On Fri, 3 Mar 2000, e-One wrote:
> > APAKAH PERNIKAHAN HARUS DIDAHULUI DENGAN PACARAN ??
TIDAK !!!!!
(sorry jawabnya huruf besar juga, soalnya ini aku punya penekanan tertentu)
> > Lantas kalau iya, apakah lamanya pacaran juga akan menjamin kelanggengan
> > suatu hubungan setelah menikah nanti ?
tidak juga tuuuh .. buktinya banyak yang sudah lama pacaran, malah saking
sudah saling kenal kebaikan dan keburukan masing-masing dan egoisme
masing-masing muncul .. akhirnya bubarr ..
> menurut gue...pacaran itu perlu sekali
kalo menurut gue .. punya pacar itu perlu sekali ..
> tapi kalau gue peratiin ada yang "salah" dengan gaya orang pacaran
> sekarang....
> pacaran (pacaran yang serius lho..) adalah "sarana" untuk kita saling mengenal
gua lebih setuju adanya penekanan pada kata saling mengenal ..
memang bener pacaran banyak di salah kaprahi oleh orang lain, tapi justru
kita harus lebih memahami karena memang pacaran itu merupakan salah satu
teori pembenaran terhadap aktivitas2 berdekatan pria - wanita lebih jauh
sebelum menikah (bahkan dalam term. barat, dibenarkan dengan 'test
drive' alias kegiatan sexual sebelum menikah).
Bahkan banyak pemahaman umum yang memandang, kalo pacaran nggak 'ciuman'
sih bukan pacaran, atau kalo pacaran nggak pegang-pegangan tangan dan
pegang-pegangan bagian lain dari tubuh itu sih bukan pacaran. Bahkan lebih
dari itu .. ada yang sudah memahami pacaran sampai skala perbuatan sex.
Kalo kita permisif terhadap hal-hal tersebut, lama-lama akan terjadi
transformasi nilai dan moral yang semakin melorot. Dulu, tindakan pacaran
yang berlebihan seperti cium pipi atau mungkin french kiss dianggap
sebagai nilai-nilai yang nggak bener dan nggak boleh di praktekin pada
masa pacaran. Tapi akhirnya terjadi penurunan nilai, dimana hal itu sudah
banyak dipahami sebagai hal yang umum dan wajar buat orang pacaran.
Lama-lama tindakan sex akan dianggap sebagai hal wajar buat orang pacaran.
Artinya apa ?
Pacaran lebih cenderung di-'halalkan' dengan alasan 'sarana untuk
mengenal'. Tapi sesungguhnya pacaran dipahami dengan pintu masuk untuk
tindakan-tindakan yang lebih dari sekedar sarana untuk mengenal karakter
dan memahami karakter masing-masing.
Gua lebih sepakat dengan pemahaman 'perlunya punya pacar / kekasih / calon
suami / calon istri'. Adapun kegiatan pacaran, ya yang wajar-wajar saja.
Artinya jangan soroti kata-kata Perlukah Pacaran sebelum menikah ??? tapi
tekanan ada di Perlukah punya pacar sebelum menikah ?
pokoke, yang udah punya pacar silakan bersyukur karena dikaruniai
pasangan, dan harap ingat batas-batas orang pacaran.
yang belum punya, sah-sah dan bahkan harus punya pacar .. pokoknya usaha
deh .. maju terus pantang mundur .. kayak gue hehehehehee
wassalam, DOny SYahrastany
http://unilanet.unila.ac.id/~arasta
** I knew I love Her AFTER I met Her **
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]