On Fri, 10 Sep 1999, =JAWS= wrote:
> sepi-sepi aja nich kampanyenya.....
> sejak awal juga ngak ada tanggapan yach......

        Kalau yang Saudara maksudkan sepinya kampanye poster, ini memang
harus saya akui. Ada beberapa hal berkenaan dengan ini:
(1) Antusiasme masyarakat FMIPA tentang hal-hal yang berkaitan dengan
"politik" relatif rendah dibandingkan dengan fakultas lain. Secara umum,
ini mengakibatkan relatif kurang bergairahnya tanggapan masyarakat FMIPA
ini terhadap keseluruhan tahapan pemilu mahasiswa, termasuk tahap kampanye
poster ini.
(2) Butir (1) di atas juga terlihat dengan pas-pasannya jumlah pendaftar
(kandidat) terhadap jumlah jabatan yang akan diperebutkan. Kaitannya
terhadap sepinya kampanye poster: kandidat merasa tidak memiliki saingan
yang dapat mendorong mereka bersemangat kompetisi sehingga mengadakan
kampanye poster yang ramai.
(3) Masa kampanye poster itu sendiri dapat dilihat sebagai kesempatan buat
kandidat untuk "mengiklankan" dirinya agar mendapatkan suara sebanyak
mungkin. Dengan demikian ini adalah hak para kandidat. Panitia PUM
memberikan kesempatan ini; tetapi para kandidat dapat menolak menggunakan
hak mereka itu. Tidak lucu juga kalau panitia "memaksa" para kandidat
untuk berkampanye poster, walaupun ini juga akhirnya, sedikit banyak,
panitia PUM lakukan.
(4) Masalah budaya. Kalaupun terjadi bahwa lebih banyak jumlah kandidat
daripada jabatan yang diperebutkan, rasanya kita sendiri dapat mengerti
bahwa kita masih punya budaya malu, sungkan, untuk menonjolkan diri
sendiri. Untuk mengatakan bahwa "saya paling baik". Mungkin dirasa lebih
enak kalau poster kita itu dikerjakan orang lain saja, "tim sukses" kita.   
        Kalau tentang kampanye terbuka yang digelar hari Sabtu kemarin,
panitia melihat -- dan mungkin Anda sendiri melihat -- bahwa itu cukup
ramai dan sukses. 

> saringannya cuma ada dari panitia..... keberatan atas 
> calon seperti anggota legislatif ngak ada ya ?

        Tidak ada. Mungkin hal seperti itu dapat dilakukan juga. Tahun
depan, dapat diusulkan kepada panitia PUM FMIPA -- atau kepada presiden
mahasiswa Unpar?  

> calonnya juga sedikit.....

        Poin (1) di atas....

> yang aktif juga orangnya itu-itu juga......

        Tidak juga. Ada yang sudah "kapok", ada yang sudah hendak lulus,
jadi dari sisi ini, orangnya tidak "itu-itu juga". Namun sisi lain,
pembatasan bahwa kandidat harus angkatan '97 ke atas (ingat, tahun lalu
juga kandidatnya terbatas sampai angkatan '97 ke atas) menyebabkan praktis
tidak bertambahnya "orang-orang baru" yang dapat mengisi jabatan yang ada. 

> nanti pengurusnya juga itu-itu juga atau konco-konconya juga...

        Ah, Anda agak berprasangka. Saya duga, justru pengurus lembaga
kebanyakan akan didominasi angkatan-angkatan muda. karena itu tadi: ada
yang sudah "kapok", ada yang sudah hendak lulus, ada yang sedang sibuk
skripsi...

> tanggung jawab ketua pemilu, ketua lembaga lama ....
> syarat calon ?

        Lihat SK Rektor tentang ini. 

> kriteria pemilihan :
> kalau suara terkumpul cuma 20% dari populasi gimana ?

        Panitia akan mengusahakan suara yang masuk sebanyak mungkin
atau minimal lebih dari setengah populasi mahasiswa FMIPA. Jika kurang
dari itu, akan dilihat dahulu sampai di mana kekurangannya. Panitia telah
mempunyai antisipasi atas hal ini. 

> kalau suara terkumpul cuma 1 orang dari populasi gimana ?

        Impossible.

> kalau suara terkumpul cukup 51% dari populasi gimana ? 

        Panitia dapat memutuskan bahwa jumlah itu cukup.

> kalau suara terkumpul 20% dari populasi tapi 100% dari yang memberikan
> suara juga gimana ?

        Saya tidak mengerti maksud Anda. 
 

Salam,

Ketua
Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PUM)
FMIPA

Kirim email ke