gayatri puspita wrote:
> [<<<<*>>>>>]
> >tidak ada cinta sejati dalam keterikatan/keterbelengguan, cinta
> >sejati hanya ada di saat kita sudah bebas.
> >kenapa kita terikat..???
> >Iwan
>
> apakah kebebasan itu di genggam ketika kita merasa cukup dengan "cinta" atau apakah
>kebebasan itu ketika kita dan pasangan kita tidak terikat pada komitmen kepemilikan
>(kebebasan di capai ketika masing2 membiarkan untuk berhubungan dengan orang laen ?).
>
> ataukah kebebasan itu di capai ketika kita merasa harus saling menjaga atas komitmen
>kita ?
>
bebas atau tidak terikat di sini maksud saya, bebas dari ego
karena, menurut saya, sebelum kita bebas dari ego (dan keterikatan kita pada sesuatu),
kita tidak mungkin untuk memberi tanpa pamrih, seperti yang mbak artie pernah
kemukakan "love is to
give not to take",
bisakah kita memberi dan hanya memberi sementara ego kita masih mendominasi ??
bisakah kita memberi tanpa meminta sementara kita takut kehilangan ??
bukankah dengan kita merasa takut kehilangan, kita sudah meminta ??
> - artie -
>
> ps. bukannya bermaksud untuk memperpanjang topik ini tapi hanya untuk mengkritisi
>saja pendapat mas iwan sama mas arif..
diperpanjang juga 'gak pa apa, kan biar raamme....
kalau 'gak ada yang ngeritik kan 'gak jalan diskusinya.
--
Salam
Iwan
mailto:[EMAIL PROTECTED]
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]