Vendor Siemens memperingatkan pelanggan akan adanya virus baru dan 
sangat canggih. Virus itu menargetkan komputer yang digunakan untuk 
mengelola sistem kontrol industri skala besar yang digunakan oleh 
manufaktur dan perusahaan utilitas.

Menurut Siemens, pihaknya mendapatkan laporan dalam banyak perusahaan 
mengenai virus ini dan perusahaan sedang meneliti lebih jauh.

"Perusahaan segera membentuk tim ahli untuk mengevaluasi situasi. 
Siemens mengambil semua tindakan pencegahan untuk mengingatkan 
pelanggan agar tidak terkena potensi resiko virus ini," kata juru 
bicara Siemens Michael Krampe, seperti yang dilansir PC World, Senin 
(19/7/2010).

Para ahli keamanan percaya virus tersebut tampaknya jenis ancaman 
yang dikhawatirkan selama bertahun-tahun lalu. Virus ini dirancang 
untuk menyusup sistem yang digunakan dalam menjalankan pabrik, atau 
bagian dari infrastruktur penting.
.
Beberapa orang khawatir bahwa virus jenis ini dapat digunakan untuk 
mengendalikan sistem-sistem, untuk mengganggu operasi atau memicu 
suatu kecelakaan besar.

"Ini memiliki semua keunggulan dari software weaponized, mungkin 
untuk spionase," kata Jake Brodsky, seorang pekerja TI dengan utilitas besar.

Pakar sistem keamanan industri lainnya juga setuju. Katanya, 
perangkat lunak berbahaya disusupkan oleh seorang penyerang canggih. 
Perangkat lunak ini tidak mengeksploitasi bug dalam sistem Siemens 
untuk mendapatkan data di PC, melainkan menggunakan bug Windows yang 
sebelumnya tidak diungkapkan untuk masuk ke sistem.

Virus target Siemens perangkat lunak manajemen disebut Simatic WinCC, 
yang berjalan pada sistem operasi Windows.

"Kami mendesak pelanggan untuk melakukan pemeriksaan aktif dari 
sistem komputer mereka dengan instalasi WinCC dan menggunakan versi 
update dari software antivirus," tandasnya.

Sumber: techno.okezone.com



Salam Gaib:


Eyang Sapu Jagad.

  ----------


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG - www.avg.com 
Version: 9.0.839 / Virus Database: 271.1.1/3014 - Release Date: 07/19/10 
02:35:00


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke