At 07:32 PM 12/12/01 +0700, Morrisey wrote:
>Sebelumnya maaf kalau topik ini mengulang lagi topik yang pernah diangkat
>oleh Mba' Yanti :)
>
>Tapi kalau boleh, please dong, kasih saran. Bagaimana seorang cewe untuk
>tertarik pada yang lebih muda? Apa ada yang sekarang2 ini mengalami hal
>ini? Atau paling tidak, punya temen yang mengalaminya?
Nggak tahu ya kalau dari perspektif cewe, gue cuma ada contoh temen gue
yang angkatan '90 married sama angkatan '88, tapi beda umurnya emang
sedikit, cowonya '70 cewenya '68.
Kalau gue sendiri... gue '72, cewe gue '68. Masuk kriteria nggak? (harap
mengabaikan millenium bug, hehe)
>Dan bagaimana seorang cowo untuk mendekati yang lebih tua?
Ya... sama aja dengan mendekati cewe yang lebih muda atau mendekati cewe
yang seumuran. Just be yourself.
Nonton Dunia Bintang (SCTV kalau nggak salah) hari Minggu sore kemarin
nggak? Si Meutia Kasim menanyakan kepada Sujiwo Tejo, kenapa istri Sujiwo
bisa suka dengan dia. Sujiwo kurang lebih bilang seperti ini, wanita itu
pada dasarnya suka dengan laki-laki yang nekat... (tapi kemudian dia
meralat sendiri), tapi belum tentu juga, itu kopassus pada nekat2 kok ya
nggak terlalu disukai wanita juga...
Dengan kata lain, ambillah kesempatan saat kesempatan itu ada. Kalau di
film Dead Poet Society, seize the day, carpe diem! Gue nggak bisa nerangin
lebih jelas lagi, karena harus dialami sendiri, tapi dengan sedikit
warning, nekat ini dalam konotasi menjalin hubungan, bukan dalam konteks
"kurang ajar".
>Apa sudah dianggap lazim percintaan seperti ini?
Soal lazim tak lazim, susah ya menentukan ukuran. Jaman Nabi Muhammad SAW
aja beliau menikahi Siti Khadijah yang jauh lebih tua daripada beliau.
Kalau menurut pendapat saya pribadi sih, kalau memang sayang, umur bukan
merupakan halangan, dan sepertinya bukan termasuk yang lazimnya harus
diperhatikan seperti agama misalnya.
>Saya tau, kalo cinta seharusnya obyektif, tapi khan.. kita tidak pernah
>bisa melepaskan diri dari lingkungan. Kalau lingkungan seakan menghambat
>kita, bagaimanapun diusahakan, mungkin ujung2nya akan menjadi konflik.
Kalau muslim, ya ambil aja contoh Nabi Muhammad SAW.
>Ada yang bisa ngasih pendapat?
>Makasih.
Cuma itu pendapat dari gue.
I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR
-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]