----- Original Message -----
From: "rahadiyanto sumitro" <[EMAIL PROTECTED]>
> 1. masih sering diperdebatkan siapa yg mesti duluan mengucapkan kata "cinta"
> (siapa 'nembak duluan)
Sekarang pendapat dan sikap mengenai ini secara konseptual sudah plural sebenarnya.
Tapi tetep aja pada prakteknya cewek ingin agar cowok dulu yang mengungkapkan.
BTW: apakah ini perlu diperdebatkan ? Rasanya enggak ... ada banyak masalah
lain sesudah cinta diucapkan.
> 2. atau siapa yg bayarin saat kencan pertama...
Kok ada kesan, yang nanya malah ideologinya patriarki ... he, he, he ...
Sorry, tapi menurut saya ya siapa saja boleh lah. Yang penting pada saat
itu yang bersangkutan lagi punya duit.
> 3. atau siapa yg kudu nyari nafkah buat keluarga..
Nah, pertanyaan ini jadi kerasa konseptual sekali soalnya di sini belum jelas
apa ada yang sudah nikah dan ada di milis ini (selain yang sudah saya sebutkan
pada email sebelum ini). Jawaban pertanyaan ini sifatnya hanya akan jadi orientasi
ke depan ... yang God knows ... buat yang masih pacaran apakah safe kalau
pagi-pagi sudah mengandaikan pasti akan kawin dengan pasangannya.
Bukannya mau nggak setia, tapi mendahului Tuhan itu sepertinya rada beresiko,
apalagi kalau sudah antisipasi macem-macem.
Tapi okelah, ... tetangga sebelah saya; sang suami jadi bapak-rumah-tangga,
sedangkan istrinya kerja cari nafkah. Mereka punya anak tiga. Sepertinya sudah
ada komitmen sebelumnya.
Menurut saya yang begini oke-oke saja, asal keduanya saling kritis untuk tidak
menghadapkan satu sama lain pada situasi yang memungkinkan munculnya
pelecehan atas pembagian peranan yang (mungkin) nggak umum dalam
lingkungan sosial kita. Misalnya, seperti pernah ditayangan di sinetron TV .. sang
istri dipanggil dengan sebutan 'Pak' ... dsb.
Saya pikir pembagian peranan seperti ini tidak menjadikan suami harus
mengambil peranan-peranan yang semestinya (atau lebih baik) diambil seorang
istri. Misalnya, seorang anak perempuan barangkali akan punya perasaan
attachment yang lain kalau dekat ibunya ... juga misalnya untuk mengajari hal-
hal yang khas kewanitaan. Itu harus istri yang pegang.
> soal klise sebenarnya... but bisa diperluas sampe pada makna "be gentle" or
> "feminimisme"....
Nggak ngerti maksudnya ini ...
Tom
----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]