Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Wah, seru juga ide ini ...
Ada yg merasa tertantang?
 
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, January 09, 2002 2:08 PM
Subject: [KAMMI] TIDAK BOLEH ADA FAKIR MISKIN

TIDAK BOLEH ADA FAKIR MISKIN
DI LINGKUNGAN TERDEKAT SAUDARA

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu lalu ia berkata, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)-ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan"
(QS Al-Munaafiquun:9-11)

"Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan"
(QS Ath-Thalaaq:7)

Bulan Ramadhan telah berlalu. Bulan yang penuh rahmat dan hidayah serta maghfirah Allah SWT. Bulan dimana segala amal kebajikan dibalasi dengan berlipat ganda oleh Allah SWT. Sayangnya kita semua tidak mengetahui apakah kita masih dapat berjumpa lagi dengan bulan mulia ini dan beribadah di dalamnya.
Dan kita juga tidak dapat memastikan apakah kita masih dapat bersedekah dan memberi bantuan serta zakat kepada para fakir miskin di lingkungan kita pada Ramadhan yang akan datang.

Ramadhan sering disebut sebagai bulan latihan, bulan penggemblengan rohani dan jasmani. Hari Raya Idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan. Namun kemenangan sesungguhnya bukanlah pada hari raya tersebut. Kemenangan diukur dan ditentukan sejak selesainya Ramadhan hingga tibanya Ramadhan kembali pada tahun mendatang.

Sejak saat Hari Raya Idul Fitri hingga tanggal 29/30 Sya'ban tahun mendatang adalah HARI-HARI APLIKASI.
Aplikasi apakah latihan yang kita dapat selama Ramadhan dapat kita jalankan dan kita wujudkan selama setahun mendatang.
Apakah shalat yang teratur, tekun dan khusyu' dapat kita laksanakan terus pada masa 11 bulan mendatang?
Apakah Al-Quran tetap terus kita baca dan kita gali serta pahami pada masa 11 bulan mendatang?
Apakah sedekah serta sumbangan dan zakat tetap terus kita jalankan secara rutin pada masa 11 bulan mendatang?
Apakah segala amal kebajikan yang kita lakukan pada Ramadhan lalu tetap terus kita lakukan pada masa 11 bulan mendatang?

Ataukah semua hal di atas telah keluar dari diri kita dan baru akan kita laksanakan kembali pada Ramadhan mendatang?

Kita baru dapat meng-klaim bahwa Hari Raya Idul Fitri adalah sebuah kemenangan (besar) jika semua hal yang kita kerjakan selama Ramadhan lalu tetap terus kita laksanakan pada masa 11 bulan mendatang dan meningkat.
Jika tidak, maka tidak ada kemenangan apapun yang kita peroleh, sebaliknya hanya sebuah sikap naif yang sungguh Allah SWT telah mengetahuinya, karena Dia-lah Yang Maha Mengetahui segala isi hati, Maha Mengetahui atas pemahaman yang kita miliki pada agama-Nya.

Salah satu yang dapat terus kita lakukan hingga 11 bulan mendatang adalah memberi sumbangan/sedekah/zakat kepada fakir miskin di lingkungan sekeliling kita. Hal ini dapat kita lakukan sendiri-sendiri, namun akan lebih terasa manfaatnya jika dilakukan bersama-sama.

Hal-hal di bawah ini dimaksudkan untuk dilakukan secara bersama-sama dan ditujukan kepada seluruh masyarakat di manapun berada, para pengurus dan remaja masjid, para siswa dan mahasiswa di lingkungan sekolah/kampus, perkumpulan pengajian dsb.

JANGAN SAMPAI KEMISKINAN YANG TERJADI PADA TETANGGA DI LINGKUNGAN SAUDARA MENDEKATKAN MEREKA KEPADA KEKUFURAN

"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), di sisi Allah-lah pahala yang besar. Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarkanlah serta taatlah, dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu (yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat). Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung"
(QS At-Taghaabun:15-16)

"Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa dan Maha Penyantun. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"
(QS At-Taghaabun:17-18)

GAMBARAN TEKNIS

1. Bentuklah sebuah panitia kecil yang mempunyai masa kerja hingga 11 bulan mendatang. Jika perlu undang pengurus wilayah dan pengurus masjid di wilayah saudara untuk ikut hadir.

2. Kumpulkan data orang-orang fakir miskin di lingkungan saudara.

3. Kriteria fakir miskin dapat juga saudara tetapkan sendiri atas dasar standar hidup lingkungan saudara. Sekedar contoh, jika mayoritas masyarakat di lingkungan saudara hidup dengan memiliki harta A, B, C, dan mampu membiayai hidup dalam ukuran tertentu serta mendidik anak hingga jenjang tertentu, maka orang-orang yang kehidupannya berada di bawah keadaan tersebut dapat saudara tetapkan sebagai fakir miskin.

4. Beritahukan rencana saudara kepada pengurus wilayah dan pengurus masjid untuk mengumpulkan dana secara rutin setiap bulan berupa sedekah/sumbangan/zakat dari masyarakat lingkungan saudara. Mohonkan ijin serta dukungan dari pengurus wilayah dan/atau pengurus masjid atas rencana tersebut.

5. Buat surat yang ditujukan kepada seluruh masyarakat lingkungan yang berisi ajakan untuk memberikan sedekah/sumbangan/zakat secara rutin setiap bulan kepada fakir miskin.
Buat juga daftar pemberi sedekah/sumbangan/zakat.

6. Ajak masyarakat lingkungan saudara untuk berpartisipasi rutin setiap bulan.

7. Informasikan secara terbuka dan rutin setiap bulan kepada para donatur (masyarakat lingkungan saudara) tentang apa yang telah saudara kerjakan :
(i) Bagaimana hasil dari pengumpulan dana tersebut
(ii) Apa yang telah dilakukan dengan dana tersebut

Informasi ini berguna untuk menjaga kepercayaan dari masyarakat lingkungan dan meyakinkan mereka bahwa sumbangan/sedekah/zakat rutin yang mereka berikan memang benar-benar telah disalurkan kepada yang berhak menerimanya.

8. Berdoalah kepada Allah SWT agar tetap diberi kekuatan serta petunjuk untuk melaksanakan misi ini hingga masa kerja saudara berakhir.

"Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab". Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan, dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga)"
(QS Saba':35-37)

Kirim email ke