Ada cerita Menarik nih, benar tidaknya aku sendiri gak tau, tapi mungkin ini cermin masyarakat Indonesia sekarang ini. Semoga bisa diambil hikmahnya.
-- dg http://www.gurnadi.f2s.com > > -----Original Message----- > > From: Deasy Anggrayni > > Sent: Thursday, October 25, 2001 12:00 PM > > Subject: FW: INfo: Peristiwa di Stasiun Kalibata > > > > > > > > > > Kalibata, 24 Sept 2001 > > > > > > Waktu itu aku sedang naik KRL jurusan Jakarta-Bogor. Tujuanku ke > > Kalibata > > Mall. Saat turun di stasiun Kalibata. Kebetulan juga kereta dari arah > > Bogor > > > > yang akan ke Jakarta juga berhenti disitu. Aku pun bergegas menuju > > jalan > > keluar dari stasiun. Baru beberapa meter beranjak, terdengar suara > > ribut-ribut. Orang-orang berteriak. copet....copet...copet. Akupun > > memutar > > badan melihat apa yang terjadi. Tampak seorang setengah baya berlari > > menerobos kerumunan orang yang turun dari kereta arah Jakarta. Kontan > > saja > > teriakan itu mengundang banyak orang yang baru turun maupun yang akan > > naik > > kereta mengejar dan mengepung orang tersebut. > > > > Rupanya orang yang diduga pencopet itu sudah mulai terkepung oleh > > orang-orang yang berkumpul menjadi massa. Dengan mata nanar bingung > > dan > > ketakutan yang amat sangat, satu persatu batu-batu rel kereta mulai > > melayang > > kea rah tubuhnya. Sesekali tendangan mendarat telak di dada dan > > perutnya. > > Namun orang itu masih kuat menahan berat tubuhnya untuk tidak jatuh > > limbung. > > Dengan sisa-sisa tenaganya ia coba lari menyelamtkan diri dari amukan > > massa > > yang sudah mulai kesetanan. > > > > "Biarin aja, gue minta kupingnya!" teriak seorang ibu agak gemuk yang > > ternyata penjual the botol keliling. "Matiiiiiin aja, biar kapok!" > > demikian > > > > massa bersahutan. Tak lama kemudian orang itu sudah dibawa oleh Polisi > > Kereta Api [Posuska] kedalam ruang stasiun Kalibata. Namun usaha itu > > tidak > > membuat massa tenang. "Alah paling-paling juga ntar dilepas lagi kalau > > diserahin polisi, udah matiin aja" demikian celetuk salah seorang yang > > kelihatannya pernah kecopetan dengan penuh dendam. > > > > Aku terus mengikuti drama penyiksaan demi penyiksaan terhadap lelaki > > setengah baya itu. Di dalam ruang stasiun aku melihat bukannya dia > > tambah > > aman tapi malah makin parah. Polisi KA itu malah kelihatan lebih sadis > > dari > > > > massa. Aku nggak tahu apa perilaku itu hanya untuk melegakan massa > > akan > > ambisinya menghabisi orang yang diduga pencopet itu. "Ampun pak saya > > bukan > > copet, saya pedagang pak!" kilah lelaki itu mengiba. Namun semakin dia > > mengiba dengan kata-kata yang dianggap menyangkal perbuatannya, maka > > tendangan- demi tendangan makin kerap mendarat di tubuh maupun > > kepalanya. > > Sementara massa makin bersorak kegirangan demi melihat buruannya > > sedikit-demi sedikit menghitung nafasnya yang tinggal satu dua. > > > > Tak tahan dengan emosi yang membuncah, massa akhirnya berhasil > > menjebol > > pintu ruangan stasiun yang semula dijagain agar massa tak bisa masuk > > Aku > > merasa kasihan melihat seorang manusia langsung dihakimi tanpa > > terbukti > > kesalahanya. Dengan merangseknya massa kedalam, aku melihat salah > > seorang > > memukul kepala lelaki malang itu dengan botol minuman. "Pyar...." > > Botol > > pecah berantakan seiring dengan itu darah menyembur keras dari sebelah > > biji > > > > matanya yang berantakan dan tubuhnya menggelepar kelojotan. Masih > > belum > > puas > > badan yang sudah tak berdaya itu diinjak-injak sampai keluar tainya. > > Setelah > > puas tubuh yang sudah tidak bernyawa itu ditinggalkan begitu saja. > > Lantas > > aku dengan perasaan miris, masuk ruangan membantu polisi [beneran] > > yang > > baru > > datang, namun terlambat untuk mengangkat tubuhnya masuk kedalam mobil > > polisi. Tak lama kemudian seorang mahasiswi yang merasa kecopetan > > mendatangi > > polisi, dan mengatakan Maaf pak, dompet saya masih ada di tas, tadi > > saya > > lupa naruh saya piker ada di saku celana. Waktu ada tangan menyenggol > > saku > > celana saya, saya pikir copet. Soalnya saya dulu pernah kecopetan," > > ujarnya > > > > polos tak tahu apa yang terjadi pada lelaki yang berlari-lari lalu > > diteriaki > > copet dan menemui ajalnya tertelungkup di sudut ruangan stasiun > > Kalibata. > > > > Kejadian ini benar-benar terjadi pada tanggal 24 September 2001, di > > stasiun > > > > Kalibata, Pukul 4 sore lebih 36 menit.[Hep] _________________________________________________________ Do You Yahoo!? Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com --------------Hapus Footer Ini Jika Mereply-------------- Arsip Milis ada di : http://www.mail-archive.com/[email protected]
