> From: Dony Syahrastany [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
[DELETED]
> ada nggak sih yang pada saat akan memulai suatu hubungan serius (pacaran
> ato mungkin lebih dari pacaran - calon istri), kita ngerasa justru belom
> siap dan semakin takut untuk ngadepin itu ?
> share share doong ..
OOT dulu...
Apa yang dimaksud dengan hubungan serius? Apakah hubungan serius baru boleh
dimulai ketika umur suatu hubungan sudah bertahun-tahun? Dan apakah ketika
umur anda sudah bertambah besar (semisal kepala tiga), suatu hubungan yang
anda jalin pasti adalah suatu hubungan serius? Oke... renungkan yang satu
ini dulu...
Tidak ada satu pun hubungan yang tidak serius (walaupun orang lain
menganggapnya cinta monyet), sebab anda akan membawa kenangan itu sampai
anda mati...
Now back to the topic...
Sesuai pertanyaan... adakah perasaan justru belum siap ketika suatu hubungan
berlanjut ke jenjang yang lebih besar?
Jawabannya ada.... tetapi jawaban tersebut dapat dikategorikan menjadi tiga
general...
1. Merasa belum siap karena benar-2 cinta:
Kayanya kesannya gombal, tapi ini memang benar. Kita menjadi ragu sebab kita
takut dia akan kecewa kepada kita dikemudian hari. Tidak ada seorang pun
dari kita yang menginginkan our love one to live in misery. Kita tidak ingin
dia kecewa ketika ia menyadari bahwa masih ada rahasia dari diri anda (yang
sebetulnya orang lain tahu) yang ia sendiri tidak tahu. Kita tidak ingin
melihat dia menderita dengan hidup bersama kita. Kita tidak ingin dia kecewa
akan pribadi kita yang sesungguhnya yang secara bodoh masih kita
sembunyikan.
Jika anda termasuk yang ini, teruskanlah mencintai dia dan mulailah LEBIH
terbuka lagi.
2. Merasa belum siap karena tidak tahu apakah perasaan itu yang disebut
cinta:
Maksudnya adalah bahwa anda ragu, apakah perasaan yg ada di dalam hati itu
adalah cinta atau hanya suka. Jika anda merasa senang jika dia ada di dekat
anda, berarti itu suka. Jika anda merasa deg-degan ketika bersama dia,
berarti itu suka. Jika anda merasa bangga jika berjalan bersama dia, berarti
itu suka. Jika anda bersedia memberikan segala yang anda sukai demi dia,
berarti itu suka.
Lalu apakah cinta. Jika anda mau menerima suka dan duka darinya, berarti itu
cinta. Jika anda menerima kesalahan darinya karena memang itu adalah bagian
darinya, berarti itu cinta. Jika anda rela hidup semati dengannya, berarti
itu cinta. Jika anda merasa tercabik ketika ia sedih, berarti itu cinta.
Jika anda menangis akan kepedihannya walaupun dia sendiri cukup tegar,
berarti itu cinta.
Nah... termasuk manakah anda. Jika itu suka... coba di reconsider... namun
jika itu cinta... silahkan anda instropeksi diri sendiri dulu... mungkin
memang bukan waktunya... tapi percayalah bahwa semua masalah jalan
keluarnya... tidak ada yang namanya fuzzy logic. Fuzzy logic aja masih
pseudo....
3. Merasa belum siap kerena memang TIDAK cinta:
Mungkin kedengarannya kejam banget, tapi memang itu fakta. Masih banyak
orang yang mengganggap berpacaran itu untuk diambil pengalamannya. Mungkin
dia tidak sadar bahwa dengan begitu, pada akhirnya satu hati akan terluka,
like it or not, karena orang yang "dianggap" dicintai itu hanyanya sebuah
bahan eksperimen. Masih banyak pula orang yang dalam benaknya selalu
berpikiran "Idih... tuh orang cakep banget, coba dia jadi cw gue". Maka ia
jatuh pada physical attraction, which will end up with nothing. Zero. Null.
Orang yang berpikiran seperti itu tidak akan pernah mendapatkan cinta yang
mulia, karena cinta yang mulia adalah dari ketulusan, keabadian dan harapan.
Cinta yang sesungguhnya adalah berdasarkan pelukan yang erat, bukan
genggaman yang kuat. Tidak pernah ada cinta yang melukai perasaan orang,
yang ada hanyalah orang yang melukai perasaan cinta itu.
Jika anda termasuk yang ini.... kembalilah ke jalan yang benar (hehehehe...
jangan sakit hati yaa...), karena memang sangat disayangkan jika suatu cinta
itu disia-siakan....
Itu saja curahan pikiran saya.... jika ada yang tersinggung... maafkan
saya... karena saya adalah capricorn... orang yang tidak percaya akan
hubungan yang hanya sesaat....
Sebagai penutup, ini ada bahan renungan:
"Kenapa dari 6 milyar orang, hanya ada satu cinta?"
ada yang bisa menjawab? Kalo jawaban saya sich karena cinta itu mulia...
Tapi ada juga sich... orang yang bilang, bahwa cinta itu berkat rangsangan
otak dari tiga buah distinctive sector. Ada yang mau menulis ulang artikel
itu. Artikelnya saya baca di koran Jakarta Post kalo ngga hari ini,
yesterday atau the day before yesterday. But I don't want to believe it...
:P
Last word:
Ingat..... jika anda menikah umur 25 dan hidup sampai umur 75 tahun....
berarti you will devote 2/3 of your life to love your partner.... so.... be
decisive...
PS: buat Tom... sorry kalo kamu jadi merasa risi karena saya, hanya saja
saya lebih suka memakai orang kedua tunggal, karena lebih inter personal.
Lagipula saya menulisnya di milis, so.. it is not for you... it is for
everybody who care... ok.. :)
PS (lagi): Buat Eliza Octavianie, renungan yang kamu post itu bagus, tapi
koq kesannya plin-plan ya... trus gue pengin nambahin dikit deh....
hehehhe...
>Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika
>kita menangis?
---> Kenapa kita menutup mata ketika kita akan berciuman?
>Ketika kita membayangkan? Ini karena hal terindah di
>dunia TIDAK TERLIHAT...
Menurut penelitian di Inggris, 70% (engga inget) wanita pasti menutup mata
ketikan berciuman... namun hanya 30% pria menutup mata ketika berciuman...
yang pasti gue 30% pria itu... hehehehe... Ingat!!! It is cruel to stare
while you are kissing!!!
Udah ah... kepanjangan... lagian kayanya uda pada males mbacanya... tapi
kalo loe uda mbaca sampe sini... gue cuman mo ucapin... TENGKYU berat... uda
niatin mbaca...
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]