> -----Original Message-----
> From: Noviant Stephanus [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Friends...daripada kasih komentar (teguran) terus-terusan dan nantinya yg
> ada malah marah-marahan terus mendingan bantuin kasih saran donk.
>
yup...setujuuu.....
> Masalahnya adalah hubungan (pacaran/perkawinan) berlainan agama.
>
Hmm..kalo nggak salah ini udah pernah kita bahas dulunya, tapi nggak pa-pa
khan di ulang lagi..toh topik love itu pada dasarnya sama semua yah...
> Permasalahannya adalah mereka berlainan agama dan masing-masing keluarga
> bertahan ingin berusaha menarik utk ikut masuk dengan agama yg mereka anut,
> sementara mereka berdua sudah mempunyai prinsip bahwa mereka tidak mau
> memaksa satu sama lain dan mereka siap untuk menjalankan kehidupan rumah
> tangga nantinya dengan berlainan agama.
>
=di busak ae mas=
Beda agama emang masalah klasik...en susah dicari jalan keluarnya..tergantung
ama tipe pasangan yang menjalaninya. Pihak luar kasih pandangan rada susah disini.
Lain individu lain pula prioritasnya....tapii..mas Evan...bisa tanya sama
mereka...apakah agama merupakan prioritas utama dalam hidup mereka...??ataukah
cinta....??ataukah egoisme masing-masing....? jangan salah paham...soale ada yang
mengatasnamakan cinta dan mengkambing hitamkan agama hanya untuk menutupi keegoisan
diri mereka sendiri.
Kalau agama bukan prioritas dalam hidup ...yah..lanjut aja...toh kehidupan
berumah tangga bisa dijalani layaknya kalau kita kesulitan menikah dengan orang lain
bangsa, suatu saat pasti ada cara untuk beradaptasi.
Tapiii...kalau kebalikannya...yah sebaiknya pikir dulu...
Mas Evan,
Teman anda siap menikah, dan tidak akan memaksa salah satu pihak untuk
mengikuti agama pasangannya. Kelihatannya toleran banget tapii..bagi saya malah egois
sekali. Mereka hanya memikirkan kepentingan mereka. Pernah berpikir tentang
anak.....??Maksud saya apakah mereka juga akan membebaskan anak mereka untuk memilih
agama yang disukai, dan pada usia berapa seorang anak bisa memilih....?? sementara
nilai-nilai beragama harus ditanamkan sedari dini, apapun agamanya...katanya sih kita
sudah bisa mendidik anak sejak kandungan yah.....atau...apakah mereka nantinya juga
akan membebaskan anaknya untuk tidak beragama....??
Iya sih...cinta emang penting....tapiii...kata ibu saya cinta sama anak adalah
segala-galanya...mudah-mudahan teman anda sudah memikir kedepan tentang bagaimana
anaknya di suatu hari nanti. Adalah sangat tidak bagus kalau mendidik anak dengan dua
visi sekaligus...bisa kebingungan dianya...
itu aja sih...sedikit input dari saya.
Sekalian saya mau tanya komentar temen-temen sekalian mengenai hubungan
(pacaran/perkawinan)dengan beda agama....
Kalau saya pribadi....sangat tidak setuju sekali. Alasannya banyak sekali
Mas....point diatas hanyalah salah satu aja...kalau beda bangsa mungkin masih bisa
dijalani, tapiii...agama adalah hal yang mendasar. Itu aja deh...
Salam maniez,
Yanti
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]