>kenapa ada *jatuh* cinta tapi nggak ada *bangun* cinta ?

mungkin karena memang cinta itu sesuatu yang cenderung 'menjatuhkan' dan 
bukan 'membangunkan'. makanya cinta itu selalu didefinisikan dengan 'bego', 
'nggak logis', 'pikiran melayang2', 'banyak melamun', pokoknya kesemuanya 
adalah hal2 yang tidak produktif... rasanya cukup menjelaskan kenapa 
disebut 'jatuh' dan bukannya 'bangun'.

>kenapa pula dua
>duanya (baik si cewek ataupun si cowok -> straight ya, bukan 'h' :) sama
>sama jatuh ?

saya nggak setuju nih dibedakan. sama aja kok apakah straight ataupun gay, 
semuanya merasakan jatuh cinta yang sama...

dan nggak setuju juga kalau dua2nya selalu sama2 jatuh. banyak kok kisah 
cinta yang tak berbalas.... dan itu berarti hanya satu yang 'jatuh', 
sedangkan yang satu mungkin malah tidak tahu bahwa yang satu lagi sedang 
dalam keadaan 'jatuh'.

>nggak yang satu jatuh, yang satu di jatuhin, atau yang
>satu jatuh yang satu mbantu mbangunin :-( trus kalau jatuh doang, nggak
>pernah bangun, kita mesti ati ati donk, jangan jatuh berkali kali, soalnya
>ntar makin lama khan makin 'tenggelam' kita........  tull nggak ??

betul sekali.... oleh karena itu kalau ingin cinta ini ada kelanjutannya, 
harus dipupuk supaya timbul rasa2 lain kelanjutannya seperti sayang, 
perhatian dan lain2... karena kalau tidak, resikonya besar sekali, ada 
kemungkinan kita 'sakit' karena 'jatuh' terus2an tanpa pernah recover... 
ada kemungkinan kita jadi 'lupa' apa inti dari jatuh cinta itu sendiri 
(bagi orang yang terlalu mudah jatuh cinta nih), dan ada juga kemungkinan 
sakit hati yang berlebihan karena cinta yang tak berbalas....atau menjadi 
'buta' karena terlalu tenggelam dalam 'ke-jatuhcinta-an' pada seseorang 
sehingga tidak bisa berpikir jernih dan melihat ke depan...


hmm.....


-=* odysseus *=-

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke