Trims.
Menurut saya, bentuk lembaga kemahasiswaan perlu dirancang sendiri oleh
mahasiswa. BPM, SMF, dan pengurus HM dapat mempeloporinya melalui suatu
sarasehan/lokakarya/diskusi.

Yang saya lihat adalah :
1) Karena lembaga tersebut berkedudukan di kampus, maka untuk lokasi
kantornya, memang lembaga itu perlu berelasi baik dengan
pimpinan dan staf fakultasnya.

2) Akan tetapi bagaimana bentuk lembaga, adalah wewenang mhs sendiri.
Memang sebaiknya di satu universitas, bentuknya bersistem sama. Maka
setelah diskusi di taraf mahasiswa fakultas, seyogyanya ada
diskusi/lokakarya di taraf universitas, untuk bersepakat tentang bentuk
bagi Unpar.

3) Karena DKM sebaiknya dibayar mhs tetap ke Yayasan, maka relasi dengan
Yayasan perlu ada juga. Praktek yang tampaknya dituju adalah : Yayasan
langsung menyetor DKM yang diterima ke rekening SMU.
Selanjutnya perlu ditetapkan mhs, apakah Ketua SMU terpilih plus Bendahara
SMU misalnya, berwenang mengeluarkan uang dari rekening itu (tandatangan
harus berdua, atau cukup satu ? Sebaiknya, menurut saya, berdua).

4) Prosedur kontrol oleh lembaga mhs fakultas perlu dirancang dan
dilaksanakan dengan cermat. Sudah ada contoh di Unpar, bahwa seorang ketua
SMF (apalagi SMU) jika tak mudah dikontrol, dapat meng'uap'kan berjuta
rupiah. Menyedihkan, tapi nyata! Jadi ini latihan berat untuk berani
menagih, berani mengontrol, tanpa cepat bereaksi 'apa saya ini tidak
dipercaya?'

5) Memang tampaknya pimpinan Unpar (dan saya agak mendukung ini juga)
condong agar pengeluaran uang ini harus diketahui dulu oleh PR-3/PD-3,
sebelum dicairkan. Jiak mau dilihat secara prinsipial, dapat
dikatakan'mhs tidak merdeka 100 %', akan tetapi demi keamanan, menurut
saya 'sebaiknya begitu'. Akan tetapi perlu tegas, bahwa PR-3/PD-3 tidak
berhak menolak.
Jadi apa gunanya? Cukuplah. PR-3/PD-3 akan dapat menggunakan 'hak 
bertanya' sebagai seorang intelektual, dan 'hak memberitahu' pihak
SMU/SMF, kalau merasa pengluaranyang diajukan 'agak tidak jelas'.

6) Yang penting adalah, adanya suatu badan kontrol (dapat sejenis atau 
BPM tingkat Unpar dan tingkat fakultas) yang terdiri atas wakil fakultas
yang dikenal 'berani bertanya, berani mengumumkan pelanggaran, tidak dapat
diajak berkorupsi/berkolusi/nepotis'.
Pertanggungjawaban semesteran atau tahunan SMU, yang diperiksa suatu
komisi verifikasi yang memeriksa semua bon dst (kita punya mhs akuntansi,
yang mestinya mampu menangani ini), perlu ada, sebagai latihan
berorganisasi bersih dan terkontrol-terbuka.

7) Kegiatan ? Tidak perlu minta ijin fakultas, menurut saya, kecuali jika
menyangkut penggunaan sarana fakultas atau personalianya, atau dinilai
dapat mempengaruhi warga yang dikelola fakultas, yaitu mahasiswa, atau
dinilai membawakan nama fakultas secara berisiko. Contoh : Kunjung desa
seperti ke Garut selatan yl, seminar EQ, Kompetisi, Satelit, ...
Jadi seperti dengan tetangga sajalah, demi relasi, kita saling bicara
tentang rencana-rencana kita; apalagi 'tetangga' ini (dosen, staf
fakultas) punya pengalaman bertahun-tahundalam memantau kegiatan
mahasiswa, sehingga baik untuk dimanfaatkan.

8) Pemilu? Bagaimana dengan SK Dekan yang mensyaratkan 'IP > 2,10' ,
..., dan SK pensahan pejabat lembaga kemhsn?
Menurut saya, 'SK' persyaratan cukup dipandang sebagai 'saran' yang boleh
saja diabaikan (atas risiko sendiri), dan SK kedua tidak usah saja (jadi
Dekan juga tak perlu bertanggungjawab atas personalia lembaga dan
kelakuannya kalau ada apa-apa.

Jadi setiap langkah, tentu ada konsekuensi plus dan konsekuensi
negatifnya; inilah latihan bagus bagi mhs, sebelum kelak di dunia kerja
harus lebih terampil mengurus hal seperti itu.
Latihan ini AMAT berguna, yaitu : belajar dan selesai studi 'just-in-time'
SAMBIL berlatih berorganisasi.

Sekian dulu, saya tunggu komentar dan pengembangan gagasan saya di atas
itu. Mohon ini disebar ke mailing list mhs kita, agar partisipasi
menggagas makin meluas.

Salam,          A Rusli         5 Jun 99

On Fri, 4 Jun 1999, =JAWS= wrote:

> 
> setuju .... 
>  acara tersebut khan  merupakan acara fakultas :)
> karena yang di pentingkan adalah kematangan akademik. Dan tujuan utamanya
> adalah lulus dengan baik dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya...
> 
> Apalagi jika di lihat per-sks Rp.50.000,00, hhhmmm  sebaiknya kurangi
> kegiatan yang tidak perlu dan diarahkan supaya dapat studi dengan baik
> 
> 
> btw, struktur lembaga kemahasiswaan sekarang bagaimana ?
> masih bentuk lembaga non-struktural univeristas atau non lembaga?
> atau dibubarkan saja :P.... 
> bagaimana pemilihan Ketua HMJ ?
> 
> salam perubahan,
> =jaw's=
> 
> 
> On Thu, 3 Jun 1999, Aloysius Rusli wrote:
> 
> > Mohon dibuatkan surat sbb. Trims. A Rusli   3 Jun 99
> > ------
> > Nomor : ...
> > Tanggal : ...
> > Hal : Pola penerimaan mahasiswa baru 1999
> > 
> > Yth Rektor
> >     UKP
> > 
> > Mengingat saat penerimaan mahasiswa baru segera akan tiba, saya bersama
> > ini ingin mengusulkan suatu pola penerimaan mahasiswa baru, yang selaras
> > dengan semangat reformasi dan kemerdekaan, yaitu :
> > 
> > JUMAT 13 Agustus 1999 : acara OSPEK di Pusat; misalnya pk 9.00 - 11.00,
> >     * HANYA berupa sambutan Rektor dan para pembantu rektor saja,
> >             yang menjelaskan beberapa pokok utama,
> > 
> > TANPA campur tangan oleh anggota panitia (terutama mahasiswa) yang masih
> > belum mampu mengendalikan keinginan menonjolkan senioritasnya, yang
> > biasanya membawakan acara dengan nada 'kaku-menekan'. 
> > Masa reformasi ini tidak pantas lagi dirusak dengan pola kelakuan seperti
> > itu. Apalagi di Unpar.
> > 
> > Hal ini juga dapat (menurut saya) ditampung dalam suatu Sidang Terbuka
> > Senat.
> > 
> > Lalu sebaiknya mahasiswa baru bubar pulang ke rumah/tempat lain, TANPA
> > dibiarkan ditahan oleh berbagai kelompok mahasiswa senior.
> > 
> > SABTU 14 Agustus 1999 : acara OSPEK di fakultas masing-masing, dengan
> > norma sama, dan disesuaikan dengan keperluan fakultas.
> > 
> > Misalnya FMIPA dapat melaksanakan pola yang sudah dipandang sesuai selama
> > beberapa tahun ini, dengan pengembangan positif selanjutnya, yaitu :
> > 
> >     Pk. 8.00 - 10.00 : Tanpa didahului oleh acara lain, dibuka
> >                             pimpinan fakultas dengan penjelasan khas 
> >                             fakultas, oleh Dekan dan para PD, serta
> >                             oleh pimpinan kemahasiswaan.
> > 
> >     Pk 10.00 - 12.00 : Dalam dua shift, berkeliling kampus, dipandu
> >                             mahasiswa senior, agar tahu berbagai lokasi 
> >                             penting, dan berkunjung ke Perpustakaan
> > Eksakta untuk mencari artikel kecil dari majalah ilmiah
> > berbahasa Inggris, untuk dimakalahkan (cukup satu halaman agar belajar
> > meringkas dan menangkap esensi kisah) dan diserahkan pada hari pertama
> > kuliah. Yang penting adalah : Tidak membebani, dan bersifat mendidik.
> > 
> >     Pk 14.00 - 16.00 : Berkumpul pula, untuk bersama dosen wali
> >                             melaksanakan perwalian dan pengisian FRS.
> > 
> > Selanjutnya, dalam beberapa kali acara yang diselenggarakan mahasiswa
> > senior, perkenalan akan pola hidup dan pola studi mahasiswa
> > diselenggarakan. Yang penting adalah : Sepenuhnya sukarela, tidak
> > diwajibkan, sebagai latihan bagi mahasiswa senior untuk memasarkan acara
> > kepada mahasiswa baru.
> > 
> > Semoga usulan ini dapat dipertimbangkan.
> > 
> > Dekan,
> > 
> > A Rusli
> > 
> > Tembusan : PR-1, PR-2, PR-3, PR-4, para dekan
> > ---------
> > 
> 

Kirim email ke