar kota
lagi ada 'iseng', mungkin dia welcome aja ngelepas ce nya (buat ce2,
jangan mudah percaya kalau co loe di luar kota truly 'setia' :-). tapi
kalau dia trus shock, kalut, ambil parang, ya elo mending bawa samurai
dari rumah hehehhe *becanda*
yuk,
tri
~deviant??
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]