Salam sejahtera...

At 23:36 27-10-2000 +0700, "flag eRRatum" wrote:

>gua udah tahu sih kalo dia udah ada cowo, tapi gua pikir lagi
>ngambang, wong dia ngak nolak waktu kupengen ke rumahnya + gua ajak
>nonton itu ...

Dalam cinta, tidak ada hukum, namun kepantasan berdasarkan pendapat sendiri.
Karenanya Dayan minta dimaklumi.

Selama kita tidak mengetahui bahwa yang sedang kita dekati telah mempunyai
hubungan dengan orang lain, maka tidaklah dapat dikatakan sebagai
'kesalahan'. Namun jika ia memberikan kesempatan, maka ia dapat dikatakan
telah mengkhianati kepercayaan yang diberikan padanya. Kita akan menjadi
pihak yang mempunyai kesalahan terbesar, jika melakukan pembenaran "...wong
dia nggak nolak..."

Di sini ada yang pernah mengatakan -mengutip siapa, gitu...- bahwa tiada
salahnya mencari yang terbaik. Itu bukan hal salah, namun sebelum kita
melakukan pencarian, selesaikan dulu apa yang sedang kita lakukan. Semua
-paling tidak sebagian, bukan separuh- bisa jadi tidak memperdulikan 'etika'
itu, namun bukan berarti bahwa kita mempunyai dasar pembenaran melakukannya.

Orang tua pering mengatakan bahwa adalah baik jika di masa mempunyai teman
sebanyak mungkin. Demikian juga dengan yang beginian. Boleh saja kita
memberi perhatian berlebih pada beberapa atau seseorang, namun lakukan itu
'bijak'. Lha, mengapa pakai tanda petik ?

Sulit menjelaskannya, namun berlaku 'adil' pada semua justru akan memberi
label mengenai siapa saya sebenarnya. Kalau seseorang menyukai kita -atau
sebaliknya- biarlah itu dikarenakan kekurangan yang dimiliki, bukan karena
serupa kilatan petir, yang amat benderang pada saat yang amat singkat namun
kemudian menyisakan kegelapan panjang akibat kejutan yang diberikan pada
syaraf mata.

Membuka suatu hubungan dan menjalaninya bukan sekadar mengikuti naluri,
namun untuk hal-hal lain yang jauh lebih besar : bagaimana mengenali diri
sendiri, 'mengenalkan' diri pada orang lain dan *mengenal* diri orang lain
serta menjadikannya bagian dari atmosfer keseharian kita.

Hmmm...ini lebih bernuansa kewelasasihan, ya ?

Yang jelas, dalam kerangka demikian, kita bisa membuat orang mencintai kita,
tanpa kita harus jungkir balik untuk melakukannya. Tampaknya benar
uangkapan, bahwa apa pun akan datang pada kita sebagaimana adanya, jika
berlaku sebagaimana ada kita dengan sepenuh hati, entah itu hal baik entah
itu hal buruk . "Seek and ye shall find..."


Demikianlah Dayan sudah 'bersabda'....


Dayan
di Palembang


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke