At 16:59 02/02/2000 +0700, **Honey Sajalah**, has written a message, and
here is the reply :
>yup....daku milih yg kedua tuh...:)
Hmm jadi kesimpulannya adalah, pada intinya saja, anda dan saya lebih
memilih yang no 2, karena sekalipun abstrak, tapi pemberian ini bersifat
kekal, dalam artian nggak akan rusak seperti bunga / boneka yang 2 -3 taon
juga udah jebol, tapi pendidikan ini kan untuk seumur hidup dia, sehingga
otomatis dia akan selalu teringat dong ya ?
Teringat, oh, waktu dulu, gua bisa sekolah ke sini, gara gara dia ......
kalau nggak ada dia, gua nggak bakalan pernah bisa sekolah ke ini ya.....
Tapi ada kejadian, cowonya sudah memberikan yang no 1 dan 2 sekaligus,
yaitu memberikan hadiah, bunga, dsb. dan berusaha sekuat tenaga agar si
cewe ini bisa mendapatkan jurusan + univ yang terbaik, tapi...... cewenya
tetap nganggap cowonya itu biasa biasa saja, dan....... cenderung malah
suka /....... gimana ya.... dianggap remeh gitu, maksudnya dianggap remeh
gini lho, ..... itu cowo kan sudah jelas banget memberikan perhatian ke itu
cewe, malah perhatiannya sangat besar sekali, sampai sampai masalah
pendidikan pun mau diberikan ke dia...... eh tapi cewenya..... ngasi
perhatiannya yah....... biasa biasa ajah ke itu cowo.
Masalah pendidikan kenapa saya bilang besar sekali ?, karena saya
pengalaman di SMA saya dulu dan sampai saat ini juga masih sama, ada
beberapa anak yang saya tanya, eh elu abis lulus mau ke mana ?, dia
bilang....... yah coba UMPTN dulu lah, kalau nggak keterima ya paling masuk
binus / untar / ibii (kalau kedokteran sih Atma Jaya), bahkan udah pakai
acara beli formulir + ikut test masuk segala macam.
Eh tau taunya, sekarang, yang dulu ngomongnya mau masuk binus/untar/ibii
dan bahkan ada yang sudah keterima di UMPTN UI jurusan science (mat, fis) ,
malah ke oztralia lah, ke US lah, ke singapore lah, ke malaysia lah, dan
lain sebagainya.
Ini menunjukkan jelas sekali, bahwa para anak anak jaman sekarang tidak mau
merasa tersaingi dalam hal study ke luar negeri, karena takut tau tau, dia
keterima, gua nggak.
Jadi kalau ada info info yang berharga mengenai study ke luar negeri,
ibarat emas disimpan di brankas , dikubur 100 M dalam tanah, lalu dicor beton.
Dimana, mereka di depan teman temannya bilang A, tapi kenyataan adalah B.
Kenapa nggak bilang sekalian saja, ya... saya sih coba UMPTN dulu, kalau
nggak keterima ya... nanti saya coba untar/binus/ibii, tapi...... kalau
saya keterima di luar negeri ya... saya milih itu saja.
Nah, seandainya ada seseorang, terus "temannya" sudah berusaha memberikan
info info yang sangat berharga mengenai study ke LN, dan bahkan semua
persiapannya, misalnya buat terjemahan rapor, buat surat rekomendasi, minta
app.form, isi app.form itu, milihin jurusan yang paling cocok (karena
"temannya" itu pasti kenal banget dengan si orang itu dong ?) semuanya yang
ngerjain itu "temannya", dimana artinya "temannya" itu pasti sayang banget
dong sama orang itu, sampai segitu segitunya mau dibantuin....... eh tapi
udah gitu............. temannya kemudian malah disepelekan, ayo
coba......... gimana tuh ???
>ayo..ayo...sapa yg berminat nawarin jasa...;) hihihhi....
Jasa apaan ?
>
>-honey-
-------
AFLHI 058009990407128029/089802---(102598//991024)
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]