At 01:02 PM 2/14/00 +0700, Jeffrey Satya wrote:
>The answer :
>
>The lover's holiday has its beginnings in the 4th century
>B.C. in Rome. The Romans held an annual lottery wherein
>young men would draw a young woman's name from a box. The
>couple would be assigned to each other the entire year for
>entertainment and pleasure. This celebration, traditionally
>held on February 15, also included banquets, dancing and
>foot races run in the nude.
Sebelum bernama Valentine's Day, tanggal 15 Februari dirayakan sebagai hari
upacara keagamaan Romawi yang menyembah dewa Lapercus (dewa kesuburan,
padang rumput dan hewan ternak). Upacara ini juga dihubungkan dengan
penyembahan dewa Faunus sebagai dewa alam semesta dan pemberi wahyu yang
diadakan di bukit Falatine.
>Around A.D. 496, early church fathers sought an end to the
>pagan practice, but knew better than to upset the citizens
>by removing the lottery completely. Instead, they had
>teenagers pull the names of saints from the box. The teen
>was supposed to spend the year emulating that saint's life
>as much as possible, which was probably not as much fun as
>naked marathons. St. Valentine was chosen as the patron
>saint of the new event, and young Roman men resorted to
>courting females by sending handwritten notes delivered on
>February 14.
Santo Valentino adalah nama seorang pendeta Kristen yang dianggap sebagai
pelindung orang2 kasmaran serta penganjur kawin muda. Dia dihukum mati
karena melanggar peraturan yang dibuat oleh Kaisar Claudius II Gothcus yang
melarang pasangan muda untuk menikah. Claudius II menganggap bahwa tentara
yang masih bujang jauh lebih berprestasi ketimbang yang sudah beristri.
Hal ini tidak disetujui oleh Santo Valentino, maka tanpa sepengetahuan
penguasa, ia menikahkan sepasang pemuda-pemudi. Akibat perbuatannya
tersebut, sang pendeta dipenggal di Roma tahun 270 M (sebagian menyebut 269
M) dan dikuburkan di tepi jalan Flaminia.
Tahun 494 M, dewan gereja yang dipimpin oleh Paus Galasium I mengubah
upacara keagamaan Romawi tersebut dengan porofikasi (pembersihan dosa).
Paus juga mengubah upacara dari tanggal 15 menjadi tanggal 14 Februari.
Tahun 496 M baru ditetapkan 14 Februari sebagai Valentine's Day untuk
menghormati Santo Valentino.
I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]