=========================================================================== Majalah ParaHyangan - Komunikasi Intelektualitas Mahasiswa http://student.unpar.ac.id/parahyangan-online/ =========================================================================== ParaHyangan Stop Press, 9 Maret 1999 =========================================================================== Simposium Sehari Unpar, 27 Februari 1999 Visi dan Aksi untuk Milenium Ketiga =========================================================================== =========================================================================== Hari ulang tahun Unpar ke-44 diperingati dengan mengadakan simposium sehari tanggal 27 Februari 1999. Simposium yang mengambil tema "Visi dan Aksi Pendidikan Tinggi untuk Milenium Ketiga" lebih mencondongkan pembahasannya pada kesiapan perguruan tinggi (PT) untuk menghadapi tahun 2000, yang biasa disebut dengan milenium ketiga. =========================================================================== Turut dihadiri Prof. Ir. Joetata Hadihardaja sebagai Direktur Perguruan Tinggi Swasta , acara ini kembali mengulas kriteria-kriteria akreditasi yang telah Unpar raih. Bagaimana cara mempertahankan akreditasi dan kriteria apa yang harus dipenuhi suatu PT untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang diperlukan masyarakat. Pada keynote speech, Joetata juga menjelaskan mengenai antisipasi-antisipasi yang dapat diambil perguruan tinggi dalam menghadapi milenium ketiga, dan penyertaan komputer serta multimedia untuk kegiatan perkuliahan. Sesi pertama selanjutnya dibuka dengan pembahasan mengenai visi pendidikan tinggi abad 21 dalam menyongsong milenium ketiga, dengan Prof. Dr. Benny Suprapto Brotosiswojo sebagai pembicara. Pembahasan dimulai dengan meneliti sejarah kata PT. Menurut Benny, PT berawal dari sekumpulan cendikia yang menekuni kegiatan yang dewasa ini disebut penelitian. Mereka menggali ilmu sebagai suatu disiplin berpikir, yang membuahkan pengertian dan informasi baru yang dicurahkan kepada bagaimana manusia harus berperilaku, dengan mempertimbangkan apa yang terdapat di lingkungannya, serta keyakinan akan arti dan makna hidup baginya. Dari pokok pembahasan tersebut, muncul beragam pertanyaan dari peserta simposium, yang kebanyakan berasal dari para pejabat Unpar seperti dosen, dekan, dan kepala jurusan, serta undangan PT negeri maupun swasta. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seputar apa yang PT dapat lakukan untuk menghasilkan sarjana-sarjana yang diinginkan atau apa segi esensial dari suatu PT. Pada tahap pembahasan, Benny menjelaskan bahwa dengan visi yang kuat maka akan menghasilkan misi yang harus dilaksanakan. Menurut Rektor Unpar ini pula, untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang diinginkan oleh masyarakat, harus ada kesiapan dari dalam PT itu sendiri. Hal itu seperti adanya dosen-dosen yang cukup untuk perkuliahan, materi-materi perkuliahan yang sudah tersedia, dan tak kalah pentingnya, minat belajar dari mahasiswa yang besar. Pada sesi berikut, dijelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana suatu PT dapat memanfaatkan kerjasama nasional dan internasional dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan pendidikan tinggi. Tema pembahasan ini dibawakan Prof. Dr. Colin Brown, guru besar Universitas Flinders Australia Selatan. Pembahasannya memunculkan pertanyaan apakah Unpar dapat melakukan kerjasama lebih jauh dengan mengirim mahasiswa Unpar untuk belajar di Australia. Hal ini mengingat sudah adanya mahasiswa Australia yang dikirim untuk belajar di Unpar. Tetapi, menurut Colin, hal tersebut saat ini sulit dilakukan. Cukup sulit untuk mencari lembaga yang mau membiayai hal tersebut, walaupun hal pembebanan biaya dibagi dua. Dan pada sesi terakhir, Dr. Ir. Satyro S. Brodjonegoro (Direktur Pembinaan Saran Akademik Depdikbud) dan Sumitro Roestam, MBA (Direktur pemasaran PT. Pos Indonesia) membahas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dampaknya pada proses pembelajaran. Menurut Satyro, teknologi informasi akan dapat meningkatkan mutu proses pembelajaran di perguruan tinggi. Hal tersebut karena mahasiswa dapat dengan mudah mengakses informasi dari berbagai sumber melalui fasilitas internet, sehingga dengan cepat menyusun laporan tulisan ilmiah ataupun skrispsi, thesis, dan disertasi. (Juandi/j) ------------------------------------------------------------------------- Dari redaksi: 1. Kami meminta maaf atas keterlambatan berita diatas, diakibatkan kesibukan kuliah dan keterbatasan sumber daya yang ada, terutama dalam hal komputer. 2. Majalah ParaHyangan edisi XIII kini secara redaksional telah rampung. Topik-topik yang diangkat: - Goresan Utama: Pers Mahasiswa Pasca Soeharto: Mau ke Mana? - Toleh: Lika Liku Senat Mahasiswa Unpar - Peristiwa: 1. Macet... Pedulikah? 2. Electric Acoustic Angklung: Inovasi demi Kemajuan Angklung - Bincang-Bincang: 1. Rektor Unpar, Prof.Dr. Benny Suprapto Brotosiswojo 2. Dosen Fakultas Ekonomi, Wisnu Wardhono Drs., MSI - Resensi "Merdeka Square" G30S di Mata Intel Australia - Bonus Eksklusif: Nantikan Rusuhnya Kampanye... Dan topik-topik menarik lainnya... Saat ini Majalah ParaHyangan edisi XIII tengah dalam proses menunggu dicetak. Apabila tidak ada halangan, maka diharapkan pada pertengahan bulan Maret Majalah ParaHyangan edisi XIII dapat di hadir di tengah pembaca. Bagi yang hendak memesan Majalah ParaHyangan edisi XIII, dapat menghubungi [EMAIL PROTECTED] 3.Redaksi menerima dengan senang hati segala sumbangan berita dan foto mengenai segala kegiatan yang telah/akan berlangsung di Unpar. Apabila berkenan, Anda dapat mengirimkannya ke sekretariat kami, atau melalui [EMAIL PROTECTED] . Apabila ada di antara Anda yang hendak menawarkan kerja sama dengan kami, dapat menghubungi kami melalui alamat yang tertulis di bawah ini: - Sekretariat ParaHyangan Jl. Ciumbuleuit 94 Bandung (dekat Lapangan Parkir Hukum Unpar) Telepon (022)2042390. - Melalui e-mail, ke alamat: [EMAIL PROTECTED] Terima kasih -------------------------------------------------------------------------- ========================================================== ParaHyangan Stop Press diterbitkan oleh Majalah ParaHyangan - Komunikasi Intelektualitas Mahasiswa >==========================================================
