----- Original Message -----
From: Donald "The Dragon" M. M. S. <[EMAIL PROTECTED]>


>
> Ospekkkk ???? ....kekerasan ???? ....
>
> Bagaimana dengan anak baru yang menganggap yang kakaknya itu nggak lebih
> dari orang yang tolol, sok tahu, dan lain-lain ...
>
> Bagaimana dengan anak baru yang masih mengandalkan jabatan orang tuanga,
> kakak, sodara dan kerabatnya ....
>
> Bagaimana dengan anak baru yang manjanya minta ampun, kolokan, egois,
> borjuis, tak mau tau sekelilingnya ??
>
> Bagaimana dengan anak baru yang diajak kerjasama dalam 1 kelompoknya saja
> tak mau, dan membiarkan teman-temanya yang lain bekerja sendirian ....
>
> Kami yang sudah lama diUNPAR ini tak mau melihat UNPAR menjadi tempatnya
> kaum egois, borjuis, selfis, tak mandiri, tak saling kenal, cengeng dan
> lain lain ......
>

Saya ulangi lagi dari mail dahulu sekali :

Saya kutip satu paragraf dari selebaran yang saya dapat,
sewaktu ribut2 soal kenaikan biaya kuliah,

" Memperlakukan mahasiswa sebagai anak kecil yang tidak perlu dilibatkan dalam
pengambilan keputusan yang menyangkut dirinya adalah jelas suatu kesalahan !!!
Kita ( mahasiswa ) tidak bisa mempercayai sebuah keputusan yang menyangkut diri kita 
tanpa terlibat juga dalam proses dan
pengambilan keputusan tersebut. Sikap
mereka sudah usang bagi kita, kita menuntut dilibatkan dalam setiap keputusan
yang menyangkut diri kita !!! "

Dan apakah mahasiswa baru termasuk tipe2 anak yang anda sebutkan di atas ,
tidak memiliki hak untuk berkata seperti di atas ???
dan kemudian mempertanyakan hak-nya ???
Dan kemudian mahasiswa lama menghargai hak mereka???

Yang saya tentang adalah MEMAKSA-nya, apakah dipaksa diubah jadi baik, atau
diubah jadi buruk..............
Hak mereka dibantai, saat mahasiswa lama memaksakan apa yang mereka
inginkan, memaksa mahasiswa baru  untuk berubah sesuai dengan keinginan
mereka.


> Percayalahh OSGAB kemaren ....bukan cuma unjuk gigi para senior..dan ajang
> sok galak, dan penjajahan ..... ada yang tersirat ......
>
> Penjajahan ... ??? KEKERASAN ??? hahhaahahaaa ...... alasan alasan
> klise.......
>

SAya ulangi lagi yang saya katakan :

Dan,... ah....... kapankah kita akan ( dan berani ) memberitahu mahasiswa baru, bahwa 
mereka  punya HAK untuk MEMPERTANYAKAN setiap
keputusan yang diambil oleh orang lain yang menyangkut diri mereka sendiri ???????

Ini yang saya tanyakan, simpel saja kan ???
Ini terlontar sebelum masalah dibawa ke kekerasan dan penjajahan.
dan tidak ada satupun rupanya yang menjawab pertanyaan saya.


> Tapi kenyataannya terjadi ada 1 angkatan tanpa OSPEK ....apa yang terjadi
> ?? Berapa banyak dari mereka yang bisa beradaptasi dengan baik dan cepat
> dengan lingkungan UNPAR ???
>

Secara angka saya jelas tidak tahu, coba saja anda sebut, kalau anda tahu.

Yang perlu disadari adalah, bahwa 1 angkatan yang tidak diospek itu memasuki
komunitas yang seluruhnya diospek. DAn terlepas apakah ospek itu bagus atau
buruk, jelas saja adaptasinya menjadi lebih lambat, karena angkatan yang 1 itu
kasarnya boleh dibilang "berbeda budaya".

Keadaannya akan sama bila ada  ( 99-64-1=) 34 angkatan tidak di OSPEK
dan ada satu angkaan yang diospek, kecenderungan bahwa satu angkatan yang
tidak diospek itu akan mengalami kesulitan beradapatasi akan sangat besar.....


> Ah...bosan ahhhhh......... capekkk masih banyak sok tahuuuuuuuuuuu......
> datang dan saksikan sendiri ..... ikut jadi Panitia ... liat yang
> namanya JUKLAK PELAKSANAAN ...jangan cuma diluar saja teriak teriak
> ........
>

Persis seperti omongan pihak "pembela" kenaikan uang kuliah, yang dengan
kalimat itu mencoba mengajak mahasiswa memahami kenapa uang kuliah
harus naik....................


> Kalo nggak suka OSPEK udahh demo aja sana ANTI OSPEK

Tidak , terima kasih,
saya tidak ingin berdemo....... alasananya banyak,

tadinya akan saya tuliskan, lalu saya lihat anda menulis

>.....jangan ngedumel sendiri .....
>

Saya sadari bahwa percuma saja, saya mencoba mengungkapkan segala
pendapat dan pemikiran saya, bila ternyata anda menganggapnya
sebagai ocehan yang hanya didengar sambil lalu saja.

Bagaimana kita bisa berdiskusi bila saya menganggap ucapan anda sebagai
pendapat yang ingin diungkapkan pada saya, sementara anda menganggap
ucapan saya sebagai konsumsi saya sendiri ( dan tidak ditujukan pada anda ) ???

Maaf yah, kalau saya salah............
mungkin anda memang berniat bertukar pendapat dengan saya,
saya hargai itu, dan lebih saya hargai lagi,
bila anda bersedia bertukar pendapat dengan mahasiswa baru dan mendengarkan
mereka mempertanyakan hak mereka yang "dihilangkan"...........

>
> salam
> DMMS
>

Lionov - 7397020

Kirim email ke