On Monday, November 19, 2001, 10:25:58 AM, Fahmi wrote:
> Menanggapi ide dari Dudi ttg caving ini memang sangat menarik sekali.
> Saya pernah masuk sebuah gua di daerah DI Yogya yang ada sungai bawah
> tanahnya. Ternyata di daerah tsb yang di atasnya
> merupakan daerah kering sekali namun di bawahnya menyimpan sumber air
> yang dasyat sekali potensinya. Bgmn teman2 HMP....kayaknya ide ini
> perlu ditindak lanjuti lho.... 

Hmm, saya juga pernah :), di Jogja dan beberapa gua di daerah Malang
Selatan.
Di Jogja waktu mengikuti seminar tentang pengelolaan kawasan karst.
Banyak orang belum tau apa itu kawasan karst. Pada dasarnya kawasan
karst adalah kawasan kapur yang dicirikan dengan banyaknya bukit-bukit
yang bermunculan, karena banyaknya bukit maka akan mudah sekali
terbentuk aliran air dari berbagai arah yang akhirnya bisa membentuk
suatu kawasan yang kaya akan air. Kelemahan yang paling terlihat dari
kawasan karst untuk pengguna air adalah hampir sebagian besar air yang
ada tercampur oleh kapur. Ini yang perlu dipikirkan.

Di daerah Jawa sendiri ada beberapa kawasan karst yang lumayan cukup besar
diantaranya Kawasan Pacitan (terkenal dengan 'luweng ombo'nya dan
beberapa gua yang berpotensi jadi kawasan air), kemudian Jogja dan
Gombong (ini merupakan kawasan karst tertutup, yang potensi airnya
juga besar), FYI, kawasan karst di daerah Jogja sendiri juga menjadi
trade mark di dunia dengan 'world herritage' (warisan dunia yang perlu
di lestarikan)...Wooww...sangat menarik sekali bukan, bahkan UGM
sendiri sampai membuat sebuah hutan buatan di daerah tersebut (Mungkin
mas Fahmi juga tau akan hal ini? :), sebagai kawasan penadah air.
Kemudian ada lagi di Malang Selatan, yang sampai dengan saat ini kita
semua tahu bahwa Malang Selatan adalah daerah yang kering dan minim air
(contohnya daerah Pagak dan sekitarnya). Malang Selatan sendiri bisa
jadi riset bagi Pengairan jika ingin mengembangkan karst sebagai salah
satu bagian dari dunia Pengairan.

Bahkan dari info yang bisa saya percaya, saya juga dengar kabar bahwa
Malang Selatan akan dikembangkan sebagai salah satu kawasan yang
menjual daerahnya dengan menjual daerah wisata alam bebas (dalam hal
ini wisata gua), lebih jauh lagi kalo dipikir-pikir ini juga bisa
diambil oleh Pengairan sebagai studi kelayakannya...lha wong Bupati
Malang konco dewe alias dari orang Pengairan yaitu Pak Ibnu Rubianto
:). Kawasan laennya adalah daerah Tuban yang kaya akan gua wisata. Dan
masih lagi gua-gua lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

Mempelajari karst tidaklah semudah mempelajari hidrologi ataupun
hidrolika, karena karst adalah ilmu yang lintas sektoral (terbukti
kita harus menguasai geologi, geografi, pertanian, dll) dan
sangat-sangat spesifik sekali. Inilah yang menyebabkan masih sedikit
sekali orang pengairan/sipil hidro yang mau bergelut di bidang karst.
Bahkan karya ilmiah buatan Indonesia yang membahas tentang karst masih
sangat-sangat minim sekali dan sangat sangat jauh tertinggal dengan
luar negeri contohnya Prancis yang hampir sebagian besar scientiest
keairannya mengerti akan karst. ada memang beberapa
referensi/skripsi/tesis/buku/dll yang terdata dan disimpan dengan rapi
di HIKESPI Bogor, namun saya sendiri kurang tau apa itu bisa
dimanfaatkan oleh teman-teman scientiest yang bergelut di bidang
keairan?.

Dulu waktu di Jogja saya juga sempat bincang-bincang dengan
Dr. RKT. Ko (Ketua Hikespi). Beliau mengatakan data/referensi tersebut
bisa digunakan oleh kalangan akademis yang ingin mendalami tentang
karst, ini juga bisa ditindaklanjuti oleh Pengairan. Ketika saya
ditanya kuliah dimana saya jawab 'kuliah di Teknik Pengairan Unibraw,
Malang' dan jawabannya sangat membuat saya malu yaitu 'Lho...kan
Malang Selatan itu kan bisa di jadikan ajang riset habis-habisan?,
ayolah saya berani bantu kalo emang tertarik'....
wowww, respon yang menarik bukan?

Semua komentar diatas masih sangat-sangat teoritis sekali dan saya
dapatkan dengan membaca dari beberapa referensi serta bertanya ke
beberapa orang yang memang bergelut di karst. Kebetulan aja saya
memang tertarik dengan karst ini, namun masih minim sekali yang saya
punya. Seandainya Pengairan bisa membentuk komunitas ini...
woww...terobosan yang hebat sekali...

Senang rasanya bisa diskusi tentang hal ini.

Yang pernah berkeinginan membuat skripsi tentang ini, namun sayang
sekali batal karena masalah dana yang besar, peralatan, fasilitas,
serta jauhnya lokasi :)
--
Dudi
http://www.gurnadi.f2s.com


--------------------------- hapus footer ini bila akan me-reply !!!! 
----------------------

SELAMAT DATANG pada Milis [EMAIL PROTECTED]
Milis ini adalah milis Angkatan 1996 Teknik Pengairan UNIBRAW

WARNING!!!!!
Untuk Posting tujukan ke : [EMAIL PROTECTED], begitu juga bila akan me-reply 
berita !!!!!!
JANGAN SAMPAI SALAH !!!!!!!!

Arsip milis ada di:
http://www.mail-archive.com/[email protected]

salam
adrie-dabo

Kirim email ke