Saya kira gagasan di bawah ini cukup selaras dengan jaman; kata kunci 'sukarela' menurut saya sudah memadai untuk menetralkan dominasi satu kelompok terhadap kelompok lain (dan sesuai dengan hak azasi manusia yang didengungkan jaman ini, walau sering dilanggar juga). Jadi : Mahasiswa lama yang berminat merumuskan acara-acara, menawarkannya seperti pada pekan pengenalan unit kegiatan, dan dengan ramah tulus melayani peminat yang mau ikut acara yang ditawarkan itu. Mirip sikap travel agent atau salesman yang baik (bukan penjaja bendera-lambang-buku yang dengan sikap atau paras yang agak menguatirkan, mencoba menjual dagangannya). Bahwa lalu tak ada lagi kegiatan massal, patut diterima sebagai sesuai dengan jaman heterogen ini, yang menyediakan banyak pilihan hiburan dan binaan; kemerdekaan pribadi perlu dipupuk, pemaksaan kehendak perlu ditiadakan. Ada yang berkata 'small is beautiful', 'quality is mostly in small quantities', dll. Salam, A Rusli 26 Agu 99 At 10:10 PM 8/22/99 +0700, [EMAIL PROTECTED] wrote: > >----- Original Message ----- >From: Kok Beng <[EMAIL PROTECTED]> > > >> "Kalau pengen merubuhkan pagar atau menghentikan cara-cara yang >> dilaksanakan sekarang, jika memang menurut kalian cara-cara ini tidak >> benar...yah....tawarkan solusi yang jelas,, jangan cuma berkata wah ini >> ngak benar, ini begini...ini begitu padahal yang benarnya bagaimana kita >> ngak tahu.....Yah.. saya sih menyarankan kalau memang pengen merubah ini >> kan ngak ada larangan untuk menjadi bagian dari tim konseptor yang bisa >> memberikan sumbang saran....walau cuma 4 orang (kalau ngak salah ada yang >> bilang begitu di milis ini)....yah... mari kita bergabung dan menuju >> sesuatu yang baik, bukannya memprovokasi dan meniru-niru politik kotor >> yang mahasiswa hujat-hujat itu :)...... yah...sementara sih begini aja >> dulu..." >> --- > >Pertama, harap sdr. Kok Beng jelaskan dahulu, apa yang anda maksud dengan >"memprovokasi dan meniru-niru politik kotor", Siapa yang diprovokasi, bagaimana >bentuk provokasinya dan politik kotor macam apa yang ditiru-tiru. >Harap penjelasannya............ > > >Mengenai 4 orang itu : >Solusi yang jelas sudah ditawarkan oleh kami. >Sumbang saran sudah dikemukakan dengan jelas, prinsip2nya bagaimana, >konsep acara ke depan bentuknya seperti apa ( walaupun masih bayang2 ). >Tapi ide kami tidak diterima oleh pihak mayoritas. > >Idenya seperti ini : >Mahasiswa baru adalah pembeli, mahasiswa lama adalah penjual, >dan acara OSPEK adalah barang dagangan, dengan membeli barang dagangan >diartikan sebagai mengikuti acara OSPEK. >Hak pembeli adalah membeli barang dagangan tanpa paksaan sama sekali, >intinya kesukarelaan sangat dihormati, dan pembeli berhak menilai, apakah barang >dagangannya dapat berguna bagi dia atau tidak. >Hak penjual adalah membuat barang dagangan sebaik mungkin, mempromosikan >sebaik mungkin agar pembeli mau membeli barang dagangan ( dengan senang >hati dan sama sekali tidak terpaksa ). >Dan jangna lupa, penjual tidak boleh menipu pembeli. >Dan juga, bila kemudian barang dagangan tidak laku, jangan terburu2 menyalahkan >pembeli, koreksi dulu, apa barang dagangannya sudah cukup baik kita rancang >dan sudah cukup baik kita promosikan ??? > >Yang kita tuntut tahun lalu sangat sederhana : >Bila ada tugas, press mental, seragam, name tag, gojlokan fisik, dsb....... >silahkan saja, tapi tolong, beritahukan dulu pada mahasiswa baru sebelumnya, dan >tawarkan pada mereka apakah mereka bersedia mengikuti atau tidak. >Jika tidak, kita pikirkan bersama, bagaimana membungkus semua niat >baik dan maksud baik kita ke dalam suatu acara yang menarik ( karena anggapan >saya, acara seperti press mental, tugas banyak , dsb tidak menarik bagi mhs baru ) >sehingga mereka dengan sukarela akan mengikutinya. >Karena menurut saya, mhs lama sama sekali tidak punya hak untuk mengambil >keputusan yang menyangkut mhs baru tanpa lebih dulu mendengar pendapat dan >melibatkan mhs baru sendiri. > >Dan selama ide di atas tidak diterima oleh panitia, kami tidak bersedia turut serta >dalam panitia, tim konseptor atau apalah, karena ada prinsip2 yang kami pegang >dan prinsip2 tersebut sangat sulit sekali untuk kami kompromikan. > >Semoga agak jelas, sehingga saya tidak disangka : tidak tahu apa yang menurut >saya benar dan tidak pernah menawarkan solusi. > >Lionov > > > > >
