"Dedy Ristanto" <[EMAIL PROTECTED]> : FYI,
Dedy -----Original Message----- From: Adi Wisaksono [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: 06 Nopember 2001 15:12 Subject: [berhala] Percobaan daya hidup ikan setelah terpancing (sangat penting buat yg pengen nge-release ikan hasil pancingan-nya) Sudah hampir 4 bulan ini saya kalo mancing selalu membawa beberapa ikan ukuran sedang dalam keadaan hidup untuk dipiara di dalam akuarium. Selain untuk mengisi akuarium saya juga ingin membuktikan apa betul isi tulisan tentang handling and releasing ikan di majalah mancing luar negeri. Nah ini hasilnya : 1. Ikan Platax/gebal ukuran 1,5 kiloan, ikan terpancing sangat dalam masuk ke mulutnya sehingga sangat susah untuk dikeluarkan kailnya. Keputusan : kail dibiarkan dalam mulutnya dengan memotong leader pas di ujung mulutnya. Penanganan : Ikan dijaring nggak terpegang tangan langsung masuk box gabus setelah dg cepat leader diputus dg gunting. NB: Saya menggunakan box gabus untuk membawa ikan, untuk mengurangi cedera ikan akibat benturan dg dinding wadah dalam perjalanan menuju rumah dan dibantu dg air pump batere untuk menyegarkan airnya. Perkembangan di akurium : 2 hari kemudian baru keliatan luka2nya walaupun telah hati2 menjaringnya, di bagian dahi dan samping bawah sirip tetapi tidak terlalu besarlah. Selama seminggu ikan belum mau makan dan lukanya semakin parah dan coba diobati dg antibiotika Tetracyclin ke dalam akuarium. Dg perlakuan itu luka mulai mengecil dan hari ke 9 ikan mau makan udang kupas. setelah 2 minggu apapun dimakan-nya baik itu teri,rebon maupun udang utuh. Luka sembuh tapi tidak 100 % tapi tidak menjadi masalah. Status sekarang : masih hidup dan sudah berumur 3 bulanan di dalam akuarium dan besarnyapun bertambah karena makannya rakus. 2. Ikan Kakatua ukuran 2 kiloan, ikan terpancing di bagian langit2 mulutnya yg keras sehingga sangat susah sekali melepaskannya. mau dipotong leadernya sayang krn pancing keliatan nyata. jadilah ikan di atas lantai sambil menggelepar2 dioperasi mulutnya pake tang untuk dilepaskan kailnya. Penanganan : Ikan dijaring, tapi setelah itu dipegang sekujur tubuhnya untuk membetot kailnya yg susah amir melepaskannya sampe terjatuh beberapa kali ke lantai perahu karena kulitnya yg sangat licin. Perkembangan di akuarium : sangat mengejutkan, karena 2 hari saja sudah mau makan ikan teri dan tidak ada tanda luka2 lebam di tubuhnya yg berwarna hijau indah itu. Hari ke 5 nggak ada angin nggak ada hujan ikan sudah tergeletak kaku di dasar akurium padahal malem masih mau makan dg rakusnya. (ternyata kakatua suka teri ya ???? he-he). Kemungkinan ikan mengalami luka dalam di bagian organ dalamnya. 3. Ikan kue ukuran 1/2 kiloan ada 2 ekor dg perlakuan yg berbeda. Ikan 1 adalah ikan perolehan si Oy, dia dapet langsung lempar ikan itu ke lantai kapal. Setelah menggelepar-gelepar selama 1 menitan akhirnya bisa masuk box gabus, ikan masih liar dan sehat di dalam gabus. Ikan 2 adalah ikan perolehan saya, ikan saya angkat langsung (nggak pake jaring krn beratnya cuman 1/2 kilo) dan langsung saya copot kail yg masuk ke samping dengan mudah, saya memegangnya di bagian punggung tidak di bagian perut lho dan langsung masuk box. Perkembangan di akuarium : ikan 1 dan 2 belom mau makan selama 3 hari pertama dan mulai keliatan luka lebam2nya... ikan 1 yg paling parah sangat banyak luka lebamnya...mungkin krn dibanting ama Si Oy kemaren itu ya ??? Hari 4 ikan 1 tambah parah dan sirip2nya ikut berantakan, ini mungkin terserang penyakit krn daya tahan tubuhnya sangat berkurang. Malemnya ikan 1 kaku. Ikan 2 sudah mulai makan 1 minggu kemudian dan lukanya menghilang dalam 2 minggu. 4. Baronang dan ikan2 kecil lainnya, tidak ada kesulitan krn mungkin ukuran tubuhnya yg kecil itu ya ??? Kesimpulan : 1. Tiap spesies ikan mempunyai daya tahan tubuh sendiri terhadap luka2 biasa dan luka di mulut akibat pancing. Terbukti dari ikan kakaktua yg dalam 2 hari sudah mo makan walau akhirnya mati akibat luka dalam. 2. Sedapat mungkin kalo ingin me-release ikan, tubuh jangan sampe terpegang. 3. Ternyata mulut ikan adalah bagian tubuh ikan yg paling kuat, jadi kalo pegang ikan yah diusahakan mulutnya saja, terbukti ada alat yg namanya lip gripper yaitu alat untuk mengunci bibir ikan supaya ikan bisa diangkat sejenak untuk melepaskan kailnya. 4. Ikan tidak akan merasa sakit terlalu lama karena cuman kena luka pancing yg kecil itu. Yang bikin banyak cedera adalah penanganan selama ikan diangkat dan cara dia mencoba melepaskan kailnya itu. 5. Luka di tubuh ikan sangat lama sembuhnya, saya nggak tau mengapa. Jadi diusahakan jangan dipegang2 ato disentuh2lah tubuh ikan itu. 6. Ikan punya teknik tersendiri untuk melepaskan kail yg menancap di mulutnya walau kail menancap jauh dy tenggorokannya, terbukti dr ikan platax yg masih hidup hingga sekarang walau dulu kail menancap jauh di tenggorokannya. Untuk ikan tawar saya udah ribuan kali mempraktekkannya pada mulut ikan gurami. Terus terang saya kalo beli gurami mesti saya pancing dulu, karena saya males nglepasin pancing dan emang biasanya nyantol dalem di tenggorokan (gurami ikan rakus) maka pasti saya potong aja senarnya lagian kan saya pake pancing yg murahan (100 biji cuman 2000 rp aja). Herannya sehari ato 2 hari kemudian nggak ada itu kail di tenggorokan gurami setelah gurami-nya disiangi untuk hidangan tamu. Biasanya sih kailnya udah geletakan di dasar kolam penampungan atau malahan ada di dalam ususnya. Gua gak habis ngerti... gimana ya cara lepasnya itu pancing ???? Jadi drpd terlalu lama ngungkat-ngungkit mata kail yg tidak selesai2, mengapa tidak potong aja leadernya, kan habis perkara. Atau kalo masih sayang ama rapala wasiat ato kona head wasiat potong aja sekalian baja kailnya aja. Kan sekarang udah ada tang pemotong yg luar biasa tajem yg harganya muahal2 itu kayak yg merek Abel atau Van Stahl, kalo pengen beli yaaa beli aja di tempat Simbah yg di Semarang. Saya sudah beli satu dan saya coba untuk motongin kail baja dan stainless kayak motongin tahu deh. 7. Mungkin percobaan atau eksperimen ini belum sahih dari itungan statistik karena cuman berlaku untuk beberapa ikan saja, tapi saya ini cerita ini mumpung masih hangat masalah catch eh tag and release (cuman nggak ada terusannya harusnya HOPE SURVIVE). Ok gini dulu, semoga cerita gua ada gunanya. Cerita ini hasil pengalaman pribadi bukan cerita karangan belaka. Mailing-list untuk jual-beli, pertukaran, atau pembuangan peralatan khusus mancing. Untuk mendaftar, kirim e-mail kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Untuk berhenti langganan, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Untuk membaca arsip pembicaraan sebelumnya bisa dilihat di: http://groups.yahoo.com/group/mancing-berhala Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ <---------------- Jika anda me-reply mail ini, hapus disini ---------------------> Berlangganan, kirim ke : [EMAIL PROTECTED], body=subscribe angler Berhenti, kirim ke : [EMAIL PROTECTED], body=unsubscribe angler Melihat arsip, klik : http://www.mail-archive.com/[email protected] Save our bandwidth, gunakan format plain text & hapus yang tidak perlu! ------------------------ Telkom Balikpapan Fishing Club --------------------------
