Responding to Bugs Bunny ^_^'s mail on 12/30/00 2:45:00 PM

sori nih, cuma bisa bantu dibeberapa poin aja. ok?

>Kami semakin dekat dan akhirnya saya mengajak Doi utk menikah tahun 2001 
>ini.. dan doi juga udah setuju, tp Tuhan menginginkan laen... hubungan kami 
>retak dan berantakan.... ini semua terjadi krn doi lebih memilih atau lebih 
>mengikuti kata orang tua nya.. masalahnya panjang.. sulit utk di ceritah 
>kan... kami akhirnya putus (ini keputusan saya).. sakit bukan?? pernikahan 
>yg  di ambang pintu akhir nya berantakan juga....

memang sulit kalau bicara soal orangtua.
disatu pihak kita merasa sudah bisa memutuskan sesuatu dan dilain pihak orangtua 
merasa 'memiliki' kita dan berhak pula ikut memutuskan sesuatu untuk kita...

-keluh-, kapan sih orangtua bisa memahami kalimat indahnya Kahlil Gibran...

'anak-anakmu bagaikan busur panah... tugas engkau hanya mengarahkan mereka dan setelah 
dilepaskan mereka adalah diri mereka sendiri'

kapan ya?

>Doi emang baek tp ada 1 ketakutan dlm hati saya, saya tidak ingin melukai 
>dan terluka lage... harapan saya hanya 1, kalau Tuhan boleh, ini lah 
>terakhir kalinya saya jalan dan semua ini akan di lanjut kan ke 
>pernikahan.. krn Orang Tua juga sudah meminta semua itu..
>
>Gimana saya harus memutuskan?? ttp menunggu atau menerima Doi??? saat ini 
>kami sudah sangat dekat hanya status aja yg belom resmi......

kalau memang anda merasa Tuhan turut serta dalam kisah anda (dan saya yakin sekali 
memang Dia pasti turut serta kan?) kenapa tidak dijalankan saja sih?
toh pada akhirnya Dia juga yang menentukan? takut melukai dan terluka? wah, kok 
kesannya egois sekali ya?

looh kenapa egois? iya dong.
tanpa disadari anda tidak mau disalahkan kalau melukai seseorang dan juga dengan sadar 
anda tidak ingin terluka lagi. kenapa hal-hal ini tidak dianggap sebagai pelajaran 
ataupun cobaan dari Tuhan?
i believe in freewill but we still live with God's will, right?

jalanin aja. banyak berdoa. hidup adalah perjuangan dan tidak selamanya kita menang 
(bahkan bagi beberapa orang mereka tidak pernah merasakan kemenangan loh).
tapi apakah itu berarti kita harus menyerah?

���
Llanowar Elf



----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke