Siang tadi, 18 Agu 99 sekitar pk 15.00, saya jumpa seorang mhs FMIPA yang mengantar seorang mhs (baru?) yang lengannya (sejenis) terkilir, mencari pertolongan. Sementara memberi kuliah, di Gedung 2, saya melihat sekitar pk 16.00 di luar, seorang mhs lain dituntun mhs, tampaknya dengan cacat sejenis. Kekerasan oleh mahasiswa lama perlu dihentikan; kesukarelaan mahasiswa dalam bergabung dalam kegiatan kemahasiswaan, perlu digarisbawahi segera; kemerdekaan manusia, apalagi mahasiswa baru yang mensubsidi mahasiswa lama itu, perlu diupayakan. Peniruan cuci tangan perlu dicegah. Salam, A Rusli 18 Agu 99 At 05:58 AM 8/18/99 +0700, Paulus Vincentius wrote: >>Robert Nio wrote : >> >>Hari ini merah putih kembali berkibar >>Lima puluh empat kali kita berdiri di sini >>mengukuhkan suatu seruan yang telah dibayar begitu mahal: merdeka! >>Tapi, tanyakanlah pada bocah-bocah di Aceh yang menyaksikan ayahnya diseret >>ke truk tentara, apa artinya merdeka. >>Tanyakanlah pada gadis-gadis yang tanpa dosa >>kehilangan masa depannya karena warna kulitnya >>dan bentuk matanya, apa artinya merdeka. >>Tanyakan pada keluarga di Ambon, Sambas, Timor Leste, Irian, Batam, >>Banyuwangi, yang takut pada tetangganya sendiri, >>apa arti perayaan ini. > >.... > >Walau Aceh, Ambon, Sambas, Timor Leste, Irian, Batam, dan Banyuwangi jauh di >mata, namun segala penderitaan terlihat jelas. >Namun, sudahkah Anda menanyakan pada seorang mahasiswa baru di kampus Anda >sendiri, yang mukanya berlumuran darah pada tanggal 17 Agustus 1999 setelah >dihajar "senior"-nya, apa arti perayaan ini? > >(Dan mahasiswa dan para petinggi selanjutnya mengatakan, "Mana? Itu fitnah! >Tidak benar itu! Mana buktinya? Itu bukan mahasiswa/panitia, tapi oknum. >Tidak ada hubungan pemukulan dengan masa orientasi,..., Itu bukan dalam >kapasitas sebagai mahasiswa, tapi sebagai pribadi! Tahukah bahwa Anda bisa >menggagalkan kemah dengan mengatakan ini!..." dll. Berhasil meyakinkan bahwa >fakta tersebut tidak ada, "Tangan-tangan" tersebut pun kembali "bersih dari >lumuran darah", tanpa perlu pertanggungjawaban.) > >MERDEKA BUNG! > >Salam Ironi "MERDEKA", >Paulus Vincentius > > >
