Artikel comotan dari Milis Psikologi. Semoga berguna.

Salam,
Djuni Lethek

------------------------------------
Date: Fri, 05 Nov 1999 22:09:27 -0500
From: Jusni Hilwan <[EMAIL PROTECTED]>
:
Subject: [psikologi] Cewek Lebih Senteres Dari Cowok?
:
:
:

                        Cewek Lebih Senteres Dari Cowok?

Kemarin, seseorang di milis 'Grief Support Group' dimana saya juga berkarya
berkata bahwa perempuan lebih bisa menceritakan kesedihannya kepada orang
lain dibanding laki-laki. Sebaliknya, kata doi lagi, laki-laki lebih bangga
kalau dapat mengatasi sendiri kesulitannya. Kalau ia ingin syering, ia
lakukan secara tersamar. Di dalam komentarku sedikit banyak kubenarkan
teorinya berdasarkan pengalaman hidupku selama ini. Seorang lain lagi, di
milis KBA (Keluarga Berencana Alamiah) dimana aku juga nyemplung, berteori
sesat bahwa karena senteres, perempuan akan kacau metabolisme tubuhnya
sehingga mengganggu seluruh symptom yang dapat diamati di dalam ber-KBA.
Nah, hari ini wartawan Toronto Star yang kurasa berlangganan kedua milis
di atas memuat tanggapannya atau tulisan berjudul di atas :-).

Suatu studi oleh sepikolog Amrik di edisi Nopember dari jurnal American
Psychological Association mengenai Psikologi Kepribadian dan Sosial melaporkan
bahwa perempuan lebih sering mengalami depresi, senteres berat, dibandingkan
laki-laki karena mereka kalah kuasa di dalam masyarakat, mendapat beban yang
lebih tinggi dalam mengurus rumah tangga dan anak-anak serta merasa kurang
dihargai. Tetapi, seorang pekerja sosial bernama Terrence Real, berpendapat
cowok sedang mengalami depresi dalam skala yang hesbats saat-saat ini. Memang
angka-angka menunjukkan bahwa cewek 2 kali lipat tetapi cowok karena kesok-
jagoannya, tidak mau bercerita atau diam saja (kalau di Amrik, tahu-tahu
nembak :-(, setiap minggu setiap hari ada berita manusia mampus ditembak).

Masih belum terlalu lama, ada mitos bahwa depresi di paguyuban perempuan,
dimulai di usia lebih awal, berlangsung lebih lama dan lebih sering. Riset
yang dilakukan oleh Dr. Anthony Levitt dari Sunnybrook and Women's College
Health Sciences Centre di Toronto membantah hal tersebut. Satu-satunya yang
berbeda antara laki-laki dan perempuan hanyalah, awewek lebih besar
kemungkinannya terkena depresi. Cewek lebih mudah kwatiran dan karena itu
bila mereka depressed, mereka sangat berkwatir. Oom dokter berteori bahwa
depresi adalah suatu penyakit, engga heran ya. Meskipun perempuan, karena
gen yang berbeda, hormon yang diproduksi, cenderung lebih ekspresif dan
terkadang mendapat tekanan sosial, menyebabkan mereka menjadi rentan untuk
terkena depresi, sekali sudah "sakit", nasibnya akan sama dengan awowok.
Kehilangan adalah pemicu depresi (misalnya ditinggal mati). Bagi laki-laki,
kehilangan kerja adalah picuan utama, bagi perempuan, hubungan dengan sesama.
Kata Oom Anton lagi, cowok yang berisiko depresi adalah bujangan berumur
30-an atau 40-an yang terisolasi, tidak suka maen Internet (bo'ong, ini
kataku), nganggur dan peminum tuak (alkohol maksudnya). Akan halnya cewek,
'ibu sendirian' beranak lebih dari satu yang masih dibawah umur 10 dan BF-nya
atau misuanya atau engga ada atau tidak peduli, itulah calon senteres berat.

Seorang sosiolog dari U of Toronto dan seorang sepikolog dari York U. membahas
lagi mengenai soal depresi cowok. Kata Oom Edward dari U of T, cowok jaman
sekarang sering senteres dan depress karena mereka engga dominan lagi di
kantor atau pekerjaan. Memang benar, bos-nya bosku cewek, bos-nya bos doi,
cewek lagi :-). Engga heran Bang Jeha suka senteres :-). Kata Edward lagi,
yang namanya 'job security', karir, dsb, adalah passee, hal yang sudah lalu.
Jadi doi berpendapat bahwa sungguh bermanfaat bila cowok bisa nerimo, bahwa
kita juga bisa depress atau mengalami senteres berat. Leslie dari York U.
mempertanyakan apakah cowok benar lebih depress karena tekanan hidupnya lebih
tinggi, Di jaman dahulu, penyakit jantung adalah monopoli cowok, kata doi.
Ada benarnya. Waktu suatu ketika saya menemani temanku yang terkena serangan
jantung untuk fisio di Sunnybrook Hospital, jumlah cewek "koleganya" tidak
kalah banyaknya dibandingkan cowok. Dari waktu ke waktu, kalau saya ikut
kursus penyegaran CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation) statistik serangan
jantung perempuan semakin meningkat. Tahukah Anda bahwa kanker paru-paru
cewek sudah mendekati kanker BD sebagai pembunuh kaum keturunan Hawa? Supaya
cowok perokok di milis ini tidak tersinggung dan lalu senteres, apalagi
menjadi depressed, ada baiknya kuakhiri tayangan di akhir pekan ini. Hep
e nais wik en dimanapun Anda berada, salam dari Toronto.

jusni hilwan
Internet id: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://www.interlog.com/~hilwan
Toronto, CANADA 


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke